• Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
Sabtu, Desember 13, 2025
Harian Nasional Gareng Petruk
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
  • Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Surabaya Terapkan Jam Malam Anak: Demi Masa Depan Cerah atau Biar Tetangga Bisa Tidur Nyenyak?

maisput by maisput
Juni 24, 2025
in Berita Jawa Timur, Berita Surabaya
0 0
0
Surabaya Terapkan Jam Malam Anak: Demi Masa Depan Cerah atau Biar Tetangga Bisa Tidur Nyenyak?
0
SHARES
1
VIEWS
Bagikan Ke FacebookBagikan Ke XBagikan Ke WhatsappBagikan Ke Google

READ ALSO

EMPAT MAHASISWA UNESA MENYULAM KERAMIK MENJADI KISAH SENI YANG BERJIWA

Job Fair Pasuruan: Ribuan Pelamar, Ratusan Lowongan, dan Segudang Harapan di Gedung Harmonie!

SURABAYA – Mulai sekarang, siapa pun yang lihat anak-anak keluyuran di atas jam 10 malam di Surabaya, bisa lapor, bukan cuma ke pak RT, tapi juga ke tim patroli khusus bentukan Pemkot. Berdasarkan Surat Edaran Wali Kota tanggal 20 Juni 2025, jam malam untuk anak-anak di bawah 18 tahun resmi diberlakukan. Pukul 22.00 sampai 04.00 WIB, anak-anak wajib pulang. Titik.

Alasannya mulia: demi perlindungan, tumbuh kembang, dan menjauhkan generasi muda dari kenakalan malam yang sering kali lebih gelap dari kopi tubruk tanpa gula. Tapi buat sebagian anak muda, ini ibarat sinetron re-run: udah tahu ending-nya, tetap disuruh nonton.

“Kami ingin anak-anak Surabaya tidur cukup dan jauh dari bahaya,” ujar seorang pejabat sambil nyari sinyal buat video call anaknya yang katanya “mau belajar kelompok”, tapi ternyata lagi karaoke di kafe.

Jam Malam: Bukan Zaman Kegelapan, Tapi Juga Bukan Jam Main PUBG

Tenang, ini bukan peraturan anti-anak bahagia. Ada pengecualian kok:

Kalau ikut kegiatan sekolah resmi (bukan nongkrong pakai seragam).

Kegiatan agama dan sosial (asal nggak disalahgunakan buat alasan cabut).

Keluar bareng orang tua atau wali (asli, bukan teman yang ngaku keluarga jauh).

Situasi darurat (misal, sakit, banjir, atau kehabisan kuota tengah malam).

Dan kegiatan yang sudah disetujui orang tua.

Kalau ketahuan masih keluyuran di jam keramat itu, anak-anak bakal “dijemput penuh kasih sayang” oleh tim gabungan yang lebih sigap dari tim satgas ujian nasional. Nanti dipulangkan sambil difoto bareng orang tua—bukan buat Instagram, tapi buat dokumentasi RW.

Doc.Gareng Petruk
Doc.Gareng Petruk

Larangan-larangan yang Bisa Jadi Wallpaper HP Anak

Di atas jam 10 malam, anak-anak dilarang:

Nongkrong sendirian tanpa pengawasan.

Berkerumun di tempat umum seperti taman atau pinggir jalan sambil debat soal zodiak.

Gabung komunitas rawan: gangster, balap liar, punk liar, komunitas “anak senja ngopi nggak pulang-pulang”.

Nongkrong di warung kopi, warnet, atau arena game online (karena katanya rank bukan ukuran prestasi).

Sanksinya persuasif—tapi tetap aja bikin deg-degan. Mulai dari pembinaan, masuk program Rumah Perubahan atau RIAS (Rumah Ilmu Arek Suroboyo), sampai melibatkan orang tua ikut kelas parenting alias belajar ulang jadi bapak-ibu kekinian.

Orang Tua Juga Kena “Jam Belajar Ulang”

Kalau anaknya melanggar, orang tuanya nggak bisa cuma bilang, “Maaf, saya kerja.” Langsung dapat undangan spesial: ikut kelas parenting. Belajar gimana caranya ngerti anak, ngawasi anak, sampai mungkin cara menyamar jadi temannya biar bisa pantau lebih dekat.

Ketua RT, RW, Kader Surabaya Hebat, lurah sampai camat siap mantau. Program Siskamling diaktifkan lagi, bukan buat nyari maling, tapi nyari anak yang nyasar. Jangan heran kalau nanti ada bapak ronda sambil bawa catatan, “Anak Pak Slamet jam 22.15 masih di warung, minum es teh.”

Cita-cita Surabaya Jadi Kota Layak Anak: Tapi Anak-Anaknya Juga Layak Bahagia

Kebijakan ini bagian dari misi mulia: menjadikan Surabaya sebagai Kota Layak Anak. Tapi jangan sampai anak-anak dipaksa pulang cepat, tapi di rumah malah kesepian, kesundulan drama keluarga, atau makin tenggelam di gawai.

Kata Gareng: “Anak sekarang dilarang keluar rumah, tapi bisa keluyuran ke mana-mana lewat layar 6 inci.”
Kata Petruk: “Betul, rek. Jam malam bisa jaga badan, tapi siapa yang jaga isi kepala?”

 

Jangan Cuma Jaga Kaki Mereka, Tapi Juga Jagalah Mimpi dan Isi Kepala

Jam malam bukan akhir dunia, tapi bisa jadi awal perenungan. Kita jaga anak-anak bukan cuma dari jalanan, tapi juga dari kegelapan pikiran, kesepian, dan kehilangan arah. Anak bukan cuma butuh aturan, tapi juga pelukan. Bukan cuma larangan, tapi juga teladan.

Dan buat para petugas patroli, kalau ketemu anak baca buku di trotoar, jangan buru-buru dibawa pulang. Siapa tahu itu bibit sastrawan masa depan. Tapi kalau ketemu anak sambil ngerokok dan debat soal “geng siapa yang lebih keren”, ya bolehlah ditegur sambil dikasih permen dan wejangan.

Surabaya maju, tapi jangan lupa: anak-anaknya bukan robot. Mereka tumbuh, bertanya, dan butuh ruang. Bukan hanya dijaga, tapi juga diajak bicara.

garengpetruk.com – Kadang kita harus tertawa dulu, biar bisa serius tanpa marah-marah.

Post Views: 284

Related Posts

EMPAT MAHASISWA UNESA MENYULAM KERAMIK MENJADI KISAH SENI YANG BERJIWA
Berita Jawa Timur

EMPAT MAHASISWA UNESA MENYULAM KERAMIK MENJADI KISAH SENI YANG BERJIWA

November 24, 2025
Job Fair Pasuruan: Ribuan Pelamar, Ratusan Lowongan, dan Segudang Harapan di Gedung Harmonie!
Berita Jawa Timur

Job Fair Pasuruan: Ribuan Pelamar, Ratusan Lowongan, dan Segudang Harapan di Gedung Harmonie!

November 13, 2025
Panitia “Smash Balik” Isu Hadiah Turnamen Batu Open: “Bukan Hilang, Cuma Nyangkut di Net!”
Berita Batu

Panitia “Smash Balik” Isu Hadiah Turnamen Batu Open: “Bukan Hilang, Cuma Nyangkut di Net!”

November 13, 2025
Pasuruan Gelar Apel Siaga Hadapi Bencana: Antara Kesiapan dan Doa agar Hujan Tak Baper
Berita Pasuruan

Pasuruan Gelar Apel Siaga Hadapi Bencana: Antara Kesiapan dan Doa agar Hujan Tak Baper

November 6, 2025
BMKG: Malang Siap-Siap Guyuran, Payung Jangan Cuma Jadi Aksesori!
Berita Batu

BMKG: Malang Siap-Siap Guyuran, Payung Jangan Cuma Jadi Aksesori!

November 6, 2025
BPJS Kesehatan Luncurkan “New Rehab 2.0”: Solusi Cicilan Tunggakan Iuran, Biar Sehat Nggak Harus Berat!
Berita Pasuruan

BPJS Kesehatan Luncurkan “New Rehab 2.0”: Solusi Cicilan Tunggakan Iuran, Biar Sehat Nggak Harus Berat!

November 6, 2025
Next Post
Wakapolres Jember Turun Gunung di Giat Khitan Massal: Saat Polisi, Pemuda, dan Sunatan Berpadu dalam Harmoni Sosial

Wakapolres Jember Turun Gunung di Giat Khitan Massal: Saat Polisi, Pemuda, dan Sunatan Berpadu dalam Harmoni Sosial

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Foto : Kolonel Laut (K) dr.R. Rukma Juslim, Sp.JP., FIHA. Wakamed RSPAL dr. Ramelan Surabaya.

RSAL Ramelan Surabaya Guncang Dunia Medis: “Thrombectomy” Jadi Jurus Pamungkas Kalahkan Penyakit Jantung Tanpa Pasang Ring!

Juli 20, 2025
Organ Tubuh: Saksi Bisu yang Mengungkap Kebenaran

Organ Tubuh: Saksi Bisu yang Mengungkap Kebenaran

April 30, 2025
7 Lokasi Wisata Di Sukamakmur Puncak Dua Bogor Yang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga

7 Lokasi Wisata Di Sukamakmur Puncak Dua Bogor Yang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga

November 29, 2024
Jonggol Segera Punya Jalan Tol Rp15,37 Triliun: Warga Siap-Siap!

Jonggol Segera Punya Jalan Tol Rp15,37 Triliun: Warga Siap-Siap!

Oktober 4, 2024
Breaking News: Jalan Klaten Umurnya Cuma Seminggu — Lebih Cepat Retak dari Hubungan Anak Muda!

Breaking News: Jalan Klaten Umurnya Cuma Seminggu — Lebih Cepat Retak dari Hubungan Anak Muda!

Oktober 17, 2025

EDITOR'S PICK

Bakti Religi Polresta Banyuwangi: Dari Seragam ke Sarung, dari Tilang ke Silaturahmi!

Bakti Religi Polresta Banyuwangi: Dari Seragam ke Sarung, dari Tilang ke Silaturahmi!

Juni 20, 2025
Ladang Ganja di Lereng Bromo: Siapa yang Nge-fly, Rakyat atau Hukum?

Ladang Ganja di Lereng Bromo: Siapa yang Nge-fly, Rakyat atau Hukum?

Maret 25, 2025
Melodi Kata dalam Pantun: Petuah Hidup ala Gareng Petruk — Antara Cangkul, Rujak, dan Ilmu yang Tak Lekang oleh Sambal

Melodi Kata dalam Pantun: Petuah Hidup ala Gareng Petruk — Antara Cangkul, Rujak, dan Ilmu yang Tak Lekang oleh Sambal

Juni 24, 2025
Gareng-Petruk Hadir di Upacara HKN Klaten: “Sehat Itu Nggak Cuma Soal Otot, Tapi Otak & Niat!”

Gareng-Petruk Hadir di Upacara HKN Klaten: “Sehat Itu Nggak Cuma Soal Otot, Tapi Otak & Niat!”

November 13, 2025

Tentang GarengPetruk.com

Harian Nasional Gareng Petruk

“Harian Nasional Gareng Petruk – berita tajam, jujur, dan kritis, disampaikan dengan humor segar ala warung kopi.”

Follow us

Kategori

Recent Posts

  • Risiko dan Perlindungan Pejabat Pemerintah: Pelajaran dari Kasus Bu Ari Sego Liwet
  • EMPAT MAHASISWA UNESA MENYULAM KERAMIK MENJADI KISAH SENI YANG BERJIWA
  • HUTAN JATI DONOLOYO: SAKRAL, RINDANG, LAN KAYA CERITA – EDISI NGOPI BARENG SEMAR
  • Dugaan Pemotongan Bantuan Pusat di Minsel: Warga Miskin Ekstrem Maesaan Klaim Hanya Terima Separuh Jatah, LIN DPC Minsel Minta Transparansi
  • Jurnalis Gareng Petruk
  • Redaksi Harian Nasional Gareng Petruk
  • Pedoman Media Siber

© 2023 GarengPetruk.com - Portal Berita Nasional Ahliaiti.

No Result
View All Result
  • Beranda Rakyat Jelata
  • Tentang Gareng Petruk
    • Jurnalis Gareng Petruk
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik Jurnalis Gareng Petruk
  • Merchandise
  • Indeks
  • Redaksi Harian Nasional Gareng Petruk
  • Login
    • Account
    • Dashboard
    • Edit

© 2023 GarengPetruk.com - Portal Berita Nasional Ahliaiti.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In