JEMBER — Warga Jember diminta meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur perlintasan kereta api Pecoro – Rambipuji yang kini tengah jadi sorotan publik. Pasalnya, beberapa kecelakaan tragis terjadi dalam beberapa waktu terakhir, mengakibatkan keresahan dan kekhawatiran warga sekitar.
Perlintasan yang dulu hanya dikenal karena pemandangannya yang asri kini berubah jadi lokasi horor karena sejumlah pengendara nekat menyeberang tanpa tengok kiri-kanan. Padahal rel kereta bukan rel sirkus. Kalau dilanggar, akibatnya bisa fatal!
Langkah Antisipatif Ditingkatkan
Pihak PT KAI dan petugas keamanan wilayah telah memasang rambu tambahan dan meningkatkan pengawasan di lokasi. Rambu-rambu “awas kereta api”, spanduk imbauan, bahkan suara sirine tambahan turut dikerahkan agar warga tidak abai.
“Kami menghimbau kepada seluruh pengguna jalan agar tidak mengabaikan tanda peringatan dan memastikan kondisi aman sebelum menyeberang rel,” ujar salah satu petugas yang enggan disebut namanya, karena takut disangka petugas tilang.
Pengendara dan Pejalan Kaki Diminta Lebih Peduli
Bukan cuma pengendara motor, pejalan kaki pun ikut disasar edukasinya. Karena kadang yang jalan kaki lebih berani menyeberang, walau kereta sudah kelihatan sejengkal.
“Kereta itu bukan mantan. Dia nggak bakal berhenti cuma karena kamu galau di tengah rel,” kata warga bernama Pak Man, sambil menunjuk helm bolong bekas insiden.
Ayo Saling Ingatkan
Masyarakat diimbau untuk saling mengingatkan, seperti mengingatkan harga cabe kalau mulai naik, atau saldo rekening kalau mulai seret. Dalam hal ini, saling jaga keselamatan.
“Kalau ada yang nekat nerobos rel, tolong diingatkan. Jangan cuma jadi penonton TikTok,” ujar petugas sembari menyebar selebaran edukatif bertuliskan:
“Hidupmu Berharga, Jangan Ditukar dengan Ngebut Bodoh.”
OPINI GARENG-PETRUK:
“Rel Itu Bukan Jalan Ninja, Jangan Diterobos Kalau Masih Sayang Nyawa”
Di negara +62, kadang kita lebih takut telat kerja daripada telat hidup. Maka banyak yang nekad ngebut, nerobos palang pintu, sambil berharap keberuntungan turun dari langit.
Tapi hei, rel itu bukan tempat adu nasib. Rel itu tempat kereta lewat. Dan kereta, tidak akan berhenti hanya karena kamu sedang terburu-buru beli es teh.
Kata Gareng: “Keselamatan bukan soal takdir, tapi soal disiplin.”
Kata Petruk: “Kalau kamu bisa ngerem buat gebetan, masa nggak bisa ngerem pas liat rambu?”
Mari kita jaga perlintasan rel kita bersama. Jangan sampai yang melintas adalah ambulans, bukan kendaraanmu. Karena hidup cuma sekali, dan mati tertabrak kereta bukan pencapaian, tapi penyesalan.
Harian Nasional Gareng Petruk – Ngelawak Boleh, Ngelanggar Jangan
















