Klaten, GarengNews – Tanpa setengah-setengah, Pemerintah Kabupaten Klaten dan warganya menyambut program pemutihan pajak kendaraan bermotor yang berlangsung dari 8 April hingga 30 Juni 2025 dengan antusiasme luar biasa! Saking semangatnya, suasana Samsat Klaten tiap hari seperti pasar malam—ramai, sumpek, tapi tetap bayar pajak. Luar biasa, kan?
Mas Hamenang, sang bupati yang namanya seperti doa agar selalu menang, langsung tancap gas. Semua camat dikumpulkan dan diperintahkan keliling desa untuk sosialisasi. Soalnya, jangan sampai rakyat mengira “pemutihan” ini adalah program pemutih gigi gratis!
“Bukan cuma diskon, Lur, ini pemutihan!”
Masyarakat Klaten sekarang semakin sadar pajak. Mereka mulai paham bahwa STNK warna kuning bukan gaya vintage, tapi tanda kendaraan sudah 20 tahun nggak bayar pajak! Untung sekarang nggak disemprot pakai cairan pemutih, tapi dikasih kesempatan bayar tanpa denda.
Menurut Bapak Muji Hartono, Kasi Pajak Samsat Klaten, “Banyak warga yang dulunya seperti bertapa selama 20 tahun tanpa bayar pajak, sekarang turun gunung semua!”
Wah, salut deh! Ini bukan sulap, bukan sihir, tapi efek pemutihan pajak!

Warga Klaten Makin Pintar, Kas Daerah Makin Gendut
Kendaraan bekas yang STNK-nya sudah ‘mati suri’, sekarang hidup lagi. Harga jual naik drastis, apalagi untuk mobil. Rasanya seperti sulapan—usap sedikit, langsung muncul duit!
Pendapatan Asli Daerah (PAD) Klaten pun langsung tersenyum lebar. Sudah terkumpul Rp 35 miliar dari program pemutihan ini. Semua uang langsung masuk sistem secara otomatis. Nggak perlu transfer tengah malam, nggak perlu main kode-kodean sama teller.
Kata Petruk: “Warga cerdas, negara sehat!”
Gareng senang sekali melihat warga Klaten kini sadar: bayar pajak itu bukan beban, tapi investasi masa depan. Kalau jalan rusak, sekolah bocor, puskesmas miring—itu karena pajak tidak masuk.
Tapi ya jangan cuma semangat kalau ada pemutihan doang. Bayar pajak itu seharusnya jadi kebiasaan, bukan hanya reaksi saat ada diskon. Ibarat pacaran, kalau cuma manis pas ultah doang, ya itu bukan cinta, itu modus!
Penutup dari Gareng: “Pemutihan bukan menghapus dosa, tapi meringankan beban ekonomi!”
Jadi, warga Klaten: ayo, manfaatkan pemutihan ini sebaik-baiknya. Samsat sudah siap, camat sudah keliling, tinggal kamu yang bergerak. Kalau masih malas, ya… Petruk siap narik telinga kamu!















