Reporter: Gareng dari parkiran penuh, Petruk dari antrian kasir Samsat
Klaten, GarPetNews – Hari-hari belakangan ini, suasana Samsat Klaten mendadak lebih ramai dari konser band indie yang viral di TikTok. Bukan karena ada diskon Shopee, tapi karena program pemutihan pajak kendaraan bikin masyarakat Klaten bergerak serempak seperti lomba gerak jalan: gas pol ke Samsat!
Yang datang nggak cuma pemilik motor tahun muda, tapi juga motor-motor jadoel yang biasanya cuma nongkrong di garasi, kini diseret keluar seperti zombie bangkit dari tidur panjang. Ada yang plat-nya udah pudar, ada yang STNK-nya kayak artefak museum. Tapi semuanya bersatu demi satu tujuan mulia: membayar pajak tanpa tunggakan.
Muji Hartono: Pejuang Pajak Sampai Malam Hari
Kepala Seksi Pajak Samsat Kota Klaten, Mas Muji Hartono, tampak makin glowing karena kerja sampai jam 9 malam.
“Hari keempat aja udah kayak hari kiamat kecil. Antrian penuh, tapi kita tetap buka. Layanan jalan terus demi negeri!” ujar Muji sambil ngelap keringat dan ketik STNK.
Mas Muji menyebut ada 3.500 wajib pajak per hari yang datang, mayoritas naik motor, beberapa naik ojek, dan segelintir naik angkot nostalgia. Bahkan, katanya, ada motor yang sudah pensiun 20 tahun tapi dibangkitkan demi ikut program pemutihan.
Plot twist-nya? Tahun ini, semua tunggakan dihapus! Cuma bayar pajak tahun ini aja, gak perlu nangis liat nominal denda yang biasanya bisa bikin dompet langsung minta maaf.

Program Pemutihan: Ampunan Duniawi untuk yang Lupa Pajak
Program ini sejatinya kayak surat pengampunan dosa kendaraan. Cuma bedanya, yang ngasih maaf bukan ustaz, tapi Pemprov Jateng. Samsat Klaten menyambutnya dengan gaya totalitas: buka gerai mobil pajak keliling, buka sore, bahkan tetap buka di CFD!
“Minggu dan tanggal merah kita tetap buka. Karena masyarakat sudah mau menyumbang ke negara, ya harus kita layani,” tegas Muji, seperti barista kopi susu yang melayani pelanggan sampai malam.
Gareng Ngomong, Petruk Nambahin:
Salut untuk masyarakat Klaten yang mulai sadar pajak, walau nunggu promo dulu. Tapi ya gak papa, daripada nunggak terus dan akhirnya mobilnya disita, mending sekarang dicinta.
Dan jangan lupa…
Bayar pajak itu bukan beban, tapi bentuk cinta kita ke negara—walau negara kadang PHP juga sih.
Penutup Satir Tapi Adem:
Semoga program ini bukan cuma panen sesaat, tapi jadi budaya. Jangan sampai tahun depan motor balik tidur lagi, dan baru bangun pas ada pemutihan lagi.
Karena cinta sejati itu…
bukan yang datang pas promo,
tapi yang setia bayar tiap tahun tanpa drama.
Tertanda,
Gareng & Petruk – Tim Lapor Pajak Bukan Karena Takut, Tapi Karena Sayang
Kalau mau kita survei motor paling jadul yang dibangkitkan dari kematian pajak, bilang aja. Kita siap investigasi sambil ngeteh di parkiran!
















