TANGERANG SELATAN, 10 Juni 2025 –
Warga Tangerang Raya, siap-siap punya KTP baru yang bukan sekadar ganti domisili, tapi ganti provinsi!
Kabar segar seperti es kelapa muda di tengah kemacetan Serpong:
Tim Masyarakat Peduli Pembentukan Provinsi Tangerang Raya Darussalam resmi terbentuk.
Dipimpin oleh sosok yang namanya cocok buat momen Idul Adha—H. Aidil Adha, tim ini punya tekad:
Bukan sekadar bikin peta baru, tapi juga bikin harapan baru.
> “Kami berkomitmen bekerja dengan transparan dan akuntabel,” ujar H. Aidil, sambil senyum santai tapi penuh makna, seperti kiai mau ijab kabul.
—
💼 Tim Serius, Struktur Rapih, Jangan Cuma Niat Tapi Jalan
Bukan sekadar kumpul-kumpul iseng ala arisan RT.
Struktur tim ini lengkap kayak nasi rames:
Ketua: H. Aidil Adha
Sekretaris: Ahmad Himawan, MM
Bendahara: H. Cup Yusuf, M.Pd
Ditambah Bidang Komunikasi, Hukum, Humas, Kajian, dan lain-lain.
Gareng nyeletuk:
> “Lengkap tenan! Tinggal nambah tukang fotokopi, kopi sachet, sama logo buat di backdrop seminar.”
Petruk nambahi:
> “Yang penting, jangan cuma rapat terus. Hasilnya harus bisa bikin rakyat tersenyum, bukan cuma bikin baliho makin rame.”

—
📜 Provinsi Baru: Solusi atau Sensasi?
Banyak warga yang bilang:
“Lha piye, Tangerang Raya udah gede, penduduk bejibun, tapi masih ikut rumah tangga orang (Provinsi Banten).”
Makanya, usulan membentuk Provinsi Tangerang Raya Darussalam dianggap bukan sekadar ambisi, tapi kebutuhan.
Tapi Gareng pasang kacamata kritisnya:
> “Ojo lali, provinsi baru kudu ngurus rakyat, bukan ngurus kursi kekuasaan. Jangan sampai setelah dapet provinsi baru, yang berubah cuma plat nomor dan seragam ASN.”
—
🥁 Nama Provinsinya: ‘Darussalam’ – Semoga Bukan Cuma Label Islami
Nama “Darussalam” itu berat, Le.
Artinya: Negeri yang damai, penuh keselamatan dan berkah.
Kalau dipakai, ya harus serius bikin damai — bukan malah bikin drama.
Petruk sambil mikir di warung kopi bilang:
> “Darussalam itu bukan sekadar label. Jangan sampai Tangerang Darussalam isinya malah jadi ‘Tangerang Drama Slam’ gara-gara rebutan jabatan.”
—
💬 Kritik Sosial ala Petruk:
“Provinsi itu bukan soal peta, tapi soal rakyat.”
Kalau niatnya cuma mau jadi gubernur atau sekda, ya mending bikin game simulasi politik saja.
Tapi kalau niatnya memang murni demi pelayanan yang lebih baik, infrastruktur yang merata, birokrasi yang ramping, dan kesejahteraan rakyat?
Wah, itu baru layak dapat tepuk tangan dari rakyat kecil sampai warung kecil.
> “Kebaikan itu tidak datang dari pemekaran wilayah, tapi dari pemekaran nurani.”
— Gareng, filsuf jalanan
—
🌿 Harapan Warga: Provinsi yang Menyentuh, Bukan Cuma Menyuruh
Warga berharap, kalau provinsi ini jadi, jangan lupa sama:
Petani di pinggir Sungai Cisadane
Pemuda pengangguran yang butuh lapangan kerja
Pedagang kecil yang tiap hari buka lapak di pinggir rel
Ibu-ibu yang butuh air bersih dan harga beras stabil
Karena yang bikin provinsi itu indah bukan sekadar SK Presiden, tapi senyuman rakyatnya.
—
📢 Penutup ala Gareng:
> “Kalau Provinsi Tangerang Raya Darussalam ini beneran jadi, semoga bukan cuma jadi panggung baru buat elite. Tapi juga jadi pangkuan hangat untuk rakyat kecil yang tiap hari berjuang—dari pagi sampai malam, dari gaji ke gaji, dari utang ke utang.”
Semoga provinsi baru ini bukan cuma perubahan peta, tapi juga perubahan cinta untuk rakyat.
—
Reporter: Akbar, Kabiro Banten
Editor Ngakak: Gareng & Petruk, alumni demo damai dan ngopi santai
Media: garengpetruk.com
🗺️ #ProvinsiTangerangRayaDarussalam
📢 #PemekaranDenganNurani
🥁 #DarussalamBukanDramaSlam
📌 #NgakakTapiNangkep
















