• Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
Sabtu, Mei 2, 2026
Harian Nasional Gareng Petruk
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
  • Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

MERINDING!!! Surat Mualem ke Presiden Prabowo: “Pulau Kami, Harga Diri Kami!”

maisput by maisput
Juni 24, 2025
in Berita Aceh
0 0
0
MERINDING!!! Surat Mualem ke Presiden Prabowo: “Pulau Kami, Harga Diri Kami!”
0
SHARES
8
VIEWS
Bagikan Ke FacebookBagikan Ke XBagikan Ke WhatsappBagikan Ke Google

“Pulau boleh kecil, tapi harga diri kami gede, Pak! Jangan diukur pakai koordinat, tapi pakai kenangan dan darah sejarah!”

 

READ ALSO

GarengPetruk.com – Jakarta “Prabowo Copot Peta, Tempel Ulang Empat Pulau ke Aceh!”

Prabowo Turun Gunung: Empat Pulau, Dua Provinsi, dan Satu Kepala Negara Jadi Wasit

Aceh – Kalau Anda merasa pagi ini biasa saja, coba baca surat Mualem.
Langsung merinding, Mas!
Surat terbuka itu bukan kaleng-kaleng — bukan juga surat undangan hajatan, tapi surat dari mantan panglima jadi gubernur, kepada mantan lawan jadi presiden.

Muzakir Manaf alias Mualem, mantan petinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM), kini Gubernur Aceh — menulis surat dengan tinta sejarah dan air mata geografi.
Empat pulau yang katanya milik Aceh, tiba-tiba pindah domisili ke Sumatera Utara.
Lha ini pulau atau KK elektronik?

 

Dari Musuh Jadi Saudara, Kini Kok Dihadiahi Kepmen?

Surat Mualem dibuka dengan kalimat manis tapi pedas, seperti rujak Aceh:

“Dulu kita pernah berseberangan, saya di hutan, Bapak di militer. Kini kita berjalan bersama dalam Republik.”

 

Wah, ini bukan cuma nostalgia. Ini semacam pengingat bahwa damai itu susah payah dicapai, jadi jangan dikacaukan pakai Kepmen nyasar.

Tapi rakyat bingung, kok bisa pulau jalan sendiri?

Apa karena saking kecewanya, dia pindah KTP? Atau dia dijual di marketplace birokrasi?

 

Pulau Itu Bukan Tanah, Tapi Harga Diri

“Pulau itu bukan soal luas wilayah, tapi soal kehormatan.”

Kata Mualem, dari zaman Kesultanan Aceh sampai era selfie sekarang, pulau-pulau itu sudah jadi bagian Aceh.

Ada musholla, ada rumah nelayan, bahkan ada patok batas buatan sendiri, bukan patok fiktif kayak yang sering dibahas di DPR.

 

Dari tahun 2018, Aceh katanya sudah ngirim surat keberatan. Tapi ya itu, kalau surat sudah dikirim ke Jakarta, entah mampir ke mana dulu…

Mungkin nyasar ke rak ‘surat tak dibaca’, atau dimasukkin grup WA birokrasi yang isinya cuma stiker dan “terima kasih atas masukannya”.

 

Satu Pulau, Seribu Tafsir

Pulau Mangkir Besar, Mangkir Kecil, Lipan, dan Panjang — ini bukan nama-nama warung nasi, lho. Ini nama pulau yang katanya diambil alih pelan-pelan lewat Kepmendagri.

Satu tahun diserahkan lewat Kepmen 050-145 Tahun 2022, dua tahun kemudian disahkan lagi lewat Kepmen 300.2.2-2138 Tahun 2025.

Warga Aceh bingung:
“Ini pulau kami, kok mendadak ikut keluarga sebelah?”

Padahal belum ada sidang keluarga. Apalagi ba-bi-bu.

 

Kritik Satir ala Gareng dan Petruk:

Pulau-pulau itu seperti cinta lama: pernah dimiliki, tapi direbut orang tanpa izin.

Kalau Kepmen jadi cara pindahin wilayah, jangan-jangan nanti warung kopi juga pindah kabupaten?

Administrasi itu bukan alat sulap. Kalau Aceh punya bukti sejarah, kenapa tidak didengar?

Pesan Mualem: Jangan Robek Luka yang Sudah Dijahit

Mualem tidak datang dengan emosi. Beliau datang dengan ingatan panjang tentang konflik, damai, dan harapan.
Ia bilang:

“Kami tidak minta lebih dari yang seharusnya. Kami hanya ingin agar luka yang telah kita jahit bersama tidak kembali robek.”

 

Ini bukan soal klaim daerah, ini soal martabat.

Sebab di Aceh, tanah itu tidak dijual, tapi diwarisi.

Dan jika empat pulau itu hilang dari peta Aceh, maka yang hilang bukan cuma daratan, tapi rasa percaya.

 

Gareng & Petruk Menyimpulkan

“Negara ini besar bukan karena luasnya saja, tapi karena adilnya rasa memiliki setiap daerah.”

 

Pak Presiden Prabowo yang terhormat,
Kalau dulu musuh bisa jadi sahabat,
masa sekarang sahabat dikasih kejutan yang bikin nyesek?

Mari dengarkan Aceh.
Bukan karena mereka pernah mengangkat senjata, tapi karena sekarang mereka memilih menjaga perdamaian, dengan harga yang mahal — yaitu harga diri.

 

Catatan Redaksi:
Kalau pulau bisa ngomong, dia mungkin akan bilang:

“Kapan saya disidang? Tahu-tahu saya ganti KTP.”

Kami rakyat cuma ingin peta Indonesia itu jujur.

Bukan hasil copy-paste birokrasi.
Karena tanah itu bisa dibagi,
tapi harga diri? Enggak bisa dicicil.

Surat dan opini kritis seperti ini bisa dikirim ke: garengpetrukindonesia@gmail.com

Disunting oleh: Tim GarengPetruk bagian hati & logika, Diseduh dengan kopi Aceh, dibumbui cinta pada Republik

Surat Terbuk

“Pulau Kami, Harga Diri Kami!”

Bapak Presiden yang saya hormati, H Prabowo Subianto, sahabat seperjalanan, yang dulu pernah menjadi lawan, kini menjadi saudara dalam cita-cita besar Republik.

Izinkan saya menulis surat terbuka ini. Bukan sekadar sebagai Gubernur Aceh, melainkan sebagai seorang anak bangsa yang pernah berseberangan jalan dengan bapak, tetapi kini dipertemukan oleh jalan damai dan persatuan.

Barangkali tak banyak pemimpin republik ini yang memahami Aceh sedalam bapak. Dahulu, kita pernah berdiri di dua sisi berbeda dari sejarah. Saya di hutan-hutan Aceh, memimpin pasukan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), memperjuangkan hak-hak rakyat kami.

Bapak kala itu berdiri sebagai bagian dari militer Indonesia, menjaga kedaulatan negara ini. Kita pernah berhadapan dalam pertempuran yang getir, di tengah darah dan air mata rakyat Aceh.

Namun sejarah menuntun kita ke jalan yang tak pernah kita bayangkan sebelumnya. Perjanjian damai Helsinki membuka pintu persatuan. Senjata kami letakkan, dendam kami kubur, dan kami memilih berjalan bersama dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jalan itu tidak mudah, tetapi kami berani melangkah, demi anak cucu Aceh yang haus damai.

Sejak 2012, saya menambatkan kepercayaan politik saya kepada bapak. Ketika banyak pihak mempertanyakan pilihan politik saya itu, saya meneguhkan hati bahwa bapak dapat dipercaya. Ketika banyak pihak ragu, saya percaya pada keberanian dan ketulusan bapak.
Dalam kemenangan maupun kekalahan, kami berdiri di belakang bapak, hingga hari ini, ketika bapak memimpin negeri ini sebagai Presiden Republik Indonesia.

Namun kini, luka lama seakan menganga kembali. Empat pulau kami, Mangkir Besar, Mangkir Kecil, Lipan, dan Panjang telah dialihkan ke Sumatera Utara melalui Kepmendagri 050-145 Tahun 2022 dan dikukuhkan lagi dengan Kepmendagri 300.2.2-2138 Tahun 2025.

Bagi sebagian orang, ini mungkin sekadar urusan administratif. Namun bagi kami, orang Aceh, tanah adalah kehormatan. Harga diri kami. Keempat pulau itu bagian dari sejarah kami sejak masa Kesultanan Aceh.

Sejak 1965, Pemerintah Daerah Istimewa Aceh telah menetapkan pengelolaannya melalui SK No. 125/IA/1965. Bahkan dalam masa damai, kami membangun mushalla, rumah singgah nelayan, hingga patok-patok batas yang sah.

Sejak 2018, kami telah berulang kali mengajukan keberatan resmi kepada pusat. Surat demi surat kami kirimkan. Data kami lengkapi. Namun semua seolah hilang dalam riuh rendah birokrasi.

Bapak Presiden, saya menulis bukan dalam semangat permusuhan. Tidak. Saya menulis sebagai saudara lama bapak. Kita pernah bertempur, kini berjalan dalam satu barisan. Saya percaya, dalam hati seorang prajurit seperti Bapak, kehormatan wilayah dan keadilan rakyat adalah sesuatu yang suci.

Izinkan kami memohon:

Bukalah kembali proses verifikasi. Hadirkan kembali dialog yang adil. Kembalikan keempat pulau itu dalam pelukan Aceh, bukan semata demi memperluas wilayah, tetapi demi menegakkan keadilan sejarah dan menjaga kehormatan rakyat kami yang telah setia menjaga perdamaian.

Bapak Presiden, Aceh tidak meminta lebih dari yang seharusnya. Kami hanya ingin agar luka yang telah kita jahit bersama tidak kembali robek oleh ketidakadilan yang bisa kita cegah. Sebab saya percaya, seperti halnya prajurit memegang sumpah setianya, Bapak akan menjaga keutuhan rasa keadilan negeri ini.

Semoga Allah SWT senantiasa memberi kekuatan kepada Bapak dalam memimpin negeri besar ini dengan kebijaksanaan dan keadilan.(Muh)

Hormat saya,

Muzakir Manaf (Mualem)

Gubernur Aceh

#PulauKamiHargaDiriKami #SuratMualem #GarengPetrukTanggapi

Post Views: 452

Related Posts

GarengPetruk.com – Jakarta “Prabowo Copot Peta, Tempel Ulang Empat Pulau ke Aceh!”
Berita Aceh

GarengPetruk.com – Jakarta “Prabowo Copot Peta, Tempel Ulang Empat Pulau ke Aceh!”

Juni 17, 2025
Prabowo Turun Gunung: Empat Pulau, Dua Provinsi, dan Satu Kepala Negara Jadi Wasit
Berita Aceh

Prabowo Turun Gunung: Empat Pulau, Dua Provinsi, dan Satu Kepala Negara Jadi Wasit

Juni 15, 2025
GARENG PETRUK NEWS – “Geuchik
Berita Aceh

GARENG PETRUK NEWS – “Geuchik

Mei 27, 2025
HIPMI Aceh: Dari Meeting Room ke Musda, dari Ngopi ke Aksi – BPC Kompak Dukung Tim Caretaker!
Berita Aceh

HIPMI Aceh: Dari Meeting Room ke Musda, dari Ngopi ke Aksi – BPC Kompak Dukung Tim Caretaker!

Mei 27, 2025
Gareng Petruk News: “Caretaker HIPMI Aceh Dibentuk Sesuai Konstitusi, Bukan Sesuai Kata Hati Mantan!”
Berita Aceh

Gareng Petruk News: “Caretaker HIPMI Aceh Dibentuk Sesuai Konstitusi, Bukan Sesuai Kata Hati Mantan!”

Mei 18, 2025
Next Post
Menuju Wartawan Profesional, Kantor Berita Nasional Gareng Petruk Gandeng PWI: “Sopo Sing Nulis, Sing Nulis Sopo?”

Menuju Wartawan Profesional, Kantor Berita Nasional Gareng Petruk Gandeng PWI: “Sopo Sing Nulis, Sing Nulis Sopo?”

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

7 Lokasi Wisata Di Sukamakmur Puncak Dua Bogor Yang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga

7 Lokasi Wisata Di Sukamakmur Puncak Dua Bogor Yang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga

November 29, 2024
Foto : Kolonel Laut (K) dr.R. Rukma Juslim, Sp.JP., FIHA. Wakamed RSPAL dr. Ramelan Surabaya.

RSAL Ramelan Surabaya Guncang Dunia Medis: “Thrombectomy” Jadi Jurus Pamungkas Kalahkan Penyakit Jantung Tanpa Pasang Ring!

Juli 20, 2025
Organ Tubuh: Saksi Bisu yang Mengungkap Kebenaran

Organ Tubuh: Saksi Bisu yang Mengungkap Kebenaran

April 30, 2025
Jonggol Segera Punya Jalan Tol Rp15,37 Triliun: Warga Siap-Siap!

Jonggol Segera Punya Jalan Tol Rp15,37 Triliun: Warga Siap-Siap!

Oktober 4, 2024
Keris Palembang: Senjata Khas dengan Keunikan dan Makna Mendalam

Keris Palembang: Senjata Khas dengan Keunikan dan Makna Mendalam

April 15, 2025

EDITOR'S PICK

Beli HP Online, Dapatnya Ilmu Kesabaran dan Blokir WhatsApp

Beli HP Online, Dapatnya Ilmu Kesabaran dan Blokir WhatsApp

Oktober 29, 2025
Gambar Ilustrasi Gareng Petruk

Menggapai Mimpi Lewat Pendidikan: Dari Sekolah ke Indonesia Emas 2045

Agustus 5, 2025
Istirahatkan Sejenak Hatimu, Kawan Karena Kalau Hati Sudah Lelah, Ia Akan Buta

Istirahatkan Sejenak Hatimu, Kawan Karena Kalau Hati Sudah Lelah, Ia Akan Buta

April 29, 2025
Perangkat Desa Dapat SK? Ora Mung Sangu Kopi!

Perangkat Desa Dapat SK? Ora Mung Sangu Kopi!

Mei 2, 2025

Tentang GarengPetruk.com

Harian Nasional Gareng Petruk

“Harian Nasional Gareng Petruk – berita tajam, jujur, dan kritis, disampaikan dengan humor segar ala warung kopi.”

Follow us

Kategori

Recent Posts

  • Nyantri, Nyakola, Nyunda: Mahasiswa Turun Desa, Bukan Turun Gengsi
  • SITIE KEDELAK: Bukan Nama Jajanan, Tapi Cara Negara Nengok Anaknya
  • Ngopi Bukan Sekadar Seruput: Lapas Klaten Seduh Kinerja, Bukan Gosip
  • Lapas Klaten Ikut Apel Virtual: Seragam Rapi, Zoom Nyala, Integritas Diuji
  • Jurnalis Gareng Petruk
  • Redaksi Harian Nasional Gareng Petruk
  • Pedoman Media Siber

© 2023 GarengPetruk.com - Portal Berita Nasional Ahliaiti.

No Result
View All Result
  • Beranda Rakyat Jelata
  • Tentang Gareng Petruk
    • Jurnalis Gareng Petruk
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik Jurnalis Gareng Petruk
  • Merchandise
  • Indeks
  • Redaksi Harian Nasional Gareng Petruk
  • Login
    • Account
    • Dashboard
    • Edit

© 2023 GarengPetruk.com - Portal Berita Nasional Ahliaiti.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In