Harian Nasional Gareng Petruk – Waduh! Apakah Anda merasakan gejala aneh belakangan ini? Mulai sering senyum-senyum sendiri kalau lihat baliho calon pemimpin? Atau mendadak jadi ahli politik dadakan di grup WhatsApp keluarga? Jangan-jangan… Anda sudah kesurupan setan politik!
Gejala Awal: Mendadak Jadi Pengamat Handal, Tanpa Riset
Tanda pertama kesurupan setan politik adalah “Mendadak Jadi Pengamat Handal”. Orang-orang yang tadinya cuma suka nonton sinetron atau scrolling TikTok, tiba-tiba berubah jadi pakar politik nasional. Tanpa riset, tanpa baca berita, pokoknya yang penting bisa komen dan terlihat pintar. “Ini calon, pasti disetir sama pihak itu.” Atau, “Yang ini udah ketahuan dari dulu deh, mainnya sama cukong!” Padahal, modalnya cuma obrolan warung kopi dan hoaks kiriman tetangga sebelah.
Gareng ngedumel, “Lha, ngomongin strategi negara serasa diskusi sinopsis drama Korea aja. Bapak-bapak di ujung gang lebih semangat bahas politik daripada nasib anak-anaknya yang nggak bisa sekolah gara-gara kuota abis!”
Gejala Kedua: Fanatik Parah, Sampai Lupa Realita
Gejala ini lebih parah lagi! Orang yang kesurupan setan politik biasanya berubah jadi “Fanatik Parah”. Tiba-tiba mereka nggak bisa dengerin argumen lawan politik tanpa darah naik ke kepala. Pokoknya, siapa pun yang nggak setuju dengan pilihan mereka, pasti musuh! Aduh, padahal kan politik itu dinamis, nggak ada hitam-putihnya. “Kalau terus begini, diskusi bakal seru kayak lagi nonton WWE, smackdown politik, siapa aja bisa KO kapan aja!” ucap Petruk, sambil geli.
Fanatisme buta ini sering bikin orang lupa realita. Kalau calonnya salah, langsung nyari-nyari pembenaran. “Ah, itu fitnah! Pasti lawan politiknya sengaja mau menjatuhkan.” Padahal, berita udah dikonfirmasi, bukti jelas, tapi tetep ngeyel.
Gejala Ketiga: Lupa Janji yang Kemarin Diobral, Sibuk Ngejar Jabatan
Setelah kesurupan setan politik, sering kali orang-orang ini mulai menapaki tangga karier politik. Masalahnya, mereka lupa dengan janji yang diobral pas lagi kampanye. Janji-janji manis? Ya sudah basi.
Gareng sambil terkekeh, “Janji pas kampanye: ‘Kami akan menghapus kemiskinan dan menciptakan lapangan kerja!’ Realita setelah menjabat: ‘Kami akan hapus kritikan kalian di media sosial!’ Yaelah, bapak-bapak dan ibu-ibu, janji kan buat ditepati, bukan buat dilupakan!”
Saat kesurupan setan politik, urusan jabatan lebih penting daripada kesejahteraan rakyat. Mikirnya cuma gimana biar bisa duduk di kursi panas itu, setelahnya? Ya, silakan dilupakan rakyatnya, asalkan dompet pribadi makin tebal.
Gejala Terakhir: Ahli Mengelak dan Menyalahkan Pihak Lain
Ini gejala paling khas dari orang yang kesurupan setan politik. Mereka jadi ahli mengelak dan lempar tanggung jawab. Setiap ada masalah di lapangan, misalnya banjir, macet, atau proyek mangkrak, jawaban standar mereka: “Ini warisan masalah dari pemimpin sebelumnya.” Atau, “Ini bukan tanggung jawab kami, tapi pemerintah pusat.”
Petruk menambahkan, “Hebat banget, baru tau ada kursus kilat buat jadi ahli ‘lempar batu sembunyi tangan’ ya?!” Masalah besar kayak sampah yang numpuk di ibu kota aja dibilang, “Salah angin yang nggak bawa sampah ke laut.” Kreatif betul caranya berkelit!
Sindiran Gareng-Petruk: Stop Kesurupan, Saatnya Kembali ke Bumi!
Nah, buat yang ngerasa udah menunjukkan gejala-gejala ini, tenang aja, masih ada obatnya. Tapi ingat, jangan sampai kebablasan! “Kalau udah kesurupan setan politik sampai level akut, nanti susah sembuhnya,” kata Gareng sambil cengengesan.
Sarannya cuma satu: “Kembali ke bumi, Bung! Lihat realita. Jangan cuma ikut arus fanatisme dan janji-janji manis yang berakhir pahit. Apalagi kalau cuma mau dapet kursi empuk sambil nonton rakyat makin susah.”
Kalau mau benar-benar jadi pemimpin atau pendukung yang baik, ya, harusnya berpikir buat rakyat. Jangan keburu kesurupan setan politik, apalagi sampai lupa sama nurani. “Inget, kita ini negara demokrasi, bukan sinetron politik. Setan politik cuma numpang lewat, jangan kasih ruang buat mereka!” kata Gareng, dengan tatapan serius (meski sambil ngunyah kerupuk).
Pesan Akhir: Jaga Pikiran, Jangan Mudah Terserang Virus Politik
Jadi, kalau kamu mulai merasa ada tanda-tanda aneh seperti di atas, mending introspeksi diri dulu deh. “Jangan sampai pikiran kita jadi kacau karena kesurupan setan politik. Waspada, siapa tau di balik janji-janji manis itu ada agenda lain yang bikin kita makin jauh dari kebenaran.”
Dan buat para calon pemimpin di luar sana: “Berhenti dong main drama! Rakyat udah capek denger janji palsu. Kalau mau serius, turun ke lapangan, buktikan kata-kata manis kalian di atas panggung!”
Tolong Pak, Tolong! Kami Butuh Pemimpin Sejati, Bukan Setan Politik Berkeliaran di Kantor Pemerintahan.
















