• Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
Minggu, Februari 8, 2026
Harian Nasional Gareng Petruk
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
  • Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Ketua Umum DPP Pasukan 08 Usulkan : Undang-Undang Keamanan Siber Indonesia: Satu Orang Satu Akun, Terintegrasi dengan KTP

Oleh Arfian D Septiandri, S.Kom, MBA, CCA, CCSA, CIISA, C.ED

maisput by maisput
September 14, 2025
in Pojok Opini
0 0
0
Ketua Umum DPP Pasukan 08 Usulkan : Undang-Undang Keamanan Siber Indonesia: Satu Orang Satu Akun, Terintegrasi dengan KTP
0
SHARES
164
VIEWS
Bagikan Ke FacebookBagikan Ke XBagikan Ke WhatsappBagikan Ke Google

Di zaman now, medsos itu lebih berisik dari pasar malam. Semua orang bisa ngomong, dari yang pinter beneran sampai yang baru tamat SD, dari profesor sampai akun anonim pakai nama “Bambang123”. Masalahnya, kita nggak tahu siapa yang beneran manusia, siapa yang cuma robot disetir dari luar negeri.

Indonesia sekarang kayak rumah gede tanpa pagar. Orang bebas masuk, teriak-teriak, bikin gaduh, bahkan ngrusak isi rumah. Kedaulatan informasi kita kayak sate di pinggir jalan—siapa aja bisa tusuk.

READ ALSO

Risiko dan Perlindungan Pejabat Pemerintah: Pelajaran dari Kasus Bu Ari Sego Liwet

Antara Dunia yang Sepi dan Dunia Transaksional

Maka muncul gagasan: bikin Undang-Undang Keamanan Siber Indonesia. Prinsipnya sederhana tapi tajam: satu orang satu akun, wajib terintegrasi dengan KTP. Jadi, kalau ada yang nyebar hoaks, hasutan, atau ujaran kebencian, bisa langsung dilacak: “Lho, ini orang dari  RT mana? Kan KTP-nya jelas kok.”

 

Belajar dari Negara Lain

Tenang, kita nggak sendirian. Negara lain juga ribut soal identitas digital:

  • Tiongkok: sudah lama punya Real Name Policy. Mau komen di medsos harus pakai nama asli. Hasilnya, lebih tertib, meski sering dibilang kebebasannya dipangkas.
  • India: pakai sistem Aadhaar. Semua layanan publik dan digital nyambung ke nomor identitas. Tapi, mereka juga repot soal bocor-bocor data.
  • Uni Eropa: main lewat GDPR. Mereka keras soal privasi data, sampai perusahaan digital keringetan.

Lha Indonesia? Masih santai kayak di pantai. Medsos kita kayak warung kopi: siapa aja boleh nimbrung, bahkan kalau nggak kenal juga bisa sok kenal. Nah, ini yang bahaya.

 

Satu Orang Satu Akun: Biar Jelas Orangnya

Prinsip satu orang satu akun itu bukan buat ngeribetin. Justru biar jelas. Kita di dunia nyata aja punya satu KTP, masa’ di dunia maya bisa punya puluhan identitas?

Tujuan nya apa?

  1. Akuntabilitas – Biar kalau ngomong ngawur bisa dimintai tanggung jawab.
  2. Basmi Robot & Troll – Nggak ada lagi akun abal-abal yang tiap hari kerjaannya nyebar kebencian.
  3. Kedaulatan Data – Biar medsos kita nggak jadi tempat mainan orang asing.

Cara nya gimana?

  • Semua akun harus diverifikasi Dukcapil.
  • Bisa pakai biometrik (sidik jari, wajah).
  • Media sosial global wajib patuh lewat API nasional.
  • Data tetap dienkripsi, biar privasi aman.

 

Dari Kacamata Hukum

Orang pasti nyeletuk: “Lho, bukannya kebebasan berekspresi itu hak asasi manusia?” Betul. Tapi jangan lupa, UUD 1945 Pasal 28J juga bilang: kebebasan itu ada batasnya—harus hormati hak orang lain, dan jangan sampai ganggu keamanan negara.

Artinya, UU ini bukan buat bungkam rakyat. Rakyat tetap bebas ngomong, asal ngomong sebagai dirinya sendiri. Bukan sembunyi di balik akun palsu.

Supaya nggak jadi alat politik, harus ada aturan:

  • Pengawasan independen (misalnya DPR atau komisi khusus).
  • Proses hukum transparan.
  • Ada hak banding kalau ada warga yang merasa dizalimi.

 

Dari Kacamata Keamanan Siber

Zaman sekarang, perang bukan cuma soal tank dan rudal. Perang informasi lebih ganas. Kita lihat di Ukraina, Rusia pakai bot farm buat memengaruhi opini. Di Amerika, pemilu pernah diguncang hoaks dari akun asing.

Indonesia rawan. Dengan 200 juta lebih pengguna internet, kita pasar empuk buat propaganda. Tanpa pagar identitas, ruang digital bisa dijajah narasi asing.

Nah, konsep satu orang satu akun jadi benteng pertama. Kalau semua harus pakai identitas jelas, infiltrasi asing otomatis lebih susah.

 

Dari Kacamata Sosial

Pasti ada yang protes: “Waduh, nanti privasi kita hilang dong!” atau “Demokrasi jadi mati suri dong!”

Sebenernya nggak. Justru demokrasi kita bisa naik kelas. Karena orang jadi belajar berbicara dengan tanggung jawab.

  • Anak muda tahu bahwa postingan itu ada konsekuensi hukum.
  • Medsos lebih adem, nggak melulu fitnah dan kebencian.
  • Perdebatan tetap ada, tapi lebih sehat.

 

Dari Kacamata Ekonomi dan Teknologi

UU ini bisa jadi berkah ekonomi. Bayangin:

  • Startup keamanan siber lokal tumbuh.
  • Banyak kerjaan baru buat ahli AI, data analyst, sampai digital forensik.
  • Pusat data nasional makin kuat, nggak bergantung sama server asing.

Risikonya? Ya, bisa aja data dimonopoli atau bocor. Maka UU harus keras: data rakyat itu suci, nggak boleh diperdagangkan sembarangan.

 

Suara dari Pasukan 08

Ketua Umum DPP Pasukan 08, Arfian D Septiandri, S.Kom, MBA, CCA, CCSA, CIISA, C.ED, nyeletuk keras:

“Kedaulatan informasi dan identitas virtual rakyat Indonesia itu harga mati. Jangan sampai yang ngoceh di negeri ini justru akun-akun robot, atau malah akun dari luar negeri. Ini ranahnya Komdigi, tapi harus didukung DPR, BSSN, dan intelijen. Kalau kita nggak bergerak, berarti kita kalah sebelum perang dimulai. Cara tercepat ya regulasi dulu, sambil siapin SDM dan tools-nya.”

Bahasanya tegas, tapi pesannya jelas: kalau negara nggak segera pasang pagar digital, rakyat kita bisa jadi boneka algoritma asing.

 

Peta Jalan (Roadmap)

  1. Regulasi – DPR dan pemerintah susun UU Keamanan Siber.
  2. Infrastruktur – integrasi Dukcapil, server nasional, dan enkripsi.
  3. SDM – cetak generasi ahli siber.
  4. Pilot Project – coba dulu di platform tertentu.
  5. Penegakan – tegas terhadap akun ilegal.
  6. Evaluasi – revisi tiap 2 tahun, biar sesuai teknologi terbaru.

 

Kesimpulan

Indonesia nggak boleh lagi jadi “rumah tanpa pagar” di dunia digital. Gagasan dari Ketua Umum DPP Pasukan 08 tentang satu orang satu akun terintegrasi KTP ini bukan buat ngeribetin, tapi buat nyelametin demokrasi, ngejaga kedaulatan informasi, dan ngasih tanggung jawab ke setiap warga.

Kalau kita nggak pasang pagar, medsos kita bakal terus jadi hutan belantara penuh hoaks dan fitnah, bahkan bisa dikuasai algoritma asing.

Dengan regulasi matang, SDM siap, dan kolaborasi lintas lembaga, Indonesia bisa jadi pelopor kedaulatan digital di Asia Tenggara.

Ingat, di era digital ini, siapa yang pegang data, dia yang pegang masa depan. Jangan sampai masa depan kita dikendalikan robot-robot asing yang ngoceh seenaknya.

Post Views: 927

Related Posts

Risiko dan Perlindungan Pejabat Pemerintah: Pelajaran dari Kasus Bu Ari Sego Liwet
Kolom Tokoh Fiktif

Risiko dan Perlindungan Pejabat Pemerintah: Pelajaran dari Kasus Bu Ari Sego Liwet

November 24, 2025
Antara Dunia yang Sepi dan Dunia Transaksional
Pojok Opini

Antara Dunia yang Sepi dan Dunia Transaksional

Oktober 31, 2025
Pemuda, Kopi, dan Revolusi yang Masih di Cicil di Warung
Kolom Tokoh Fiktif

Pemuda, Kopi, dan Revolusi yang Masih di Cicil di Warung

Oktober 29, 2025
JANGAN PANGGIL AKU AYAH
Pojok Opini

JANGAN PANGGIL AKU AYAH

Oktober 27, 2025
Ketum DPP Pasukan 08: Reshuffle Prabowo Sesuai Prediksi, Tapi Menteri Keuangan Bikin Shock!
Pojok Opini

Dari Relawan Jadi Jutawan — Dari Kader Menuju Miliarder: Kisah Sunyi Perjalanan Pasukan 08

Oktober 19, 2025
Pasukan 08: Sufistik, Sunyi, dan Satu Komando di Antara Rakyat
Pojok Opini

Pasukan 08: Sufistik, Sunyi, dan Satu Komando di Antara Rakyat

Oktober 17, 2025
Next Post
Pergantian Kepala Polisi : Rakyat Butuh Pengayom, Bukan Pengayom Penjahat

Pergantian Kepala Polisi : Rakyat Butuh Pengayom, Bukan Pengayom Penjahat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Foto : Kolonel Laut (K) dr.R. Rukma Juslim, Sp.JP., FIHA. Wakamed RSPAL dr. Ramelan Surabaya.

RSAL Ramelan Surabaya Guncang Dunia Medis: “Thrombectomy” Jadi Jurus Pamungkas Kalahkan Penyakit Jantung Tanpa Pasang Ring!

Juli 20, 2025
Organ Tubuh: Saksi Bisu yang Mengungkap Kebenaran

Organ Tubuh: Saksi Bisu yang Mengungkap Kebenaran

April 30, 2025
7 Lokasi Wisata Di Sukamakmur Puncak Dua Bogor Yang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga

7 Lokasi Wisata Di Sukamakmur Puncak Dua Bogor Yang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga

November 29, 2024
Jonggol Segera Punya Jalan Tol Rp15,37 Triliun: Warga Siap-Siap!

Jonggol Segera Punya Jalan Tol Rp15,37 Triliun: Warga Siap-Siap!

Oktober 4, 2024
Keris Palembang: Senjata Khas dengan Keunikan dan Makna Mendalam

Keris Palembang: Senjata Khas dengan Keunikan dan Makna Mendalam

April 15, 2025

EDITOR'S PICK

OPINI PUBLIK: SEKOLAH RAKYAT, RAKYAT BERSEKOLAH – JANGAN SAMPAI SEKOLAH TAPI GAK BERAKAL!

OPINI PUBLIK: SEKOLAH RAKYAT, RAKYAT BERSEKOLAH – JANGAN SAMPAI SEKOLAH TAPI GAK BERAKAL!

Mei 27, 2025
Dugaan Pemotongan Bantuan Pusat di Minsel: Warga Miskin Ekstrem Maesaan Klaim Hanya Terima Separuh Jatah, LIN DPC Minsel Minta Transparansi

Dugaan Pemotongan Bantuan Pusat di Minsel: Warga Miskin Ekstrem Maesaan Klaim Hanya Terima Separuh Jatah, LIN DPC Minsel Minta Transparansi

November 20, 2025
Habis Kominfo, Terbitlah Koperasi – Gareng dan Petruk Berikan Salam untuk Budi Arie!

Habis Kominfo, Terbitlah Koperasi – Gareng dan Petruk Berikan Salam untuk Budi Arie!

November 29, 2024
DPRD Kota Batu Mau Bangun Gedung Baru 70 Miliar: Rakyat Bingung, “Itu Gedung apa Disneyland?”

DPRD Kota Batu Mau Bangun Gedung Baru 70 Miliar: Rakyat Bingung, “Itu Gedung apa Disneyland?”

September 20, 2025

Tentang GarengPetruk.com

Harian Nasional Gareng Petruk

“Harian Nasional Gareng Petruk – berita tajam, jujur, dan kritis, disampaikan dengan humor segar ala warung kopi.”

Follow us

Kategori

Recent Posts

  • Nyantri, Nyakola, Nyunda: Mahasiswa Turun Desa, Bukan Turun Gengsi
  • SITIE KEDELAK: Bukan Nama Jajanan, Tapi Cara Negara Nengok Anaknya
  • Ngopi Bukan Sekadar Seruput: Lapas Klaten Seduh Kinerja, Bukan Gosip
  • Lapas Klaten Ikut Apel Virtual: Seragam Rapi, Zoom Nyala, Integritas Diuji
  • Jurnalis Gareng Petruk
  • Redaksi Harian Nasional Gareng Petruk
  • Pedoman Media Siber

© 2023 GarengPetruk.com - Portal Berita Nasional Ahliaiti.

No Result
View All Result
  • Beranda Rakyat Jelata
  • Tentang Gareng Petruk
    • Jurnalis Gareng Petruk
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik Jurnalis Gareng Petruk
  • Merchandise
  • Indeks
  • Redaksi Harian Nasional Gareng Petruk
  • Login
    • Account
    • Dashboard
    • Edit

© 2023 GarengPetruk.com - Portal Berita Nasional Ahliaiti.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In