Jember, Harian Nasional Gareng Petruk – Program unggulan Satlantas Polres Jember, Mahameru Lantas, kembali menyentuh sekolah-sekolah dengan aksi nyata. Kali ini, mereka menyambangi SMK Islam Bustanul Ulum Pakusari pada Kamis (03/10/2024) dengan acara yang punya nama yang cukup menarik perhatian: Ruwatan Lantas. Nah, ruwatan ini bukan untuk mengusir roh jahat ya, tapi buat meruwat alias ‘membersihkan’ para pelajar dari kebiasaan buruk di jalan raya.
Dengan seragam mengkilat dan senyum yang selalu siap di pagi hari, AKP Achmad Fahmi Adiatma, STK, SIK, bersama jajaran Satlantas, mengajak para siswa melek aturan tentang lalu lintas. Sudah tahu dong, kalau aturan main di jalan itu mirip kaya aturan ujian sekolah—kalau salah, bisa bikin nyawa melayang, bukan cuma nilai jelek!
“Balap Liar? Eits, Stop Dulu!”
Satlantas Jember ini tidak main-main, Bung! Dengan nada yang ramah tapi penuh wibawa, AKP Fahmi menjelaskan aturan lalu lintas yang tertuang dalam Undang-Undang No. 22 Tahun 2009. Bukan cuma soal wajib pakai helm, tapi juga tentang larangan balap liar dan pakai knalpot yang bikin telinga warga nyut-nyutan.
Sambil berkelakar, AKP Fahmi bilang, “Kalian ini hebat di lapangan sekolah, tapi jangan sampai jadi juara balapan liar ya. Nanti malah jadi juara kapok di rumah sakit!” Sentilan kecil tapi kena!
Iptu Ika Mufid Dati dan Iptu Edy Purwanto juga ikutan ngegass dalam memberikan penjelasan. Katanya, “Kalau sampai kena tilang karena pakai knalpot brong, siap-siap saja duit jajan kalian dipakai buat tebus SIM!” Lagi-lagi, celotehan yang membuat para siswa tersenyum kecut, tapi tetap mendengarkan.
Bonus Sembako, Siapa Bilang Edukasi Gak Bisa Seru?
Nah, yang bikin wong cilik tersenyum lebar, AKP Fahmi juga membawa kabar baik! Dalam rangka care package, alias bentuk kepedulian sosial, 110 paket sembako dibagikan kepada siswa-siswi SMK Islam Bustanul Ulum yang membutuhkan. Wah, keren juga, kan? Selain diajak tertib lalu lintas, para siswa pulang membawa beras, minyak goreng, dan kebutuhan sehari-hari lainnya. Jadi, edukasi bermanfaat langsung terasa, nih!
“Sembako ini bukan cuma untuk makan, tapi juga pengingat bahwa kalian harus disiplin, baik di jalan maupun di kehidupan sehari-hari,” kata Fahmi sambil menyerahkan paket sembako dengan senyum sumringah.

Pesan Moral dengan Sentuhan Humor
“Keselamatan di jalan itu tanggung jawab kita semua, mulai dari pakai helm sampai nggak nyerobot lampu merah,” tambah Fahmi, yang tak lupa menyindir gaya banyak pengendara yang suka main serobot—yang seolah-olah lampu merah itu cuma dekorasi jalan.
Ya, kegiatan ini jadi lebih dari sekadar seremonial biasa. Para siswa tampak antusias dan aktif bertanya. Salah satu siswa, dengan wajah penasaran, bertanya, “Pak, kalau misalnya lupa bawa SIM, tapi nggak ngebut, masih kena tilang nggak?” Dijawab santai oleh Iptu Edy, “SIM itu bukan buat koleksi, Dik. Bawa SIM itu kayak pakai sabuk pengaman, bukan buat gaya-gayaan tapi buat keselamatan!”
Kepala sekolah pun tak ketinggalan mengapresiasi program Police Goes to School ini. “Dengan begini, anak-anak nggak cuma diajari aturan tapi juga diberi contoh nyata bahwa polisi itu ada untuk melindungi dan mengayomi, bukan cuma sekadar menilang,” ucapnya sambil tersenyum puas.
Jadi, Apa Pelajaran Hari Ini?
Gareng Petruk punya pesan khusus buat yang suka ngebut di jalan: “Kalau mau jadi pembalap, ya latihan di sirkuit, jangan di jalan raya!” Selain bahaya buat diri sendiri, kalian bisa bikin emak-emak di pasar jantungan kalau tiba-tiba muncul dengan knalpot brong.
Dan buat Satlantas Polres Jember, kami acungkan jempol. Teruskan edukasi yang nendang ini, jangan cuma ngebut kasih denda, tapi juga gaspol kasih edukasi. Semoga siswa-siswi Jember semakin disiplin di jalan, aman di sekolah, dan tentunya… kenyang setelah dapat sembako!
Harian Nasional Gareng Petruk – Di jalan raya atau di kehidupan, ketertiban itu yang utama!
Diliput oleh Edi
















