DENPASAR – Di tengah ramainya kontestasi Pilgub Bali, dukungan penuh datang dari Semeton Prabowo, yang secara tegas mengibarkan bendera untuk pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali nomor urut 01, Made Muliawan Arya dan Putu Agus Suradnyana (Mulia-PAS). Sekretaris Jenderal Semeton Prabowo, Putu Asrinidevy, atau yang akrab disapa Devy, punya alasan logis dan strategis untuk mendukung pasangan ini.
Dalam pernyataannya, Devy menyebut bahwa dukungan ini bukan sekadar karena kekerabatan politik, tapi lebih pada kesinambungan jalur politik dengan Presiden terpilih, Prabowo Subianto. “Pasangan Mulia-PAS ini merupakan sosok yang dipercaya oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto. Artinya, koneksi dengan pemerintah pusat akan mulus. Keuntungannya untuk Bali? Akses ke APBN lebih lancar, dan proyek-proyek pembangunan bisa lebih cepat turun,” ujarnya dengan semangat.
Menurut Devy, hubungan harmonis antara pusat dan daerah ini bisa membuka peluang lebih besar bagi Bali untuk mendapatkan perhatian lebih dalam pembangunan, terutama di bidang infrastruktur dan pariwisata. “Ini seperti lagi main catur, kalau punya jalan terbuka langsung ke raja, serangan bisa lebih efektif,” candanya sambil tersenyum. Namun di balik senyum itu, ada pesan serius: Bali butuh figur pemimpin yang bisa sinkron dengan pusat.
Keselarasan Program, Modal Utama
Devy melanjutkan bahwa keselarasan program antara pemerintah pusat dan daerah adalah kunci percepatan pembangunan. “De Gadjah (Made Muliawan Arya) bukan hanya sekadar kandidat gubernur, tapi dia adalah Komandan TKD Bali yang sudah mendapatkan restu dari Pak Prabowo. Artinya, segala program pusat bisa nyambung langsung ke daerah tanpa ribet. Proses birokrasi yang berbelit-belit? Wah, itu bisa kita singkirkan dengan lebih cepat.”
Menurut Devy, koneksi antara Mulia-PAS dengan Presiden terpilih memastikan semua program akan berjalan sinergis, tanpa banyak gesekan. “Kalau program sudah sejalan, ya tinggal jalan saja, tidak ada drama tarik-menarik kebijakan,” katanya sambil menirukan gaya debat politik yang sering ia saksikan di TV.

Pemimpin Muda untuk Bali yang Berenergi
Namun, tak hanya soal koneksi politik yang diandalkan Devy. Ia juga menekankan pentingnya sosok pemimpin muda. “Bali ini butuh darah baru. Sosok De Gadjah adalah representasi generasi muda yang punya semangat inovatif, visioner, dan mampu membawa perubahan positif. Sejarah mencatat, belum pernah ada gubernur muda yang memimpin Bali. Ini kesempatan emas!” tegasnya.
Devy yakin, dengan Mulia-PAS yang masih energik, Bali akan lebih siap menghadapi tantangan zaman modern. “Anak muda lebih cepat tanggap dengan perubahan, terutama isu-isu seperti perubahan iklim, pariwisata berkelanjutan, dan penguatan ekonomi kreatif. Bali butuh pemimpin yang bisa merespons dengan cepat, bukan yang jalan lambat kayak keong.”
Budaya Adiluhung, Inovasi Masa Kini
Di sisi lain, Devy juga menekankan bahwa meski Mulia-PAS datang dengan gagasan-gagasan modern, mereka tetap memiliki komitmen kuat untuk menjaga budaya Bali yang adiluhung. “Jangan takut, Mulia-PAS nggak akan merusak budaya Bali. Malah sebaliknya, mereka akan menjadikan budaya sebagai kekuatan utama. Inovasi modern tetap bisa berjalan seiring dengan pelestarian budaya. Ingat, modernisasi bukan berarti westernisasi,” tegasnya sambil tersenyum lebar.
Pada akhirnya, Devy mengakhiri pernyataannya dengan pesan optimistis. “Mulia-PAS bukan hanya pilihan terbaik, tapi juga pilihan strategis untuk Bali. Dengan dukungan dari pusat dan semangat muda, saya yakin Bali akan melompat jauh ke depan, dengan tetap berpijak kuat pada akar budaya yang kita banggakan.”
Gareng dan Petruk Bergumam:
“Gareng, kayaknya kalau Bali dipimpin anak muda kayak De Gadjah, bakal segar ya suasananya.” “Iya, Truk! Budaya kita dijaga, tapi pembangunan nggak ketinggalan zaman. Siap-siap Bali makin kece nih!”
Dengan gaya khasnya, Semeton Prabowo tak hanya menunjukkan dukungan, tapi juga harapan besar bagi masa depan Bali di bawah kepemimpinan Mulia-PAS.
Diliput oleh : Bernie Wie Rido















