Pembuka Menggelitik Pikiran:
Klaten — Rabu pagi (12/11/2025) suasana Desa Srebegan, Ceper, mendadak kayak sinetron “Desa Berdarah Dingin”. Puluhan warga berdatangan ke kantor desa bukan buat ambil BLT, tapi buat protes pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang rencananya mau nongol di atas lapangan kebanggaan warga.
Lapangan yang tiap sore jadi arena sepak bola, tempat bapak-bapak ngopi sambil nyoraki striker “pikun arah gawang”, kini terancam berubah jadi lahan jualan. Warga kompak bilang, “Kami dukung koperasi, tapi jangan injak rumput kebanggaan!”
Sumardi, tokoh masyarakat yang biasanya kalem, kali ini nyerocos lebih pedas dari sambal bawang:
“Kami bukan anti-KDMP. Kami cuma minta waras: masa lapangan umum mau ditukar jadi tempat dagang? Tanah desa kan masih banyak, Mas!”
Musyawarah pun digelar. Lengkap: ada Camat, Kapolsek, Danramil, dan tentu saja warga yang udah naik tensinya. Tapi sayang, bukannya adem, malah panas. Kepala desa disebut warga “agak ngebut ngomongnya” alias nada tinggi. Akhirnya, forum bubar sebelum sempat nyeruput teh.

Catatan Semar:
Kalau lapangan desa aja bisa dijual logika, nanti rakyat bisa disuruh main bola di Excel, kali? ⚽📄
Warga Srebegan nggak minta banyak, cuma pengen ruang hijau tetap hijau — bukan hijau duit semata.
🟨 Rubrik: Kabar Wong Cilik | GarengPetruk.com – Media Waras di Negeri yang Kadang Lucu Sendiri.
















