INHU, 19 Mei 2025 – “Kalau sabu bisa bikin terbang, ya wajar mereka sekarang mendarat… di balik jeruji besi.”
— Gareng, sambil ngopi pahit, biar hidup nggak makin pahit.
Sahabat berita sekalian, kali ini kita tidak membahas longsor atau banjir, tapi longsornya akhlak dan banjir dosa dua orang pria dari Dusun Peladangan Indah, Kecamatan Batang Peranap. Candra Siregar (32) dan Gonggom Matondang (36) harus merelakan mimpi jadi ‘bos sabu’ berhenti di Polsek Peranap, setelah keduanya diringkus dini hari oleh tim pimpinan Ipda Yusmar, SH.
Kata polisi, sabu-sabu yang mereka bawa bukan produk lokal, bukan pula oleh-oleh dari mudik, tapi dipasok langsung dari Provinsi Jambi. Bukan untuk ditaburkan di kebun, tapi disebar ke syaraf-syaraf yang lemah iman.
Temuan polisi:
24 plastik klip sabu di kotak rokok (bisa buat 24 kepala pening)
5 klip tambahan di kamar Gonggom (mungkin buat paket bundling)
Uang tunai Rp1,5 juta (diduga bukan hasil jualan cilok)
Plastik kosong & alat-alat “laboratorium gelap”
Petruk nyeletuk lirih:
“Wong hidup susah itu biasa, tapi nyari jalan pintas pakai sabu itu jelas nggak masuk akal. Wong pinter itu cari peluang, bukan cari pelanggaran!”
Tak cukup di situ, pengakuan Gonggom menguak kalau mereka ini bagian dari jaringan sabu lintas provinsi. Wah, bener-bener ‘usaha’ mereka sudah ekspansi. Cuma sayangnya, bukan start-up, tapi start-hancur.
Sindiran Halus dari Gareng & Petruk:
Kalau petani saja bisa tanam padi, kenapa sebagian anak muda malah tanam masalah?
Kalau mau viral, bikin karya, bukan bikin kisah di BAP polisi.
Negara susah lawan kartel narkoba, apalagi kalau warganya malah jadi cabang distribusi.
Kapolres Inhu, AKBP Fahrian Saleh Siregar, S.I.K., M.Si melalui Aiptu Misran, menegaskan bahwa kedua tersangka akan dijerat pasal berat, bukan pasal ringan kayak nyerobot antrian hajatan.

Pesan Penutup dari Petruk:
“Kalau masa depanmu masih pengen cerah, jauhi sabu dan kawan-kawannya. Karena satu sedotan sabu, bisa nyedot hidupmu sampai ludes!”
Gareng nambahin, sambil ngetik laporan:
“Dan buat warga yang udah bantu lapor: kalian luar biasa! Karena melawan narkoba itu bukan tugas polisi saja, tapi tugas kita semua. Ya, termasuk yang baca ini sambil rebahan.”
Tertangkapnya Candra dan Gonggom bukan akhir cerita, tapi peringatan keras:
Jangan main-main dengan barang haram. Karena kalau kamu main sabu, ujungnya bukan bahagia… tapi bahaya.















