Manado, (1 Desember 2024) – Kalau saja Gareng dan Petruk turut hadir di Sulawesi Utara, mungkin komentar mereka sederhana, “Yang naik tronton, tolong jangan tidur, ya. Kalau nggak kuat lari, jangan jadi penumpang gelap.” Begitulah kira-kira semangat yang dibawa Ketua DPD Pasukan 08 Sulut, Sofian Malonda, saat mengumumkan reshuffle pengurus dari tingkat DPD hingga DPW.

Dengan gaya bijaksananya, Sofian menegaskan, “Yang bagus dan solid, tentu saya pertahankan. Yang belum bagus, kita sempurnakan. Kita bina supaya makin kuat. Ini tentang menyatukan barisan, bukan cuma numpang nama.”

Tronton Demokrasi: Simbol Perjuangan Kreatif dan Beradab
Pasukan 08 Sulut dikenal sebagai pasukan yang unik. Pada masa kampanye Pilpres, mereka berhasil menyatukan berbagai warna partai dalam satu “Tronton Demokrasi” yang jadi sejarah tersendiri di Sulut. Dari Gerindra, Demokrat, Golkar, hingga PDIP pernah ikut diangkut oleh tronton ini. “Kita bukan cuma menyatukan suara, tapi juga menyatukan hati rakyat. Itu perjuangan yang kreatif dan beradab,” ujar Sofian bangga.

Meski kandidat Gubernur yang mereka dukung kalah, Sofian tetap berbesar hati. “Kita juara di mata rakyat karena telah berjuang dengan cara yang baik. Saya menyebut kita ini People Winner, pemenangnya rakyat. Kita berhasil memenangkan kepala daerah di Kota Manado, Tomohon, Minahasa Utara, dan lainnya. Ini bukti kerja keras kita bersama.”
Selamat untuk Lawan, Sebagai Pengingat untuk Pemerintah
Ketua Umum Pasukan 08, Arfian, juga ikut menyampaikan pesan damai dalam suasana pasca-kontestasi politik di Sulut. Dengan sikap sportif, ia mengucapkan selamat kepada YSK Victor yang terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut. “Kami akan mendukung pemerintahan ini, menjadi penyambung aspirasi rakyat, sekaligus pengingat kalau ada hal yang perlu diperbaiki. Politik itu soal mengabdi, bukan sekadar menang-menangan,” tegasnya.

Namun, seperti biasa, Arfian tak lupa menyisipkan sedikit sindiran halus. “Bagi kami, politik yang beradab itu penting. Mendengar aspirasi rakyat itu wajib. Kalau perlu kreatif, ya silakan. Tapi jangan lupa etika. Sulut ini kan tanah demokrasi, jangan sampai yang terpilih malah lupa turun dari panggung.”
Gerbong Perubahan dan Semangat Baru
Sofian Malonda menutup dengan janji bahwa reshuffle ini bukan sekadar formalitas. “Draft susunan pengurus baru akan segera kami selesaikan. Ini bukan soal mengganti orang, tapi memperkuat tim. Bersama kita bisa bekerja untuk rakyat Sulut.”

Pesan Sofian kepada para anggota juga cukup tegas namun tetap menyenangkan, “Kalau nggak mau ikut lari, jangan naik tronton. Kalau cuma mau foto-foto, lebih baik di pinggir jalan saja. Ini waktu untuk bekerja, bukan jalan-jalan.”
Dengan semangat “Tronton Demokrasi” yang pernah mereka usung, Pasukan 08 Sulut kini siap melaju ke gerbong perubahan berikutnya. Jangan sampai ada yang tertinggal di halte, ya!
















