Sentul, 4 Mei 2025 – Kalau biasanya zikir itu bikin hati adem, kali ini zikir juga bikin bumi ijo royo-royo. Dalam rangka haul ke-6 Almarhum KH. Muhammad Arifin Ilham, Majelis Azzikra bareng Yayasan EcoMasjid enggak main-main—mereka tanem 20.000 pohon, rek! Bukan pohon plastik, tapi beneran pohon hidup, di Hutan Wakaf Azzikra, Sentul dan Gunung Sindur. Wah, zikirnya makin manjur, oksigen makin segar, planet juga ikut berdoa dalam bentuk… fotosintesis.
Zikir & Tanam: Ibadah 2-in-1, Bonus Karbon Rendah

Program “Zikir & Tanam” ini bukan sekadar seremonial doa massal sambil selfie. Ini ibadah level advance: vertikal ke Tuhan, horizontal ke bumi. Seperti kata langit dan bumi dalam QS. Al-Isra’ [17:44]: “Bertasbih kepada-Nya langit yang tujuh, bumi dan siapa yang ada di dalamnya.” Nah loh, ternyata pohon juga rajin zikir, masa kita kalah?
Menteri Agama: Dari Mimbar ke Hutan
Menteri Agama, Prof. Dr. KH Nazaruddin Umar, MA, bukan cuma pintar ceramah, tapi juga paham pentingnya tanah. Beliau meluncurkan Gerakan Wakaf Hutan saat Hari Bumi kemarin, dan mendukung penuh aksi 20.000 pohon ini. Wakaf bukan cuma tanah kuburan, Bro! Tapi tanah kehidupan yang hijau dan barokah.
Ulama pun Berzikir dan Berpeluh
KH. Syukran Makmun menyebut ini sebagai “tasbih alam dalam bentuk nyata”. Lha iya, wong selama ini kita zikir di masjid, tapi lupa kalau bumi juga butuh dikasih sayang.
KH. Idrus Ramli makin nyelekit, “Ini bukan proyek hijau-hijauan ala influencer, tapi sedekah jariyah yang bisa ngalahin konten viral!” Bahkan KH. Abdul Syukur bilang, “Zikir tanpa aksi ya cuma desiran angin. Tapi kalau disambung nanem pohon, itu namanya dzikir level khusyuk!” Mantap, Pak Kiai!
EcoMasjid: Masjid Jangan Cuma Adem AC, Tapi Adem Lingkungan
Dr. Hayu Prabowo dari EcoMasjid juga tidak mau ketinggalan. Katanya, “Hutan Wakaf adalah bentuk nyata dari Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Masjid bukan cuma tempat sholat, tapi tempat merawat semesta.” Wah, jadi imam zaman now bukan cuma bimbing nikah, tapi juga bimbing nanem!
Wakaf Level Nasional: Dari Aceh sampai Tasik, Indonesia Hijau Bersyariah
Gerakan ini sudah menjalar ke berbagai daerah. Bayangin, dari Aceh sampai Wajo, dari Mojokerto sampai Gunung Kidul, semua sibuk nanem sambil zikir. Bahkan sedang direncanakan pembentukan Forum Hutan Wakaf Indonesia—tempat di mana tukang tanam pohon dan tukang ceramah bersatu, demi oksigen dan pahala.
Gareng & Petruk Menyela:
> “Lho Rek, nek zikir iso nyedot dosa, tanem pohon iso nyedot karbon! Wis wayahe kita sadar, merawat bumi itu bukan tren… tapi kewajiban. Jare dalang dalu, ndak usah ngaku cinta Nabi yen wit disepak terus!”

Penutup Daun Hijau:
Program “Zikir & Tanam” ini bukan hanya bentuk cinta pada Sang Pencipta, tapi juga pada ciptaan-Nya. Dalam dunia yang makin gerah karena ulah manusia, langkah ini jadi pelipur lara sekaligus ajakan aksi. Yuk, zikir sambil tanam. Biar dunia makin adem, hati pun makin tentrem.
















