Banyuwangi – GarengPetruk.com – Semarak Agustusan memang bikin hati riang, tapi sayangnya bikin masyarakat Banyuwangi juga… pusing tujuh keliling. Pasalnya, Selasa pagi (19/8/2025), ketika warga datang mengurus surat perizinan di Kantor PUCKPP, pelayanan malah mandeg lantaran para pegawai sibuk ikut lomba-lomba tujuhbelasan.
“Indonesia memang merdeka, tapi rakyat kecil malah belum merdeka dari antrean panjang,” celetuk salah seorang warga yang kesal karena urusannya tertunda hingga lewat jam kerja.
Warga menilai, lomba boleh saja meriah, tapi pelayanan publik mestinya tetap jalan. “Kita taat aturan, ngurus surat juga sesuai prosedur. Tapi kalau pegawainya malah sibuk lomba, kapan rampungnya? Apa harus nunggu pemenang lomba makan kerupuk dulu baru pelayanan dibuka?” sindir warga dengan nada getir.
Seorang ibu bahkan mengaku sampai pukul 09.30 WIB, berkasnya tak kunjung diproses. “Masa pelayanan dihentikan gara-gara lomba? Harusnya kan ada petugas piket. Kami rakyat kecil jadi kecewa, wong cuma butuh tanda tangan kok rasanya kayak mau lomba tarik tambang,” ungkapnya.
Ironisnya, kegiatan lomba berlangsung tepat di jam kerja dinas, yang semestinya menjadi waktu emas masyarakat mendapat layanan. “Kalau memang mau ikut lomba, ya bikin cuti bersama. Jangan pelayanan dipakai taruhan hadiah doorprize,” kata seorang bapak sambil geleng-geleng kepala.
Akhirnya, yang meriah memang lomba, tapi yang muram justru wajah masyarakat. Agustusan sejatinya jadi pesta rakyat, tapi jangan sampai pelayanan publik ikut dipasung dalam euforia. Kalau begitu, yang disebut “merdeka” hanya pegawainya, bukan rakyatnya.















