Oleh: Harian Nasional Gareng Petruk
TANGERANG – Pilkada Serentak 2024 sudah di depan mata, dan seperti biasa, pesta demokrasi ini tak sekadar soal memilih pemimpin. Di balik layar, ada ribuan pasukan yang sibuk mempersiapkan pengamanan di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Pada Senin sore (25/11/2024), Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, memimpin apel pergeseran pasukan dengan gaya tegas tapi tetap ramah.

“9.164 personil gabungan ini bukan hanya pasukan biasa. Mereka ini superhero di TPS,” canda Kombes Zain di sela-sela apel. Jangan salah, superhero di sini bukan yang bisa terbang atau menghilang, melainkan yang siap mengamankan suasana TPS dari hiruk-pikuk, hoax, hingga ulah iseng pelanggar pemilu.
TPS: Dari Kurang Rawan Hingga Rawan Sedikit Lebih Serius
Ternyata, di bawah payung hukum Polres Metro Tangerang Kota, TPS diklasifikasikan hanya dalam dua kategori: kurang rawan dan rawan. “Yang sangat rawan? Alhamdulillah, nihil,” ujar Kombes Zain sambil tersenyum lega.
Untuk kategori kurang rawan, satu tim Polri berisi dua personil bertugas menjaga enam TPS. Tapi kalau TPS-nya mulai “rada-rada rawan,” formasinya jadi lebih serius: dua polisi untuk dua TPS. Apa indikator kerawanannya? Mulai dari jarak TPS ke kantor polisi, potensi bencana alam, hingga “sejarah kelam” TPS yang pernah jadi lokasi pemungutan suara ulang.
“Kami sudah siap menempatkan superhero ini dari tanggal 26 hingga 28 November 2024. Jadi kalau ada ‘perang saraf’ di TPS, petugas sudah tahu cara menanganinya,” jelas Zain sambil menegaskan pentingnya menjaga situasi kondusif.
Pesta Demokrasi, Jangan Jadi Ajang Adu Drama
Seperti layaknya pesta, Pilkada diharapkan menjadi ajang yang menggembirakan. Tapi, kata Kombes Zain, jangan sampai pesta berubah jadi panggung drama. “Hati-hati terhadap hoax! Jangan jadi aktor antagonis yang mudah terprovokasi. Kalau ada apa-apa, lapor ke petugas, jangan malah jadi pahlawan kesiangan di media sosial,” pesannya dengan nada mengingatkan tapi tetap humoris.
Banten dan Tangsel: Menuju Masa Depan Cerah atau Sekadar Ganti Kostum?
Harapannya sederhana: Pilkada ini mampu melahirkan pemimpin yang membawa Banten dan Kota/Kabupaten Tangerang ke arah yang lebih baik. Tapi, seperti kata pepatah Gareng Petruk, “Pemimpin boleh ganti, tapi kalau warga masih suka ribut, apa bedanya?”
Jadi, mari kita kawal bersama jalannya Pilkada Serentak ini. Ingat, datang ke TPS bukan sekadar mencoblos, tapi menunjukkan bahwa kita, sebagai rakyat, juga punya kuasa. Karena, seperti kata Gareng, “Kalau demokrasi itu pesta, maka rakyat adalah tamunya. Jangan sampai tamu diusir gara-gara lupa etika.”















