Jakarta, 19 Agustus 2025 – Lobi Universitas MPU Tantular Jakarta mendadak berubah jadi warung kopi intelektual. Dari jam 9 pagi sampai jam 4 sore, kampus ini sukses bikin acara Obrolan Santai (Obras) Gebyar Merdeka dengan tema “Membangun Indonesia Berdaya Saing dengan Jiwa Budaya dan Semangat Wirausaha.”
Bukan cuma ngobrol-ngobrol biasa, tapi ngobrol yang kalau ditranskrip bisa jadi bahan skripsi, kalau ditulis bisa jadi artikel jurnal, dan kalau direkam bisa jadi konten viral TikTok.
Dibuka dengan Tari, Disambung dengan “Ngopi Pikiran”
Ketua acara, Serepina Tiur Maida (iya, namanya aja udah santai banget, apalagi orangnya), dengan mantap bilang:
“Kuliah di MPU Tantular itu nggak cuma teori, tapi juga dibina jadi entrepreneur. Jadi kalau nanti ada masalah ekonomi, minimal bisa buka usaha jualan cilok atau start-up bikin aplikasi pencari cilok.”
Acara makin meriah pas tari Kinang Kilaras tampil. Nah, tari ini bukan sekadar goyang pinggul, tapi goyang ide: “Eh, jangan cuma belajar di kelas, bro, budaya juga bisa jadi modal usaha!”
Narasumber: Budaya Itu Cuan, Wirausaha Itu Keren
Dua narasumber jadi bintang lapangan:
Sugianto, budayawan, nyeletuk:
“Budaya itu bukan pajangan. Kalau cuma dipajang, sama aja kayak piring cantik di lemari kaca. Bagus dilihat tapi berdebu. Budaya harus dilestarikan dan dijadikan modal daya saing!”

Arfian D Septiandri, pengusaha muda yang juga pendiri program BUMMA (Badan Usaha Milik Mahasiswa), teriak penuh semangat:
“Ayo mahasiswa Tantular, jangan cuma jago nongkrong! Kita bikin gerakan usaha bareng-bareng. Dari kita, untuk kita. Kalau bisa untuk dunia, kenapa enggak?”
Moderator Serepina pun sigap, nembakin pertanyaan kayak MC kuis berhadiah kompor gas. Untung narasumbernya lincah, jadi diskusi bukan jadi debat kusir tapi jadi stand-up comedy intelektual.
Musik, Dance, dan Karaoke Dosen
Suasana nggak cuma serius. Ada Matoa Groovy Band yang bikin peserta ngangguk-ngangguk kayak lagi naik odong-odong.
Trus ada Modern Dance Lady Gank, bikin suasana makin “Gen Z banget”.
Dan klimaksnya: dosen-dosen ikutan nyanyi! Ada Suyud Margono, David M. Sihombing, Sitinah, Anita Panggabean, sampai Br. Sinambela. Jadi bukan cuma ngajarin mahasiswa presentasi, tapi juga ngajarin cara ambil nada tinggi biar nggak fals.
Hadirin: Dari Rektor sampai Calon Maba
Yang datang lengkap: wakil rektor, dekan, ketua prodi, staf, mahasiswa lama, mahasiswa baru, calon mahasiswa baru, sampai calon mantu pun mungkin ada.
Semua kumpul dengan satu semangat: bikin kampus ini jadi tempat lahirnya generasi yang pintar mikir, jago berdagang, tapi nggak lupa joget kalau ada musik.
Kampus MPU Tantular = Kampus Bhineka + Entrepreneur
Dengan suksesnya Obras Gebyar Merdeka, Universitas MPU Tantular makin mantap dikenal sebagai Kampus Bhineka. Bukan cuma kampus ilmu, tapi juga kampus budaya, kampus dagang, dan kampus hiburan sekalian.
Serepina nutup acara dengan quotes yang langsung bikin peserta nyatet di HP:
“Jadikan kampus ini rumah bersama. Kalau lapar, bisa makan ide. Kalau haus, bisa minum semangat. Kalau ngantuk, ya jangan di kelas, tidur aja di rumah.”
Kata Kunci: Universitas MPU Tantular, Obras Gebyar Merdeka, Kampus Bhineka, Entrepreneur, Budaya, BUMMA















