Situbondo – Minggu kemarin, Pendopo Kabupaten Situbondo mendadak jadi ajang kopi darat lintas genre: dari LSM Penjara Indonesia yang dikomandani oleh bang Fajar Gondrong (rambut gondrong, omongan lebih gondrong lagi), sampai LSM Teropong yang katanya bisa lihat penyimpangan meskipun cuma pakai teropong mainan anak TK.
Kedatangan mereka bukan buat wisata kuliner apalagi nobar sinetron Indosiar. Tapi silaturahmi sekaligus rembug kinerja dengan Bupati Situbondo, Mas Rio, yang dari gaya dan sikapnya lebih mirip Mas-Mas netral di grup WA keluarga — diem dulu, tanggapi belakangan, tapi tetap senyum.
LSM Ngadu, Inspektorat Ditodong
Bang Fajar Gondrong, yang rambutnya bisa dijadikan meteran pembangunan jalan desa, meluncurkan pertanyaan pedes nan makjleb:
“Kinerja Inspektorat Situbondo ini ngapain aja, sih? Masa embung yang dibikin bisa bikin warga malah kejeblos, bukan ke-embung? Dana desa kok rasanya kayak hilang ke alam gaib, padahal bukan tayangan horor.”

Belum habis gondrongnya bicara, datang Sekjen LSM Teropong, bang Wahyudi, yang langsung pasang lensa zoom 300mm:
“Kades-kades kok banyak yang ‘proyekan’ tapi hasilnya seperti ngerjain tugas kelompok—asal jadi, asal comot. Rab dan spektek? Mungkin cuma mitos, kayak UFO di Situbondo.”
Bupati Mas Rio: Welcome Tapi Woles
Mas Rio, si Bupati yang tenang kayak air kolam ikan koi, menanggapi semuanya dengan gaya jangan panik, kita atur.
“Silakan laporkan kalau ada yang nyeleneh. Inspektorat saya minta tindak lanjuti,” katanya, dengan nada datar tapi maknanya dalam. Mirip pesan dosen waktu ngasih revisi skripsi: terserah kamu, asal beres.
Yang menarik, suasana tetap adem. Ngopi jalan, keripik habis, bahkan tidak ada satu pun yang banting meja—padahal biasanya kalau bahas anggaran desa, bisa kayak debat netizen soal siapa yang paling setia di FTV.
Gareng Komentar:
Inspektorat Situbondo ini perlu kita tanya: panjenengan kerja atau ngelantur? Kalau laporan dari LSM sudah kayak tumpukan laundry belum dijemur, lalu siapa yang jemur kebenaran?
Embung bukan cuma soal air, tapi soal aliran dana yang jangan-jangan mengalir ke saku yang salah. BUMDes bukan ajang BUMDesa Bisa Enak Sendiri, tapi buat warga biar bisa berdikari, bukan berdiri sambil bingung ke mana uang larinya.
Mas Rio sudah kasih lampu hijau, tinggal apakah Inspektorat mau nyetir atau malah parkir sembarangan?
—
Penutup:
Di negeri +62 ini, kadang rakyatnya lebih detail dari inspektoratnya. LSM jadi CCTV sosial, Inspektorat jangan sampai jadi kamera mati tapi sensor jalan. Rakyat boleh gondrong, boleh berteropong, asal jangan jadi korban kebijakan yang bolong-bolong.
Situbondo, ayo jangan jadi Situbodoh — rakyat kritis, pemimpin harus responsif. Inspektorat? Jangan sekadar Inspek-nyoret!
[wpdiscuz-feedback id=”76f7apndcy” question=”Please leave a feedback on this” opened=”1″][/wpdiscuz-feedback]
















