Blitar (garengpetruk.com) — Sabtu pagi (3/5/2025), RTH Kanigoro yang biasanya jadi tempat nongkrong bocil main sepeda dan emak-emak senam aerobik, hari itu mendadak berubah jadi “Miniatur Mekkah”. Tapi jangan salah sangka, ini bukan acara open trip umroh diskonan, gaes! Ini adalah Manasik Haji Ceria yang diikuti 106 siswa TK Kartika, hasil kolaborasi ciamik antara Yayasan Kartika Jaya Kodim 0808/Blitar dan Kementerian Agama Kabupaten Blitar.
Dengan kostum ihram mini—yang lebih mirip anduk hotel bintang tiga—bocil-bocil calon haji cilik ini dengan semangat 45 menjalani ritual haji ala-ala. Dari Wukuf di Arafah (baca: duduk manis sambil nyanyi “Rukun Islam ada lima~”), sampai lempar jumrah pakai bola plastik warna-warni yang lebih mirip lomba 17an RW.

Bikin Ngakak Tapi Bermakna
Kegiatan ini bukan cuma lucu-lucuan belaka. Ketua Persit KCK Cabang XXII, Ny. Gadis Dwinanda Hendra Sukmana, menegaskan bahwa ini adalah bagian dari membentuk karakter Islami anak sejak dini. “Biar nanti pas gede mereka enggak cuma ngerti TikTok-an, tapi juga paham rukun Islam kelima,” katanya sambil senyum penuh harapan.
KH. Zamroni dari Kemenag juga angkat suara, “Jangan dibayangin ini kayak ibadah haji sungguhan, ya. Ini manasik, alias belajar. Kalau ada bocil nangis karena nggak nemu air zamzam, ya wajar. Namanya juga belajar.”

Ka’bah Mini, Iman Maksimal
Acara makin meriah waktu sesi tawaf dimulai. Bocah-bocah muter Ka’bah mini buatan panitia dengan gaya ninja dan ekspresi serius kayak lagi ngejar es krim. Ada yang muter tujuh kali, ada juga yang muter tiga belas kali sambil nyanyi Balonku Ada Lima. Panitia pun senyum-senyum kecut, “Yang penting semangat, Mas…”
Tentu saja, kegiatan ini disambut hangat para orang tua. Banyak yang mengaku haru, karena anaknya bisa ngerti haji lebih awal daripada ngerti cara pakai sepatu kanan dan kiri yang benar.
Kritik Tipis-Tipis: Ngaji Jangan Cuma Buat Konten
Di balik kegembiraan ini, Gareng dan Petruk (duo komentator abadi dari dunia wayang yang sekarang jadi influencer batiniah) sempat nyeletuk, “Bagus sih ini manasik. Tapi jangan cuma manasik di TK doang. Kementerian dan dinas-dinas itu juga perlu manasik… manasik kejujuran, manasik integritas, dan manasik anti korupsi!”
Soalnya, apa gunanya ngajarin bocah rukun Islam, kalau pas gede nanti lihat contoh orang dewasa yang shalatnya khusyu, tapi amplopnya licin?
Penutup: Dari RTH Menuju Jannah
Acara ditutup dengan tawa, doa, dan harapan. Anak-anak pulang dengan pengalaman baru, orang tua pulang dengan memori HP penuh foto, dan panitia pulang dengan punggung pegal. Tapi semuanya sepakat: kegiatan ini gokil, bermakna, dan bikin adem hati.
Buat generasi yang katanya makin mager ibadah, siapa tahu dari sinilah benih-benih spiritualitas sejati tumbuh. Asal jangan sampai nanti ada bocil bilang, “Bu Guru, Kakbah-nya di Kanigoro aja ya… jauh kalau ke Mekkah!”
(GarengPetruk.com – Ngabari Sambil Ngegasin Nurani)
















