Klaten – Kalau biasanya ibu-ibu PKK itu sibuk arisan, demo masak, atau lomba yel-yel yang suaranya bisa bikin tetangga kaget, kali ini beda. Ketua TP PKK Kabupaten Klaten, Fahrani Hamenang Wajar Ismoyo, resmi turun gunung alias blusukan ke desa binaan buat ngecek langsung 10 program pokok PKK.
Lokasinya di Desa Trasan dan Desa Gondangsari, Kecamatan Juwiring, Senin (8/9). Evaluasi ini katanya penting, biar tahu apakah program PKK benar-benar jalan atau cuma manis di atas kertas.
“PKK itu tujuannya jadi mitra pemerintah, bantu nyelesaikan masalah. Mulai dari stunting, sampah, sampai masalah yang bikin pusing kepala desa. Pokoknya kalau ada ibu-ibu PKK, insya Allah masalah cepat beres,” ujar Fahrani.
Dan bener aja lur, kalau ibu-ibu PKK udah bergerak, jangan ditanya. Bapak-bapak biasanya masih rapat musyawarah dulu, ibu-ibu PKK udah nyiapin nasi kotak, kursi lipat, plus spanduk dadakan.

Fahrani juga ngecek administrasi. Katanya sih sudah rapi. Warga yang hadir pun manggut-manggut, walau dalam hati mungkin ada yang mikir: “Aduh, catatan hutang gorengan kemarin masuk arsip nggak ya?”
Beliau optimis program PKK Klaten bakal jalan terus, tapi ngingetin jangan cuma rapih pas ada kunjungan aja. “Jangan kayak sapu baru, awalnya rajin dipakai, lama-lama ditaruh di pojokan,” celetuknya.
Yang bikin tambah heboh, Fahrani muji peran ibu-ibu PKK:
“Kenapa desa harus gandeng PKK? Karena kalau minta tolong sama ibu-ibu, biasanya langsung beres dan cepat.”
Nah, fix! Kalau DPR lama sidang soal undang-undang, coba serahin ke ibu-ibu PKK. Bisa jadi sehari kelar, masih sempat bikin kue bolu sama upload status WA: “Capek tapi bahagia.”
Kesimpulannya: Evaluasi PKK ini serius, tapi nuansanya tetap adem. Karena kalau ibu-ibu PKK udah turun tangan, bukan cuma stunting dan sampah yang hilang, bahkan mantan pun bisa ikut raib… asal niat!

















