Saat politik jadi panggung, semua orang mau jadi bintang. Tapi, siapa sebenarnya aktor utama di Pilkada Bombana 2024?
Lupakan drama keluarga di sinetron! Kita bicara tentang Pilkada Bombana 2024, di mana persaingan tiga pasangan calon (paslon) bakal lebih seru dari final piala dunia. Tapi di tengah ketegangan ini, ada satu kejutan yang bakal bikin penonton terperangah—pasangan Burhanuddin-Ahmad Yani atau lebih dikenal dengan sebutan “Berani dan Berbudaya” mendapat dukungan besar dari kubu yang dulu pernah kalah tipis dalam pilkada, Kasra Jaru Munara dan Man Arfa (Berkah).
Ingat cerita tahun 2017, ketika pasangan Tafdil-Johan berhasil mempertahankan kursi bupati dengan kemenangan tipis atas Berkah? Hanya selisih 1.266 suara, Bro! Itu seperti kalah dalam adu penalti di menit terakhir. Tapi kini, Tafdil duduk di pinggir lapangan, dan istrinya, Andi Nirwana, mencoba menguasai permainan bersama pasangannya Heriyanto (ANS-To). Ah, dinasti politik. Sering kali terlalu banyak drama, tapi sedikit aksi nyata.
Mungkin Bombana butuh lebih dari sekadar “Kuat Bersama.” Masyarakat sudah kenyang dengan janji-janji klise seperti “semua untuk rakyat.” Apakah paslon ANS-To ini benar-benar kuat? Atau hanya bermain aman di balik bayang-bayang suami tercinta, yang sudah dua kali duduk di kursi terhormat? Terdengar seperti episode baru dari serial panjang ‘Game of Thrones Bombana’—membangun dinasti, siapa yang berani?

Tapi tunggu dulu, ada lagi calon yang tak kalah unik. Hasrat-Rifai, pasangan paslon nomor urut 3, datang dengan jargon “Hasrat untuk Perubahan.” Hmm, entah kenapa terdengar seperti slogan diet—banyak niat, tapi hasilnya? Ya, kita lihat saja. Mungkin perubahan yang dimaksud adalah gonta-ganti jargon tiap kampanye, karena sejauh ini, program nyata mereka masih belum jelas seperti film yang belum ada trailernya.
Sementara itu, Burhanuddin-Ahmad Yani tampil beda. Bukan hanya sekadar paslon, mereka punya Berkah—baik secara literal maupun politis. Ketika mantan rival politikmu dari tahun 2017 (yang hanya kalah tipis) berbalik mendukungmu, itu bukan sekadar dukungan, itu strategi cerdas. Bayangkan saja, Berkah yang dulu harus berdarah-darah melawan Tafdil, kini memberikan restunya kepada pasangan Berani. Apakah ini semacam karma politik? Atau mungkin ini tandanya perubahan sejati sedang di depan mata?
Burhanuddin, yang juga dikenal sebagai teknokrat, tahu betul bagaimana memainkan catur politik ini. “Kami bukan hanya ingin duduk di kursi, kami ingin membangun kesejahteraan yang nyata,” katanya. Dan dengan Ahmad Yani di sampingnya, yang punya pengalaman di kancah politik Bombana, mereka jelas bukan pasangan yang bisa dianggap enteng.
Dalam deklarasi resminya di Kasipute, Bur-Yani mendapatkan sambutan hangat. Ini bukan hanya sekadar reuni politik, tapi mungkin sinyal bahwa pasangan ini benar-benar menjadi pilihan rakyat. Kasra Jaru Munara, yang kini memimpin Partai Solidaritas Indonesia (PSI), memberikan dukungan penuh dengan alasan sederhana: “Waktunya perubahan!”
Dan itu yang perlu diperhatikan oleh rival mereka. Dinasti boleh dibangun, slogan bisa dibuat sekreatif mungkin, tapi apakah paslon ANS-To dan Hasrat-Rifai punya sesuatu yang lebih dari sekadar kata-kata?
Jadi, apakah Pilkada Bombana 2024 bakal menjadi babak baru dalam sejarah politik Bombana, atau hanya sekadar pengulangan dari episode lama dengan wajah baru? Yang pasti, Burhanuddin-Ahmad Yani tidak hanya Berani, tapi juga mendapat Berkah. Dan seperti kata pepatah politik lama: “Di Pilkada, yang menang bukan yang paling banyak bicara, tapi yang paling banyak bertindak.”
Ayo, saksikan drama politik ini hingga akhir. Siapa tahu, kali ini Bombana benar-benar berubah, bukan hanya janji di atas panggung!















