Sumenep, Kota Seribu Santri dan Satu Tanggul Bocor – Ada air mengalir, ada tanggul jebol, dan ada yang gregetan karena ulah “si tangan usil tak bertuan”. Di Desa Patean, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, tanggul sungai yang seharusnya jadi benteng pertahanan rakyat dari luapan air malah jebol dengan gaya dramatis—persis kayak hubungan LDR yang ditinggal pas lagi sayang-sayangnya.
Kapolres Sumenep, AKBP Rivanda, S.I.K., bukan cuma duduk manis di kantor sambil ngopi. Beliau turun langsung ke medan eh, maksud kami, lokasi tanggul jebol. Ditemani pasukan dan bala bantuan dari PUPR serta sang Kades yang tampak deg-degan (mungkin takut ditanya, “Kok bisa bocor, Pak?”), peninjauan berlangsung dengan penuh semangat dan sedikit aroma sindir-sindiran.
Tapi, saudara-saudari sebangsa dan setanggul, ini bukan sekadar kasus “alam tak bersahabat”. Ada dugaan serius bahwa tanggul tersebut dilubangi—iya, dilubangi—secara sengaja. Ini bukan tanggul yang lagi diet atau skincare-an biar glowing, tapi korban dari ulah oknum misterius yang diduga sengaja mempercepat kehancuran. Wah, niat banget!
“Ini bukan main-main, Mas Petruk. Ini menyangkut nyawa dan harta masyarakat,” ujar Kapolres dengan sorot mata tajam, lebih tajam dari ujung pacul. Ia berjanji akan menyelidiki siapa dalang di balik lubang, dan kalau ketemu, siap-siap diciduk!
Langkah mitigasi pun mulai disusun. Polres Sumenep akan mengundang warga untuk rembug bareng. Bukan buat arisan atau lomba joget TikTok, tapi membahas solusi agar kejadian ini tak terulang. Karena, ya masa iya, tanggul bisa jebol berkali-kali karena lubang yang “tak beridentitas”?
Dalam suasana yang penuh keprihatinan, terselip juga harapan. Semoga warga makin sadar bahwa menjaga tanggul bukan cuma tugas pemerintah. Kalau lingkungan rusak, air meluap, dan rumah kebanjiran, yang rugi ya kita semua. Jadi, mari jaga tanggul, sebelum tanggul menjebol kita semua—secara mental dan material.
Pesan moral ala Gareng-Petruk:
Jangan cuma nyalahin hujan. Kadang yang bikin banjir bukan langit, tapi manusia yang lubangin tanggul, lalu ngumpet di balik lemari kemunafikan. Kalau nggak bisa bantu nambal, ya jangan nambah masalah. Gitu aja, kok repot?
(Redaksi GarengPetruk.com, tempat di mana satire dan sindiran diramu dengan tawa, bukan dengan drama.)
















