
Banten, (1 Desember 2024) – Kalau saja Gareng dan Petruk jadi wartawan, barangkali headline beritanya akan berbunyi, “Mesin Organisasi Jangan Seperti Angkot Mogok, yang Penting Jalan Bareng!”. Begitulah kira-kira gambaran suasana restrukturisasi organisasi Pasukan 08 di DPD Provinsi Banten yang dipimpin oleh Akbar Hariman. Sang Ketua DPD ini dengan lugas—tapi tetap penuh sindiran halus—mengajak seluruh pengurusnya untuk aktif bekerja, bukan sekadar jadi penumpang yang duduk nyaman tanpa berkontribusi.
“Pilpres dan Pilkada sudah selesai, Saudara-saudara. Sekarang waktunya kita fokus pada kerja nyata. Kita jalankan program kerja yang benar-benar menyentuh rakyat. Jangan mimpi tiba-tiba sejahtera tanpa usaha. Ini bukan bimsalabim, kawan-kawan. Saya butuh semua pengurus kerja bareng, bukan sekadar nonton saya kerja,” ujar Akbar dalam sambutannya.

Mesin Organisasi Harus “Nyala”, Bukan Mogok di Tengah Jalan
Royke Marpaung, Ketua Organisasi dan Kaderisasi (OKK) DPP Pasukan 08, menyambut baik langkah restrukturisasi yang dilakukan DPD Banten. Dalam bahasa khasnya, Royke mengingatkan, “Mesin organisasi itu harus nyala terus. Kalau ada yang mogok, ya ganti. Jangan biarkan organisasi jadi seperti becak tua yang ngadat di tengah tanjakan!”
Rencana restrukturisasi ini akan melibatkan evaluasi menyeluruh terhadap struktur pengurus tingkat DPD dan DPW. Semua hasilnya akan dilaporkan ke Ketua Umum, Arfian, dan Sekjen Frendy Wongkar. Dengan harapan, mesin organisasi di Banten tidak hanya jalan, tapi juga melaju kencang untuk membawa manfaat nyata bagi anggotanya.

Sindiran Lembut untuk yang Masih Jadi “Penumpang”
Tidak lupa, Akbar kembali menegaskan kepada para pengurus bahwa organisasi ini bukan tempat santai-santai. “Ayo, terbang bareng-bareng, jangan cuma jadi penumpang. Kalau hanya duduk diam, mending pindah ke angkot, kan nggak butuh kerja keras,” candanya. Namun, di balik lelucon itu, ada pesan tegas: semua anggota harus ikut andil dalam perjuangan organisasi.
Rakyat Menunggu, Jangan Sibuk di Zona Nyaman
Dengan Pilpres dan Pilkada yang sudah berlalu, Pasukan 08 Banten berkomitmen untuk fokus menjalankan program kerja kerakyatan. Akbar menegaskan bahwa upaya mensejahterakan anggota tidak bisa instan. “Proses itu penting. Jangan berharap kaya tanpa usaha. Kita mulai dari kerja kecil, lalu pelan-pelan kita bawa organisasi ini jadi rumah sejahtera untuk semuanya.”
Semoga, dengan restrukturisasi ini, Pasukan 08 di Banten benar-benar jadi “pesawat terbang” yang membawa anggotanya menuju kemajuan, bukan sekadar angkot yang berputar-putar di terminal tanpa tujuan. Dan kalau pun ada “penumpang gelap” yang malas bekerja? Ya, seperti kata Royke, “Ganti!”
















