Banyuwangi – GarengPetruk.Com
Hari Raya Kuningan di Banyuwangi kali ini nggak cuma bikin umat Hindu semringah, tapi juga bikin Wakil Bupati Mujiono ikut larut dalam suasana khusyuk dan guyub, meski diam-diam Petruk menduga beliau mungkin juga larut karena aroma dupa dan klepon yang menggoda iman.
Pura Agung Blambangan, Kecamatan Muncar, Sabtu (3/5/2025), jadi lautan manusia—bukan untuk demo BBM naik atau konser dangdut, tapi untuk menyambut kedatangan para leluhur yang pulang kampung ke alam spiritual masing-masing. Ini momen sakral, bung! Dan Wabup Mujiono pun datang, bukan sekadar numpang selfie, tapi juga ngajak semua umat Hindu untuk… bahu-membahu.

“Bahu-membahu membangun Banyuwangi,” kata Wabup.
Nah lho, Petruk langsung mikir: ini maksudnya kita semua jadi tukang bangunan? Atau ikut ngecor jalan di tengah terik matahari? Tapi ya sudahlah, yang penting semangat gotong royong tetap membara, walau terkadang proyek jalanan lebih sering membara karena mangkrak ketimbang selesai tepat waktu.
Wabup juga bilang, keguyuban dan kedamaian itu penting. Setuju, Pak! Apalagi di zaman sekarang, di mana orang lebih gampang nyinyir di kolom komentar ketimbang nyumbang ide di musyawarah RT. Tapi tenang, masyarakat Banyuwangi masih waras. Kita masih bisa duduk bareng, ngopi, dan debat kusir soal siapa lebih hebat: Semar atau Naruto.
Ketua PDHI Banyuwangi, Pak Sardiyanto, juga nggak mau kalah bijaknya. Ia menyerukan semangat mulat sarira alias introspeksi diri.
“Berpikir, berkata, dan berbuat baik,”
katanya.
Wah, kalau semua orang patuh ini, aplikasi buzzer bisa bangkrut! Karena nyinyir dan hoaks udah nggak laku.
Petruk sendiri kagum. Di tengah suasana religius, para pejabat masih sempat ngasih wejangan tanpa menyindir oposisi politik. Luar biasa! Barangkali ini efek dupa yang bikin adem.
Tapi ingat, rakyat juga ingin guyub itu nggak cuma diucapkan pas hari raya. Jangan sampai setelah acara selesai, yang guyub cuma rekening pejabat, sementara rakyat tetap gotong-royong… bayar cicilan dan nyari minyak goreng murah.
Akhir kata, Gareng dan Petruk titip salam untuk semua umat yang merayakan Kuningan. Semoga semua kembali pada dharma—termasuk yang suka korupsi, semoga cepat insaf, sebelum kualat disambit karma!
(Laporan khas: Didik H dan Petruk, yang belum sempat nyicip klepon karena kehabisan)
















