Oleh: Gareng & Petruk
Waduh, Kang Gareng, ada kabar yang bikin jidat panas dingin! Di lereng Gunung Bromo, Semeru, Tengger, ditemukan ladang ganja yang subur makmur. Padahal katanya tanah di sana cocok buat kentang, wortel, atau stroberi. Lha kok ini malah yang tumbuh daun ‘surga’?
Jangan-jangan ini proyek green economy versi swadaya? Atau ada program rahasia: “Bromo Mendunia dengan Ganja Berjuta Rasa”?
Dari Wisata Kabut ke Wisata Ganja?
Selama ini Bromo terkenal dengan lautan pasir, sunrise yang bikin baper, sama kabut yang bikin suasana romantis. Tapi kalau beneran ada ladang ganja, wah bisa jadi paket wisata baru: “Datang Lihat Sunrise, Pulang Lihat Pelangi.”
Coba bayangin, kalau para turis asing tahu soal ini, bisa-bisa mereka ganti rencana. Yang tadinya mau foto-foto di Bukit Teletubbies, malah sibuk nge-booking camping ground di dekat ladang ajaib.
Tapi tunggu dulu, ini bukan wisata, ini kriminal! Hukum bilang ganja masih ilegal di Indonesia. Jadi yang punya ladang ini bisa-bisa bukan cuma nge-fly, tapi juga nge-jeruji!

Tuan Tanah Misterius, Siapa Dia?
Nah, ini yang bikin penasaran, Petruk. Siapa pemilik ladang ini? Warga lokal kah? Investor besar kah? Atau ada sponsor yang lebih ‘kuat’?
Biasanya kalau ada kasus begini, yang ketangkep duluan tuh petani kecil. Yang nanem, yang nyiram, yang gak tahu apa-apa selain cari makan. Sementara bos besarnya? Ah, biasa… kabur entah ke mana, atau malah duduk nyaman sambil ngeteh di vila mewah.
Jangan-jangan ini sindikat kelas kakap. Atau jangan-jangan ada oknum yang pura-pura buta?

Hukum, Jangan Pilih Kasih!
Kalau warung kecil jualan rokok ilegal aja bisa dirazia, masa ladang ganja segede itu baru ketahuan sekarang? Aparat kemana aja? Nunggu panen dulu baru bertindak?
Kalau yang ditangkep nanti cuma petani kecil, ini bahaya. Hukum jangan cuma tajam ke bawah, tumpul ke atas. Semua yang terlibat harus kena, bukan cuma ekor-ekornya.
Lagian, kalau hukum di Indonesia masih tegas bilang ganja itu haram, ya tegakkan dengan adil! Jangan ada pengecualian buat orang berkantong tebal.

Kesimpulan: Rakyat Jangan Dibikin Fly!
Kasus ini harus jadi pelajaran. Indonesia masih melawan narkotika, jadi jangan sampai ada pembiaran terhadap ladang semacam ini. Kita perlu pertanyaan besar:
- Kok bisa ladang segede itu baru ketahuan sekarang?
- Siapa yang sebenarnya diuntungkan?
- Jangan-jangan, rakyat yang malah kena efek fly dari sistem hukum yang setengah sadar?
Wahai aparat, wahai wakil rakyat, jangan sampai rakyat makin yakin kalau keadilan di negeri ini seperti ganja: banyak yang tahu manfaatnya, tapi tetap dianggap haram kalau buat rakyat kecil!
















