Jember, 6 Juli 2025
Kalau biasanya Polsek sibuk ngejar maling, ngurus tilang, dan nyari SIM hilang, Polsek Rambipuji beda tipis sama EO hiburan malam. Bukan, bukan karaoke plus-plus, tapi Program Apik Malam Minggu yang bikin warga gerah jadi segar, yang gabut jadi jagoan, dan yang nganggur jadi juara!
Tiap malam minggu, bukannya patroli cinta, Polsek Rambipuji malah gelar Mancing Mania dan Voli Sakti. Lokasinya? Di kantor Polsek sendiri, Jl. Dharmawangsa 47 Rambipuji, tempat yang biasanya jadi markas penggerebekan jadi markas gelak tawa dan net smash!
MANCING MANIA: BUKAN SEKADAR CARI IKAN, TAPI CARI KETENANGAN
Dari luar, terlihat kolam pancing Bhayangkara tenang. Tapi jangan salah! Di dalam air, ikan lari-lari, di luar air, peserta nyruput kopi sambil ngedumel: “Lha umpanku kalah manis karo rayuannya mantan.”
Kata Aiptu Supriyanto, panitia dadakan yang lebih sering megang kail daripada borgol, “Setiap malam minggu, peserta mancing mania bisa tembus 30 lebih orang. Mulai dari nelayan, buruh pabrik, sampe mantan pacar yang belum move on semua kumpul di sini.”
Ikan yang dipancing full master, bukan ikan-ikan anak kos! Hadiahnya pun menggoda, dari kompor gas sampe panci listrik. Dan jangan lupa, di sini gak ada buzzer, tapi banyak pemancing senior yang kalau kalah, tetap senyum meski dalam hati berkata, “Umpanku kemahalan, kok gak dapet-dapet!”
VOLI BALL: BUKAN SEKADAR MAIN, TAPI NGAJAK NALAR SEHATAN
Sementara di sebelah lapangan voli, suasana gak kalah panas. Tapi bukan panas karena cekcok rebutan gebetan, panas karena spike keras dan semangat menggila!
Mas Arif, pelaksana program voli sekaligus pahlawan malam minggu, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar hiburan, tapi deteksi dini bibit unggul. “Siapa tahu dari lapangan Polsek ini lahir Megawati baru. Bukan Megawati politik, tapi Megawati voli yang bisa menggetarkan kancah internasional!”
Setidaknya, tiap latihan ada 6 klub dari Kecamatan Rambipuji ikut latihan persahabatan. Yang kalah gak dimasukkan sel, yang menang gak bawa borgol. Semua pulang bawa peluh dan senyum – plus nasi bungkus kalau ada rejeki.
POLSEK YANG PAKAI OTAK DAN HATI
Gareng yang biasa ngelawak di pos ronda sampe ikut angkat topi (meski topi-nya pinjem). “Jarang-jarang lho Polsek bikin program kayak gini. Biasanya malam minggu isinya sirine patroli dan suara jomblo ngelamun. Sekarang? Suara spike dan umpan berkelas!”
Program ini juga jadi bentuk nyata kalau pembinaan anak muda tuh gak harus lewat ceramah mencekam, tapi bisa lewat umpan, smash, dan umpan ikan. Yang penting mereka gak ngumpul buat balap liar atau ngopi sambil gibahin negara.
KATA PESERTA: “MANCING ITU NAFAS, VOLI ITU DETAK JANTUNG”
Antok, peserta mancing yang mukanya kayak paham tapi hatinya pasrah, bilang:
“Kami biasanya mancing di laut mas, mancing di kolam ini tantangan. Umpannya harus racikan rahasia, gak bisa asal cemplung kayak harapan waktu PDKT.”
Dia nyengir sambil nyalain rokok, “Meski gak juara, yang penting bisa hiburan, bisa kumpul, bisa lupa cicilan sebentar.”
Makjleb! Ini baru motivasi rakyat!
GARIS FINISH: POLSEK RAMBIPUJI, ANTARA KEPOLISIAN DAN PELINDUNG JIWA YANG BUTUH HIBURAN
Program malam minggu Polsek Rambipuji ini bukan cuma soal ikan dan bola, tapi juga tentang harapan, kebersamaan, dan “mengunci potensi masyarakat, bukan hanya mengunci pelanggar.”
Gareng menyimpulkan,
“Daripada cuma jagain status mantan, mending jagain potensi rakyat. Kalau polisi bisa jadi pelindung sekaligus sahabat, Indonesia gak perlu takut masa depan!”
📌 #VollyDiPolsek #MancingAlaBhayangkara #MalamMingguPositif #GarengPetrukNgeliput #PolisiBukanCumaNangkapTapiNangkapHati #RambipujiHebat















