• Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
Rabu, April 29, 2026
Harian Nasional Gareng Petruk
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
  • Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Warga Dusun Kroman Gelar Kirab Budaya untuk Memohon Berkah Air

Dawet, Dupa, dan Doa: Tradisi yang Bikin Adem, Guyub, dan Bikin Ngakak Kalau Dipikir-pikir

maisput by maisput
November 3, 2025
in Berita Klaten, Berita Jawa Tengah
0 0
0
Warga Dusun Kroman Gelar Kirab Budaya untuk Memohon Berkah Air

Warga Dusun Kroman melakukan kirab budaya menuju Umbul Kroman, sebuah mata air yang berlokasi di dusun tersebut (Dok.Pribadi).

0
SHARES
60
VIEWS
Bagikan Ke FacebookBagikan Ke XBagikan Ke WhatsappBagikan Ke Google

READ ALSO

SITIE KEDELAK: Bukan Nama Jajanan, Tapi Cara Negara Nengok Anaknya

Ngopi Bukan Sekadar Seruput: Lapas Klaten Seduh Kinerja, Bukan Gosip

GARENGPETRUK.COM — KLATEN.
Ada-ada saja cara rakyat kecil menjaga alam dan adatnya. Di saat sebagian pejabat sibuk kirab proyek dan peresmian yang belum jadi, warga Dusun Kroman, Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom, Klaten, malah ngirab dawet buat minta berkah air.
Iya, dawet, mas! Minuman legendaris yang biasa diseruput siang bolong, kali ini dibawa keliling kampung sambil doa supaya mata air tetap jernih dan rejeki tetap ngalir.


🥤 Dawet Naik Panggung Spiritual: Dari Gelas ke Umbul

Hari Minggu (2/11), warga Dusun Kroman rame-rame bawa wadah berisi dawet menuju Umbul Kroman, sumber air alami kebanggaan desa.
Begitu sampai di lokasi, sesepuh dusun langsung buka “panggung alam” — bukan buat orasi politik, tapi buat komunikasi dengan bumi.
Dengan dupa dan sejen sebagai “bahasa alam”, mereka ngobrol lirih sama semesta.
Begitu doa selesai, dawet pun dituangkan ke sumber air — simbol harapan agar air tetap seger, ngalir lancar, dan masyarakatnya nggak kekeringan semangat hidup.


Umbul Kroman, sebuah mata air yang terletak di Dusun Kroman, Desa Mranggen, dengan air yang sangat jernih (Dok.Pribadi).

🧓 “Dawet Itu Simbol, Nak…” — Petuah Mbah Legiman

Waktu ditanya tim Gareng-Petruk soal kenapa dawet yang dipilih, Mbah Legiman — sesepuh yang rambutnya putih tapi logikanya bening — nyeletuk sambil senyum:

“Ya mungkin dulu habis jalan jauh capek, terus minum dawet biar seger. Lama-lama jadi tradisi. Dawet itu kan seger, biar air umbul juga seger.”

Nah, tuh! Kadang yang disebut “ritual mistis” ternyata cuma rasa logis yang diwariskan dengan hati-hati.
Dawet bukan cuma manis di lidah, tapi juga manis di niat — simbol bahwa hidup butuh kesegaran batin, bukan cuma saldo rekening.


🌿 Kirab Sakral, tapi Tetap Guyub dan Guyon

Tradisi ini sudah turun-temurun sejak zaman nenek moyang, digelar tiap 10 Jumadil Awal (kalender Jawa).
Uniknya, meski suasananya sakral, warga tetap santai dan penuh tawa.
Anak kecil lari-larian sambil bawa bunga, emak-emak selfie di depan umbul, bapak-bapak ngerokok sambil ngawasi kendi — suasana sakral tapi tetap rakyat banget!


🍛 Kenduren: Tradisi yang Tak Pernah Lapar Maknanya

Selesai prosesi, warga lanjut dengan kenduren — makan bareng, doa bareng, ketawa bareng.
Dawet yang tadi jadi sesajen, sekarang jadi teman makan.
Menu tradisional tersaji, aroma daun pisang, sambal, dan doa ngalir jadi satu.
Guyub rukun tanpa nunggu undangan resmi, tanpa protokol, tapi penuh makna sosial.


🧢 Kades Mranggen Punya Visi Segar: Umbul Kroman Jadi Wisata Air 2027

Kepala Desa Sutarman ikut hadir dan angkat bicara dengan nada optimis:

“Umbul Kroman ini nanti akan kita kembangkan jadi tempat wisata air tahun 2027. Fasilitasnya kita siapkan pelan-pelan.”

Weh, mantap, Pak Kades!
Dari dawet menuju destinasi wisata — transformasi yang seger dan legit!
Kalau nanti jadi tempat wisata, semoga tiketnya nggak lebih mahal dari segelas dawet, ya, Pak.


Warga Dusun Kroman berkumpul di halaman warga untuk menikmati es dawet dan dilanjutkan dengan kenduren (makan bersama) setelah mengikuti kirab budaya. Foto: Eko/Gareng Petruk.

💬 Celetukan Rakyat di Pinggir Umbul

“Airnya seger, tapi gosipnya lebih deras.” — Bu Ponirah, sambil nyeruput dawet
“Yang penting jangan sampai dawetnya di-PLN-kan, nanti airnya dimatiin dulu baru ngalir lagi.” — Pak Tarno, tukang becak filosofi
“Kirab ini bukti, kalau rakyat masih bisa bahagia tanpa Wi-Fi.” — Remaja lokal sambil selfie di depan umbul


💭 Catatan Gareng-Petruk: Humor Itu Air Kehidupan

Tradisi ini bukan cuma ritual, tapi cara rakyat menjaga keseimbangan antara iman dan tawa.
Dari dawet, dupa, sampai kenduren — semuanya jadi simbol sederhana bahwa manusia dan alam harus saling menyegarkan.

“Kalau dawet bisa nyegerin badan, tradisi bisa nyegerin jiwa.”
“Yang dituangkan bukan cuma minuman, tapi juga harapan agar hidup tetap ngalir.”


🌈 Penutup: Dari Umbul untuk Republik Lucu Indonesia

Dusun Kroman memang kecil, tapi semangatnya gede.
Mereka ngajarin kita bahwa adat bukan penghalang modernitas, tapi fondasi kebahagiaan.
Di saat dunia makin kering empati, warga Kroman justru basah oleh rasa syukur dan tawa.


GarengPetruk.com — Rakyat jenaka, lucu tapi cerdas, nyentil tapi bikin rindu.
Karena di setiap tetes air kehidupan, selalu ada cerita rakyat yang pantas ditertawakan — dan direnungkan. 💧

Pewarta: Eko Windarto
Editor: Tim Gareng-Petruk
Biro: Jawa Timur

Post Views: 507

Related Posts

SITIE KEDELAK: Bukan Nama Jajanan, Tapi Cara Negara Nengok Anaknya
Berita Klaten

SITIE KEDELAK: Bukan Nama Jajanan, Tapi Cara Negara Nengok Anaknya

Januari 15, 2026
Ngopi Bukan Sekadar Seruput: Lapas Klaten Seduh Kinerja, Bukan Gosip
Berita Klaten

Ngopi Bukan Sekadar Seruput: Lapas Klaten Seduh Kinerja, Bukan Gosip

Januari 15, 2026
Lapas Klaten Ikut Apel Virtual: Seragam Rapi, Zoom Nyala, Integritas Diuji
Berita Klaten

Lapas Klaten Ikut Apel Virtual: Seragam Rapi, Zoom Nyala, Integritas Diuji

Januari 12, 2026
Judul: Empat Pilar Diajari ke Gen-Z, Didik Haryadi Ngopi di Klaten: Dari Tukang Las ke Senayan
Berita Klaten

Judul: Empat Pilar Diajari ke Gen-Z, Didik Haryadi Ngopi di Klaten: Dari Tukang Las ke Senayan

Desember 20, 2025
HUTAN JATI DONOLOYO: SAKRAL, RINDANG, LAN KAYA CERITA – EDISI NGOPI BARENG SEMAR
Berita Sukoharjo

HUTAN JATI DONOLOYO: SAKRAL, RINDANG, LAN KAYA CERITA – EDISI NGOPI BARENG SEMAR

November 24, 2025
Atap Kelas Ambruk, Harapan Turut Rontok: SDN 02 Plosowangi Bertahan dengan Sekat & Doa
Berita Klaten

Atap Kelas Ambruk, Harapan Turut Rontok: SDN 02 Plosowangi Bertahan dengan Sekat & Doa

November 20, 2025
Next Post
Warga Desa Babadan: Nunggu Jembatan Diperbaiki, Tapi yang Datang Cuma Janji dan Debit Air

Warga Desa Babadan: Nunggu Jembatan Diperbaiki, Tapi yang Datang Cuma Janji dan Debit Air

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

7 Lokasi Wisata Di Sukamakmur Puncak Dua Bogor Yang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga

7 Lokasi Wisata Di Sukamakmur Puncak Dua Bogor Yang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga

November 29, 2024
Foto : Kolonel Laut (K) dr.R. Rukma Juslim, Sp.JP., FIHA. Wakamed RSPAL dr. Ramelan Surabaya.

RSAL Ramelan Surabaya Guncang Dunia Medis: “Thrombectomy” Jadi Jurus Pamungkas Kalahkan Penyakit Jantung Tanpa Pasang Ring!

Juli 20, 2025
Organ Tubuh: Saksi Bisu yang Mengungkap Kebenaran

Organ Tubuh: Saksi Bisu yang Mengungkap Kebenaran

April 30, 2025
Jonggol Segera Punya Jalan Tol Rp15,37 Triliun: Warga Siap-Siap!

Jonggol Segera Punya Jalan Tol Rp15,37 Triliun: Warga Siap-Siap!

Oktober 4, 2024
Keris Palembang: Senjata Khas dengan Keunikan dan Makna Mendalam

Keris Palembang: Senjata Khas dengan Keunikan dan Makna Mendalam

April 15, 2025

EDITOR'S PICK

Jajaran Tamu Kehormatan di Masjid Darussalam - Foto Oleh Mahar Aulia

GarengPetruk.com – Bogor | Tahun Baru Islam Dimeriahkan Duo Mulyadi: Dari Hikmah Hidup sampai Sindiran Halus Untuk Negeri

Juni 30, 2025
APEL SHOLAWAT KEBANGSAAN DI JEMBER: SHOLAWATAN, SEMBAKOAN, DAN SEMANGAT KEBANGKITAN NASIONAL YANG MAKIN NGE-HITS!

APEL SHOLAWAT KEBANGSAAN DI JEMBER: SHOLAWATAN, SEMBAKOAN, DAN SEMANGAT KEBANGKITAN NASIONAL YANG MAKIN NGE-HITS!

Mei 24, 2025
Kupas Tuntas: 25 Program Bombastis Paslon Cabup dan Cawabup Nomor 2 Kabupaten Bombana

Kupas Tuntas: 25 Program Bombastis Paslon Cabup dan Cawabup Nomor 2 Kabupaten Bombana

November 29, 2024
GARÈNG PETRUK EDISI KAGET CAMPUR MUNTEG “Polri Bongkar Grup Incest di Medsos: Dari Fantasi Nyeleneh ke Fantasi Masuk Bui”

GARÈNG PETRUK EDISI KAGET CAMPUR MUNTEG “Polri Bongkar Grup Incest di Medsos: Dari Fantasi Nyeleneh ke Fantasi Masuk Bui”

Mei 20, 2025

Tentang GarengPetruk.com

Harian Nasional Gareng Petruk

“Harian Nasional Gareng Petruk – berita tajam, jujur, dan kritis, disampaikan dengan humor segar ala warung kopi.”

Follow us

Kategori

Recent Posts

  • Nyantri, Nyakola, Nyunda: Mahasiswa Turun Desa, Bukan Turun Gengsi
  • SITIE KEDELAK: Bukan Nama Jajanan, Tapi Cara Negara Nengok Anaknya
  • Ngopi Bukan Sekadar Seruput: Lapas Klaten Seduh Kinerja, Bukan Gosip
  • Lapas Klaten Ikut Apel Virtual: Seragam Rapi, Zoom Nyala, Integritas Diuji
  • Jurnalis Gareng Petruk
  • Redaksi Harian Nasional Gareng Petruk
  • Pedoman Media Siber

© 2023 GarengPetruk.com - Portal Berita Nasional Ahliaiti.

No Result
View All Result
  • Beranda Rakyat Jelata
  • Tentang Gareng Petruk
    • Jurnalis Gareng Petruk
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik Jurnalis Gareng Petruk
  • Merchandise
  • Indeks
  • Redaksi Harian Nasional Gareng Petruk
  • Login
    • Account
    • Dashboard
    • Edit

© 2023 GarengPetruk.com - Portal Berita Nasional Ahliaiti.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In