Tangerang Selatan — garengpetruk.com
Alhamdulillaah, syukur tiada tara. Rukun Islam yang kelima sudah dilaksanakan dengan khidmat oleh para pejuang spiritual asal Tangsel. Sebanyak 1.375 jamaah haji dari Bintaro sampai Setu, dari Ciputat sampai Serpong, telah selesai menunaikan ibadah haji. Mereka bukan cuma mengejar pahala, tapi juga melewati uji kesabaran: dari antrean toilet hingga teriknya padang Arafah yang bikin bedak luntur dan iman naik-turun.
“Dua kloter sudah mendarat mulus, satu masih dirawat, dan tiga kloter lainnya masih menikmati langit Arab. Dijadwalkan mendarat tanggal 1, 7, dan 9 Juli 2025,” ujar seorang staf Kemenag Tangsel yang tidak disebutkan namanya karena takut dikejar jamaah yang belum dapet oleh-oleh.
—
Kloter Pulang = Syukur. Satu Dirawat = Doa. Tiga Kloter Lain? Sabar.
Dari lima kloter haji asal Tangsel, dua sudah landing dengan senyum lebar, bawa tas besar dan harapan lebih besar: jadi haji yang mabruuur, bukan cuma haji yang viral di TikTok. Sementara itu, satu jamaah sedang menjalani perawatan—semoga segera pulih, aamiin. Dan tiga kloter lainnya sedang antre boarding, atau mungkin sedang menyelami makna hidup di bawah langit Mekkah.
“Ibadah haji memang berat, bukan cuma fisik tapi juga batin. Apalagi kalau bareng rombongan yang hobinya rebutan tempat duduk dan nyanyi keras di hotel,” ujar Gareng sambil nyruput teh anget di teras masjid.

Petugas Haji Totalitas, Tapi Jangan Sampai Terkuras!
Tahun ini, 4.420 petugas haji diturunkan—mulai dari pembimbing, tenaga medis, sampai tim khusus pencari sandal jamaah yang hilang. Semuanya bekerja totalitas demi melayani 221.000 jamaah haji Indonesia, dan dari Tangsel saja udah nyumbang 1.375 jiwa, plus satu koper yang nyasar ke Turki (katanya sih karena mirip dengan koper selebgram).
—
Tahun Depan: Haji Diurus BP-Haji, Kemenag Gak Diliburin Tapi Digeser
Nah, buat yang udah daftar haji 2035 atau yang baru daftar kemarin sore, siap-siap! Mulai tahun depan, penyelenggaraan haji bakal dikendalikan oleh Badan Penyelenggara Haji (BP-Haji). Dipimpin oleh KH. Mochamad Irfan Yusuf alias Gus Irfan, BP-Haji ini kayaknya bakal jadi satgas langit yang ngurusin segala rupa mulai dari tiket, tenda, sampai tumpahan air zam-zam.
Kemenag lewat Ditjen PHU bakal tetap ikut nimbrung, tapi mungkin posisinya kayak mantan: masih dibutuhkan, tapi udah bukan pusat perhatian.
—
Haji Mabruur, Bukan Haji Gagal Bawa Oleh-Oleh
Para jamaah yang pulang semoga membawa oleh-oleh terbaik: perubahan akhlak, kesabaran, dan kebijaksanaan. Tapi ya jangan lupa juga, ada yang nunggu kurma, sajadah, dan parfum mekah di rumah. Tapi paling penting, jangan cuma pulang bawa koper, tapi bawa perubahan. Jangan sampai:
“Pas di Mekah alim, pulang ke Tangsel malah ngamuk di jalan cuma karena disalip tukang sayur.”
—
Akhir Kata dari Redaksi GarengPetruk.com:
Selamat datang kembali para tamu Allah,
Semoga jadi haji yang bukan cuma mabruur di status WA,
Tapi juga mabrur di kantong, sikap, dan dompet sosial.
Kalau ibadah haji jadi titik balik,
Jangan balik lagi ke tabiat yang lama,
Ntar malaikat bingung nulis catatan amalnya.















