Oleh: Tim Redaksi Harian Nasional Gareng Petruk
Bombana, 11 Oktober 2024 – Bombana tampaknya tidak pernah bisa lepas dari cerita lama yang berulang: kisah pejabat, proyek besar, dan uang rakyat yang entah mengalir ke mana. Kali ini, mantan Bupati dua periode Bombana, Tafdil, kembali terseret dalam pusaran dugaan korupsi yang semakin panas dibahas oleh publik. Bukan hanya karena jejak politiknya, tapi juga karena suaminya, Andi Nirwana Sebbu, yang tengah maju sebagai calon bupati Bombana 2024. Dinasti ini kini terancam, tak hanya oleh masa lalu kelam, tapi juga oleh dugaan skandal korupsi yang mencengangkan.

Perjalanan Dinas Fiktif: Liburan atau Kerja?
Ketua Lembaga Pemantau Penegakan Hukum Sulawesi Tenggara (LPPH Sultra), Alki Sanagri, mengguncang publik dengan laporan terbarunya yang menyebut dugaan perjalanan dinas fiktif Tafdil selama tahun anggaran 2021. Alki menduga ada penggelembungan biaya hingga Rp 4,9 miliar untuk perjalanan dinas yang lebih mirip “liburan mewah” daripada kunjungan kerja.
Gareng, yang terkenal kritis namun lucu, berceletuk, “Wah, jangan-jangan, perjalanan dinas ini ke planet Mars? Soalnya biayanya gede banget, nggak masuk akal kalau cuma ke Makassar atau Jakarta!”
Dugaan skandal ini termasuk pembuatan biaya penginapan yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, yang mencapai lebih dari Rp 4,3 miliar. Benar-benar angka yang bikin kepala rakyat Bombana pusing tujuh keliling. Belum lagi, ada dugaan korupsi perjalanan dinas untuk bimbingan teknis DPRD senilai Rp 350 juta, yang ternyata tidak sesuai dengan ketentuan. “Masa sih belajar sampai segitu mahalnya? Apa mereka lagi belajar bikin duit?” Petruk ikut berseloroh.
Bibit Kopi Siluman: Proyek Pertanian yang Gagal
Tak hanya soal perjalanan dinas, Tafdil juga tersangkut dalam dugaan proyek siluman lain. Kali ini, proyek pengadaan bibit kopi pada 2022 yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 9 miliar. Menurut Alki, bibit kopi yang dibeli tidak sesuai dengan spesifikasi yang tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK). “Wah, kalau begini, kopi yang ditanam di Bombana jangan-jangan malah tumbuh jadi rumput!” celetuk Gareng sambil tertawa kecil.
Bibit kopi tersebut diduga adalah bagian dari skenario cerdik untuk menguras uang negara. “Proyek pertanian ini sepertinya lebih menguntungkan pihak tertentu daripada para petani,” tambah Petruk sambil menghela napas. Lagi-lagi, rakyat Bombana yang harus menanggung akibatnya, dengan proyek yang tak kunjung menghasilkan apa-apa selain kekecewaan.
Gedung VIP RSUD Bombana: Lebih Mewah dari Hotel Bintang Lima?
Masih belum puas dengan dua skandal besar tadi, Alki Sanagri juga menyoroti dugaan korupsi dalam pembangunan Gedung VIP Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bombana, yang memakan anggaran fantastis sebesar Rp 9,4 miliar. Menurut laporan, pembangunan ini pun tercium adanya penyimpangan, dan kasusnya sedang dalam penyelidikan oleh Polda Sultra.
Gareng kembali melontarkan sindirannya, “Gedung VIP atau hotel bintang lima nih? Kalau rumah sakit aja biayanya segini, kayaknya pasien di sana bisa dapet layanan spa juga!”
Rakyat Bombana: Korban dari Dinasti yang Tak Kunjung Usai
Dengan berbagai dugaan korupsi yang menyeret nama Tafdil, tidak heran jika masyarakat mulai jengah dengan dinasti politik ini. Pemimpin yang seharusnya membawa kesejahteraan, malah membawa beban dan kecurigaan. Tafdil mungkin sudah lepas dari kursi bupati, tapi warisan skandalnya tetap menghantui. Dan kini, istrinya, Andi Nirwana Sebbu, berusaha melanjutkan kepemimpinan keluarga ini. Rakyat Bombana pun bertanya: apakah kita akan mendapatkan lebih banyak janji atau lebih banyak korupsi?
Gareng menutup dengan pesan tajam namun menggelitik, “Kalau Tafdil aja begini, apa kita yakin Andi Nirwana nggak akan ngelanjutin proyek-proyek siluman suaminya? Ingat, pemimpin itu bukan warisan, apalagi kalau yang diwarisinya cuma skandal.”
KPK Didesak Usut Tuntas
LPPH Sultra pun tidak tinggal diam. Alki Sanagri dengan tegas meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera mengusut kasus ini. Menurutnya, keterlibatan Tafdil dalam berbagai skandal harus diinvestigasi secara menyeluruh, demi keadilan dan kepastian hukum. Jika dugaan ini terbukti, maka nama besar keluarga ini akan semakin terpuruk, dan Bombana perlu mencari pemimpin yang bersih dari bayang-bayang korupsi.
Petruk menutup dengan tawa kecil, “Jangan-jangan, nanti KPK harus bikin ‘perjalanan dinas’ juga ke Bombana, buat bongkar semua proyek siluman ini. Tapi ya kali, jangan sampai fiktif juga ya!”















