Kaligayam, Klaten – Akhirnya, jalan becek yang dulu jadi langganan sandal jepit nyangkut dan motor tergelincir kini resmi tamat riwayatnya. Program TMMD Sengkuyung Tahap IV Tahun 2025 dari Kodim 0723 Klaten resmi ditutup, Kamis (6/11), tapi meninggalkan jejak yang bukan cuma di aspal—melainkan juga di hati rakyat desa Kaligayam.
Dipimpin oleh Letkol Inf. Slamet Hardianto, sang Dandim yang dikenal tegas tapi murah senyum, acara penutupan ini terasa seperti syukuran rakyat. Lengkap dengan sambutan Bupati Klaten, tepuk tangan Forkopimda, dan tentu saja warga yang wajahnya bersinar lebih terang dari jalan barunya.
“Terima kasih Bupati Klaten, yang uangnya dari rakyat juga, sudah membantu rakyat lewat TMMD ini,” ujar Dandim dengan gaya khas prajurit yang jujur tapi sopan.
🧱 Dari Jalan 495 Meter sampai Gorong-Gorong 6 Titik: Desa Kaligayam Naik Kelas!
Bayangkan, selama sebulan penuh (8 Oktober – 6 November), TNI dan warga gotong royong bangun jalan, bikin talud, gorong-gorong, rehap rumah, dan bahkan bikin jamban.
Bukan cuma bikin kering lumpur, tapi juga bikin kering air mata Mbah Poniyem.
“Dulu rumah saya gak punya jalan, cuma lewat emperan rumah tetangga. Sekarang negara ngasih jalan. Saya syukur banget, mas,” katanya sambil senyum yang tulus, khas warga desa yang tahu arti perjuangan.
Sementara Bu Puji, tetangga sebelah, bilang dengan bangga,
“Dulu kalau hujan becek, sekarang motor gak perlu diangkat lagi. Cukup dikendarai dengan doa dan bensin.”

🪖 TNI & Rakyat: Kolaborasi yang Gak Cuma di Spanduk
Bupati Klaten juga menegaskan pentingnya sinergi antara TNI dan pemerintah daerah. Katanya, “Pembangunan yang cepat dan merata itu butuh gotong royong, bukan gontok-gontokan.”
Dan rakyat pun manggut-manggut, karena sudah lama mereka paham: kalau negara dan rakyat sengkuyung bareng, hasilnya bukan cuma jalan mulus—tapi juga hubungan yang lurus.
🪶 Catatan Semar:
Kalau di kota, proyek jalan sering jadi ajang “jalan-jalan dana.” Tapi di Kaligayam, jalan beneran dibangun untuk rakyat.
TNI turun tangan, rakyat turun cangkul, dan pejabat turun wajah ke lapangan—bukan cuma ke baliho.
Semoga yang lain belajar: membangun negeri itu gak perlu banyak janji, cukup banyak aksi dan sedikit lumpur di sepatu.
🟨 GarengPetruk.com – Media Waras di Negeri yang Kadang Lucu Sendiri.
Lucunya di sini, tapi warasnya tetap kami jaga.

















https://shorturl.fm/osoEt