Jakarta – Kalau biasanya nama ketua umum partai politik (ketum parpol) muncul di berita karena berjanji ini-itu untuk rakyat, kali ini ceritanya beda. Bukan soal janji manis, tapi soal dugaan “main kasar”. Betul, Anda tidak salah dengar—seorang ketum parpol dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penganiayaan terhadap seorang perempuan.
Laporan ini disampaikan langsung oleh pengacara Sunan Kalijaga. Dalam keterangan persnya Jumat (4/10/2024), Sunan menjelaskan bahwa laporan resmi sudah diajukan malam sebelumnya.
“Tadi malam kami sudah buat laporan di Polda Metro Jaya,” ujar Sunan sambil memastikan publik tetap digantung penuh penasaran. Siapa gerangan ketum yang dituduh ini? Sunan belum mau buka nama. Mungkin biar dramanya makin terasa atau biar lebih seru kayak sinetron yang penuh twist. Tapi satu hal yang bikin desas-desus makin panas: kabarnya si ketum adalah suami siri dari korban. Wah, politikus zaman sekarang memang tak henti-henti bikin berita!
Sebelumnya, Sunan sudah memberikan spoiler kecil lewat Instagram story di akun @sunankalijaga_sh. “Besok kami akan buat laporan dan prescon. Kami sudah dapat nama terduga pelaku oknum ketum partainya,” tulisnya pada Kamis (3/10/2024).
Dalam story tersebut, Sunan berdiri di samping korban yang tampak masih menjalani perawatan di fasilitas kesehatan. Kalau sudah begini, netizen langsung gercep mencari-cari siapa ketum yang dimaksud. Apalagi dengan situasi politik yang lagi panas-panasnya menjelang Pilpres dan Pilkada, setiap gerakan tokoh politik selalu mendapat sorotan.
Kembali ke Drama Politik
Kalau biasanya panggung politik penuh janji-janji seputar pembangunan, kesejahteraan, atau isu-isu kebijakan, kali ini kita disuguhi episode berbeda. Mungkin ini yang bikin orang bilang kalau dunia politik itu ibarat sinetron tanpa habis-habis. Ada yang menikung, ada yang mendukung, dan sekarang ada yang diduga “main pukul.”
Namun, di tengah ketidakjelasan siapa tokoh yang terlibat, kita tidak bisa menahan tawa pahit melihat ironisnya situasi ini. Ketum partai yang seharusnya jadi contoh dan panutan malah terlibat dugaan kasus kekerasan? Apa ini gaya baru para elit politik kita? Yang seharusnya berdebat soal kebijakan, eh, malah sibuk menghadapi kasus pribadi.
Kalau begini caranya, mungkin slogan partai harus diubah. Bukannya “menuju Indonesia adil dan makmur” tapi jadi “menuju drama politik level elit.”
Tersirat Sindiran
Di luar semua drama ini, ada satu hal yang penting kita kritisi. Fenomena politisi yang tampaknya lebih sering muncul di media karena skandal, bukan prestasi, semakin menegaskan betapa urgennya kita memilih pemimpin dengan integritas. Di saat kita berharap ada gebrakan besar dari para politisi untuk rakyat, yang kita dapat justru gebrakan… yang lain.
Perilaku para elit ini bisa jadi contoh buruk bagi generasi muda. Apa artinya memimpin jika moralitas tidak dipegang teguh?
Mari kita tunggu saja kelanjutan sinetron ini. Apakah sang ketum akan berani bicara, atau justru memilih bersembunyi di balik panggung politik? Yang jelas, di dunia politik Indonesia, tampaknya kita harus selalu siap dengan kejutan—baik dari kebijakan maupun dari drama personalnya.
Sementara itu, buat kita rakyat biasa, jangan lupa terus pegang HP, mantengin berita, dan siap-siap tertawa pahit. Siapa tahu, ke depannya, janji-janji kampanye bakal kita lihat bukan dari baliho, tapi dari story Instagram politikus yang sibuk mengklarifikasi skandal.















