Surabaya – Dalam sebuah acara resmi yang penuh senyum tapi sarat pesan mendalam, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, kembali menunjukkan kemampuannya menyulap urusan tanah jadi topik pembicaraan menarik. Bertempat di Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Surabaya, Kamis (21/11/2024), Menteri Nusron menyerahkan 12 sertipikat tanah wakaf.
“Ini bukan cuma kertas, ini masa depan!” ujar Menteri Nusron, menyentil mereka yang sering menganggap tanah wakaf sebatas soal ibadah. Dari 12 sertipikat yang dibagikan, 9 di antaranya milik perkumpulan NU, sementara 3 lainnya tersebar di Jawa Timur, termasuk tanah pondok pesantren, masjid, musala, hingga madrasah. Dengan gaya khasnya, Nusron mengingatkan, “Kalau tanah wakaf sudah bersertipikat, santri nggak cuma belajar kitab, tapi juga bisa bikin startup!”
Pesantren Digital, Masa Depan yang Cerah
Salah satu penerima sertipikat adalah Muhammad Rizky Kevin, perwakilan dari Yayasan Pesantren Digipreneur Al Yasmin, Surabaya. Pesantrennya baru seumur jagung, tapi visinya sudah selangkah di depan. “Kami mau santri di sini nggak cuma pandai baca Alquran, tapi juga mahir bikin aplikasi dan jualan online,” ucapnya semangat.
Kevin menambahkan, sertipikat ini akan memperkokoh pondasi pesantren untuk fokus pada digipreneurship. “Kalau kata orang, masa depan itu digital. Kami di pesantren bilang, masa depan itu digital plus akhirat!”
Tanah Wakaf: Potensi yang Terkubur
Menteri Nusron menyampaikan fakta menarik yang tak kalah menyentil. “Di Jawa Timur ada 67.000 bidang tanah wakaf terdaftar, tapi saya yakin jumlahnya lebih dari itu. Kalau tiap desa minimal ada 10-20 tanah wakaf, hitung sendiri potensi ekonominya.”
Sindiran halus Nusron seakan menyentil pengelolaan tanah wakaf yang masih jalan di tempat. Ia mengajak semua pihak, terutama NU, untuk lebih kreatif mengelola tanah wakaf. “Masjid boleh megah, tapi jangan cuma buat tidur siang. Manfaatkan tanahnya untuk pendidikan, pertanian, atau bahkan coworking space santri!”
Kolaborasi NU dan BPN: Jalan Baru Menuju Kemandirian
Acara ini juga menjadi saksi penandatanganan MoU antara BPN dan PWNU Jawa Timur. Dalam perjanjian ini, keduanya sepakat mempercepat layanan pertanahan dan sertipikasi tanah wakaf. Sebuah langkah konkret yang menegaskan bahwa tanah wakaf bukan sekadar simbol, tapi aset produktif yang bisa menggerakkan roda ekonomi.
Hadir dalam acara ini para tokoh penting, mulai dari Rais Syuriah PWNU, KH Anwar Manshur, hingga Ketua Umum MUI, KH Anwar Iskandar. Menteri Nusron mengakhiri sambutannya dengan candaan: “Kalau nanti ada tanah wakaf jadi tempat bikin startup unicorn, jangan lupa undang saya buat potong pita!”
Catatan Redaksi
Seperti biasa, Menteri Nusron Wahid sukses menyeimbangkan formalitas dengan humor cerdas. Namun, di balik candaannya, ada sindiran tajam untuk kita semua. Tanah wakaf tak seharusnya jadi sekadar lokasi ibadah, tapi juga motor penggerak perubahan. Kalau santri saja bisa jadi digipreneur, masa kita cuma jadi penonton? Ayo, bangkit dan berkarya!
















