Klaten, 22 Mei 2025 –
Akhirnya! Setelah bertahun-tahun warga Desa Bener, Kecamatan Wonosari, harus rela menyebrangi sungai sambil berdoa dan nyanyi Sholawat Badar, kini mereka bisa melintas dengan lebih tenang.
Jembatan baru sepanjang 43 meter dan lebar 1,8 meter resmi diresmikan!
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, bahkan turun langsung – bukan untuk selfie doang, tapi beneran motong pita dan teken prasasti. Katanya sih, biar sah dan nggak dikira jembatan ilegal.
Dibangun dengan biaya ratusan juta – duit rakyat ya jelas! – jembatan ini jadi penghubung antara Desa Bener dan Sukoharjo. Selain menghubungkan dua wilayah, jembatan ini juga membuka jalan menuju pabrik impian, tempat warga Bener biasa cari nafkah dan sedikit-sedikit curi sinyal Wi-Fi.
Dulu Jembatannya Roboh, Sekarang Kokoh
Jembatan lama roboh di tahun 2023. Entah karena usia, bahan seadanya, atau terlalu sering dilewati motor modifan yang beratnya ngalahin truk tangki. Tapi sekarang, bangunan barunya diklaim lebih kuat. Nggak cuma dari segi konstruksi, tapi juga dari doa warga yang tiap hari lewat sambil bilang, “Semoga gak ambrol maneh, ya Allah…”

Kepala Desa Angkat Bicara (Tapi Tetap Merakyat)
Menurut Bu Suparni, Kepala Desa Bener yang dikenal tegas tapi suka senyum ke bayi, jembatan ini bukan sekadar beton dan besi:
“Ini jembatan harapan, ekonomi, sosial, budaya, dan persaudaraan. Bukan cuma nganterin motor, tapi juga mimpi-mimpi warga!”
Widih, dalem, Bu! Cocok dijadikan caption IG Pemkab.
Bupati Klaten: “Kita Bangun Perbatasan, Biar Nggak Jadi Lupakan”
Dalam sambutannya, Pak Bupati bilang:
“Kami ingin bangun Klaten, tidak hanya di tengah kota. Perbatasan juga penting!”
Nah, ini baru pemimpin! Tidak hanya memikirkan pusat, tapi juga pinggiran.
Kalau bisa sih, jangan cuma jembatan. Wi-Fi publik, Puskesmas 24 jam, dan sinyal yang nggak hilang-hilang juga penting, Pak!
Sindiran Lembut Tapi Nyentil:
Gareng nyeletuk:
“Nek jembatan wes diresmikan, semoga akses ke pabrik tambah gampang. Tapi ojo lali, gaji juga kudu gampang dinaikkan!”
Petruk manggut-manggut sambil nyengir:
“Jembatan penghubung antar desa, semoga ora mung dadi proyek pencitraan jelang musim politik!”

Penutup:
Kini, warga Desa Bener tak perlu lagi naik motor sambil mikir, “Kalau nyebrang ini selamat, tak sedekah 2 ribu.”
Dengan adanya jembatan ini, akses mudah = ekonomi lancar = hati senang = hidup tenang.
Asal ya tadi itu, dipelihara, jangan sampai jembatannya lebih cepat rusak dari hubungan mantan sama mantan baru.
Laporan disusun sambil duduk di pinggir jembatan, menikmati semilir angin dan melihat warga lewat sambil bilang: “Alhamdulillah, akhirnya!” – Oleh: Gareng & Petruk, Duo Wartawan Tanpa Jas Tapi Penuh Satire















