Pekanbaru – GarengPetruk News
Hari Minggu (27/4/2025) di Pekanbaru tidak hanya diwarnai mendung tipis dan tukang bakso keliling, tapi juga suara deg-degan 86 calon wartawan yang ikut ujian masuk Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau. Suasananya kayak Ujian Nasional, tapi minus contekan dan plus gaya rambut ala “tukang wawancara mantan pacar”. Hasilnya? 72 peserta dinyatakan lulus dengan bahagia, 10 lulus tapi bersyarat kayak cicilan motor, dan 4 orang harus mengulang nasib seperti sinetron jam 2 siang.

Dari 145 yang daftar, cuma 86 yang hadir. Sisanya?
Ya entahlah, mungkin mendadak jadi seleb TikTok atau baru sadar dunia jurnalistik itu bukan cuma ngetik, upload, dan nunggu endorse kopi. Dari 92 yang serius ngembaliin berkas, 86 yang akhirnya duduk manis—atau gelisah—menjawab soal ujian.
Penguji? Jangan main-main. Lima nama yang sudah jadi juragan pena turun gunung:
Kazzaini Ks (yang katanya bisa nulis sambil tidur),
Raja Isyam Azwar (lebih tajam dari mic wartawan infotainment),
Syahnan Rangkuti, Hari B Koriun, dan Mario Abdillah Khair (sang penguji dengan mata elang dan hati galau karena isi berita makin clickbait).

Bambang Irawan Syahputra, Wakil Ketua Organisasi PWI Riau, bilang, “Ujian ini bukan formalitas, ini ritual sakral menjaga marwah wartawan.”
Bahasa halusnya: jangan cuma bisa bikin judul “Wow! Heboh! Mengejutkan!”, tapi nggak paham Kode Etik. Lulus jadi wartawan PWI tuh kayak jadi pendekar jurnalistik—bukan cuma kuat di tulisan, tapi juga tahan godaan amplop dan titipan narasumber.
N. Doni Dwi Putra, Sekretaris PWI Riau, lebih tenang dan filosofis. Katanya, “Pers itu berubah. Jadi wartawan zaman now nggak cukup modal perekam dan tongsis. Harus adaptif, profesional, dan—yang paling penting—punya hati nurani.”
Dengar itu, para peserta yang belum lulus pun katanya langsung merenung… di warung kopi terdekat.

Berikut 10 nama peserta paling bersinar terang bagai LED 100 watt:
1. Azmi (Riauraya.com) – katanya nulis pakai hati, bukan pakai AI.
2. Kasri (BGNNews.co.id) – lulus sambil senyum kayak masuk nominasi Oscar.
3. Nur Azizah Melani (Goriau.com) – katanya jawaban ujiannya bisa bikin penguji terharu.
4. Adinda Nila Rozana (Riau Televisi) – multitasking, ujian sambil mikir opening news.
5. Zainal Arifin (Pantauriau.com) – katanya nulis judul lebih tajam dari satire GarengPetruk.
6. Slamet Wantoro (Pos Metro Rohil) – punya tagline: Berita keras, hati lembut.
7. Zidhane Alazhar (Riau Televisi) – katanya bakatnya bisa bikin sinetron berubah jadi berita.
8. Adriah (Antaranews.com) – katanya nulis berita tanpa typo, itu aja udah langka.
9. Depriandi (Iniriau.com) – semangatnya kayak wartawan ngejar deadline tahun baru.
10. Hengki Yuli Yandi (Riauaktual.com) – katanya bisa wawancara sambil main gitar.
Pengumuman Resmi? Silakan merapat ke Sekretariat PWI Riau, Senin (5/5/2025), jam 13.00 WIB. Datang tepat waktu, biar nggak ditanya, “Wartawan kok ngaret?”
Catatan Gareng dan Petruk:
Wartawan bukan sekadar profesi, tapi cahaya di tengah kabut info palsu. Yang lulus, jangan jumawa. Yang gagal, jangan baper. Yang bersyarat, jangan lupa syaratnya dipenuhi, bukan cuma di-like. Karena menjadi wartawan itu… bukan soal siapa cepat dia tayang, tapi siapa jujur dia dikenang.
– Laporan Khusus Tim GarengPetruk: “Nulis boleh ngelawak, tapi isinya harus bermartabat.”














