JAKARTA, garengpetruk – Selasa, 5 Agustus 2025
Kongres Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) 2025 makin panas, tapi belum sepanas komentar netizen waktu baca berita gosip selebritas. Tapi tenang, ini bukan gosip—ini seriusan, para wartawan mau milih jenderal barunya, eh… maksudnya Ketua Umum!
Dari hasil rapat Steering Committee (SC) di Hall Dewan Pers, Senin (4/8/2025), akhirnya disepakati: bakal calon Ketum kudu punya minimal dukungan dari 20 persen PWI Provinsi, alias delapan provinsi. Kalau cuma didukung grup WA alumni, maaf, belum cukup.
“Kita ingin proses ini terbuka dan adil, bukan ajang serobotan,” ujar Ketua SC, Zulkifli Gani Ottoh sambil menepuk meja, yang katanya nyengat lebih dari headline media kuning.
Pendaftaran calon ketum? Gratis!
Tuh, langka lho di republik ini, daftar tanpa mahar, tanpa sogokan, tanpa amplop kosong yang dijanjikan penuh pas hari H. Ini PWI, bukan panggung pencalonan kades yang kadang lebih heboh dari sinetron politik.
Tim Penjaringan ala “PWI Avengers”
Gak main-main, dibentuk pula Tim Penjaringan Calon Ketum. Isinya tujuh anggota SC, plus tiga dari Organizing Committee (OC).
Formasinya kira-kira mirip grup boyband senior:
Ketua OC: Marthen Selamet Susanto
Wakil Ketua OC: Raja Parlindungan Pane (bukan keturunan Kerajaan Majapahit, ya)
Sekretaris OC: TB. Adhi
“Keputusan ini solid dan terbuka,” kata Raja Pane, yang bisa aja jadi raja tanpa mahkota, tapi tetap pakai jas.
Drama Banten: Dua Kubu, Dua Suara, Damai di Tengah Jalan
Kalau biasanya kubu-kubu bikin ribut, kali ini SC PWI kasih contoh cara nyunda-nyunda adem di tengah konflik. PWI Banten yang pecah jadi dua versi—hasil Konferprov dan Konferensi Luar Biasa—dua-duanya dianggap sah!
Gak ada yang dicoret, gak ada yang didepak. Banten punya tiga suara, dibagi rata: satu untuk masing-masing kubu. Satu sisanya? Mungkin buat mediasi atau buat cadangan kalo tiba-tiba ada suara ngambek.
“Kita undang dua-duanya minggu ini, biar adem. Jangan rebutan panggung, rebutan ide saja,” ujar SC bijak bestari.
Daftar Pemilih Tetap: Versi Lama, Rasa Baru
Untuk urusan DPT, gak perlu pusing bikin baru. SC sepakat pakai daftar pemilih dari Kongres PWI Bandung 2023. Hemat waktu, hemat drama.
Lagian, yang penting bukan daftar nama, tapi niat memilih pemimpin yang bukan hanya bisa pidato, tapi juga bisa kerja!
Masa Bakti 2025–2030: Biar Gak Gonta-Ganti Ketum Kayak Ganti Admin Grup!
Karena pengalaman sebelumnya bikin dada sesak—baru setahun, kepengurusan sudah pecah kaya kerupuk ketiban ulekan—kali ini diputuskan masa bakti kepengurusan lima tahun penuh.
“Biar organisasi kembali normal. Jangan baru setahun udah bikin dualisme, serasa sinetron politik episode tak berkesudahan,” ucap Zulkifli sambil melirik kalender dan menghitung waktu pensiun.
Persiapan Kongres: Sudah 70 Persen, Tinggal Tambah Kipas dan Sambal
OC mengumumkan: Kongres PWI 2025 akan digelar 29–30 Agustus 2025 di BPPTIK Komdigi, Cikarang, Bekasi.
Jangan lupa bawa undangan, bukan hanya semangat. Zulkifli bilang, besok semua peserta akan dikirimi undangan. Gak ada drama ditinggal kereta karena undangan nyangkut di folder spam!
Catatan Kaki ala Gareng Petruk:
Kalau wartawan aja ribut soal ketua, gimana rakyat kecil bisa tenang?
Kalau PWI bisa berdamai dengan dua kubu, semoga partai politik juga bisa ikut nyontek.
Karena kadang, yang paling susah bukan cari pemimpin, tapi cari yang mau memimpin dengan benar.
garengpetruk – tempat di mana kabar serius disajikan dengan tawa, sindiran, dan secangkir kritik hangat.
Sampai jumpa di kongres, semoga yang naik bukan cuma suhu ruangan.
















