Para Tokoh Lintas Agama Jangan Lelah Berikhtiar Merawat Kerukunan di Masyarakat
Polanharjo, Klaten — Di tengah dunia yang makin doyan ribut meski hanya gara-gara beda topping seblak, para tokoh lintas agama di Klaten justru menunjukkan kelas: adem, ayem, dan siap jadi pendingin suasana!
Acara halal bihalal yang digelar di rumah KH Hartoyo (MUI Klaten) itu bukan sekadar ajang salam-salaman dan berburu opor. Lebih dari itu, ini adalah forum upgrade jiwa kerukunan—yang kalau kata Wakil Ketua FKUB Klaten, Ir. Sunarso, “Jangan lelah, Lur! Rukun itu bukan cuma urusan mulut, tapi urusan hati, pikiran, dan juga jempol!”
Ya, betul. Jempol. Karena kadang keributan zaman now bukan datang dari mimbar, tapi dari status medsos yang sok bijak tapi faktanya cuma hoaks.
“Kita ini tokoh agama, tokoh masyarakat, bukan tukang provokasi dadakan,” ujar Pak Sunarso dengan wajah penuh semangat, seperti ustaz motivator yang baru saja minum jamu strong.
Beliau menekankan bahwa masalah seperti pendirian rumah ibadah yang kadang bikin suasana jadi panas-panas kuku, seringnya sih cuma karena komunikasi yang mandek di tengah jalan.
“Bukan karena niat jahat, tapi karena sinyalnya lemah,” kata beliau.
Sinyal lemah, Lur, bukan sinyal HP—tapi sinyal hati.
NKRI: Nasi, Kerukunan, dan Rasa Ikhlas
Pak Sunarso juga mengingatkan bahwa fondasi negara ini dibangun bukan pakai cor semen biasa, tapi dengan bahan langka: saling toleransi, saling mengerti, dan saling mengisi. Jadi, kalau ada yang doyan nyebar ujaran kebencian, itu berarti sedang mencoba bobol tembok rumah kita bareng-bareng: NKRI.
Dan yang paling penting, kata beliau, “Jangan langsung share berita! Cek dulu, jangan asal ‘klik, kirim, jadi dosa berjamaah!’”
Fix. Ini sindiran halus buat para warganet yang jempolnya lebih cepat dari otaknya.
Gareng: “Wah, Petruk… ini keren banget!”
Petruk: “Iya, Le… Mereka itu kayak pendingin ruangan di tengah panasnya politik dan perbedaan. Adem tenan!”
Gareng: “Harusnya banyak orang ikut contoh mereka. Biar negeri ini nggak kayak grup WhatsApp keluarga yang isinya cuma debat minyak goreng naik sama debat cucu siapa paling lucu.”
Akhir kata, warga Klaten dan sekitarnya, mari kita rawat kerukunan ini. Kalau kata Pak Sunarso: Rukun, rukun, rukun. Kalau kata Gareng-Petruk: Rukun itu nggak berat, asal niatnya lurus dan jempolnya cerdas.
Salam damai, salam satu negara, dan jangan lupa ngopi bareng tetangga beda keyakinan. Siapa tahu cocok jadi mertua.
#KerukunanItuKeren #TokohLintasAgamaOnFire #GarengPetrukNgabari
















