• Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
Sabtu, Januari 24, 2026
Harian Nasional Gareng Petruk
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
  • Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

SURABAYA HARI INI: Antara Beton, Puisi, dan Burung Agung — Laporan Lucu Gokil tapi Nendang dari GarengPetruk.com —

maisput by maisput
Juni 20, 2025
in Berita Jawa Timur, Berita Surabaya
0 0
0
SURABAYA HARI INI: Antara Beton, Puisi, dan Burung Agung — Laporan Lucu Gokil tapi Nendang dari GarengPetruk.com —
0
SHARES
5
VIEWS
Bagikan Ke FacebookBagikan Ke XBagikan Ke WhatsappBagikan Ke Google

Surabaya, 19 Juni 2025 – Bayangkan begini: pagi disambut suara klakson, siang dihajar panas 37 derajat Celsius plus aroma solar dari truk kontainer, malam dihiasi lampu neon dari kafe minimalis yang jual kopi maksimalis. Tapi di tengah hingar-bingar beton dan kabel fiber optik, ada sekelompok manusia berseragam ide—yang masih percaya bahwa puisi bisa menyembuhkan kota.

Mereka inilah yang bersatu dalam Forum Pegiat Komunikasi Surabaya (FPKS) lewat acara Surabaya Hari Ini #2 bertajuk “Kota dan Kesenian”. Gak cuma angkat wacana, tapi juga angkat-angkat kursi, nenteng kanvas, ngetik puisi, sampai ngatur lighting. Pokoknya serius tapi santuy. Profesional tapi gotong-royong. Modern tapi tetep njawani.

READ ALSO

EMPAT MAHASISWA UNESA MENYULAM KERAMIK MENJADI KISAH SENI YANG BERJIWA

Job Fair Pasuruan: Ribuan Pelamar, Ratusan Lowongan, dan Segudang Harapan di Gedung Harmonie!

Kota Besar, Jiwa Kecil?

Surabaya itu ibarat anak muda tanggung: udah gede, tapi masih galau soal jati diri. Mau jadi kota industri? Sudah. Mau jadi kota dagang? Beres. Tapi pas ditanya: “Jiwamu di mana, rek?” Nah, di sinilah kesenian masuk, bukan sebagai pemanis, tapi sebagai napas. Sebab kalau semua cuma dihitung dari PAD dan jalur tol, lama-lama kota ini bisa sesak napas sendiri.

“Kesenian itu ruang tanding,” kata Jil Kalaran, koordinator FPKS, sambil melotot penuh semangat, bukan karena marah, tapi karena kelilipan semangat estetik yang membara.

 

FPKS tahu betul bahwa seniman di kota besar itu seperti benalu eksistensial: di satu sisi dianggap gangguan, di sisi lain justru menjaga ekosistem makna. Maka lewat acara ini, mereka bikin dua kegiatan: pertunjukan seni dan workshop penulisan kreatif sastra. Serius, rek. Bukan cuma buat selfie bareng lukisan, tapi beneran buat “ngopeni jiwa kota”.

Dari Tari Benalu sampai Monolog Burung Agung

Yang tampil? Wah, kaya parade keunikan rasa:

Budi Bi & Ami Tri: Senirupa pertunjukan dengan aksi lukis on the spot. Bukan lukisan ala-ala AI, tapi karya yang lahir dari detak jantung dan peluh kreatif.

Ribut Wijoto & Komandan Puisi: Lintas generasi bersuara dalam bait. Mulai dari Don Aryadien sampe Aji Kelono, semuanya meletupkan puisi seperti tempe goreng dalam minyak panas: mendesis, renyah, nendang.

Irfan Gepeng: Bawa Teater Tari Benalu. Ketika ditanya ruangnya sempit, dia jawab: “Formatnya diubah.” Gak ribet, gak drama. Cuma tari.

Henri Nurcahyo: Duta Orasi Budaya. Konon, dia bisa membedakan mana lobi dinas dan mana lobi kesenian cuma dari bau cat temboknya.

Bambang SP & Edy Jenggot: Musik dari Sawunggaling sampai lagu jenaka. Kolaborasi saxophone dan karawitan, seolah-olah Miles Davis kopi darat sama Ki Nartosabdo.

Totenk & Jeremiah Earvin: Monolog “Dihadapan Burung Agung.” Sebuah kontemplasi teatrikal yang mengandung tiga unsur penting: keluh, kelakar, dan ketukan jantung kota.

Workshop Sastra: Karena Kota Butuh Penulis, Bukan Cuma Influencer

Workshop-nya juga gak main-main. Bukan untuk ngajarin bikin caption estetik buat Instagram, tapi buat melahirkan penyair urban yang bisa menulis bukan cuma soal patah hati, tapi juga patah ruang publik, patah suara warga, dan patah moral tata kota. Tujuannya? Antologi Puisi Surabaya, yang semoga gak kalah viral dari novel-novel wattpad.

“Ini semua demi mengembalikan Surabaya sebagai Kota Literasi, bukan cuma kota literat-asal-update status,” kata Heti Palestina Yunani, pimpinan produksi FPKS, yang namanya saja sudah puisi.

GarengPetruk Nyeletuk:

“Kesenian dan kota itu kayak pasangan suami istri: harus saling ngerti, jangan cuma salah satu yang dominan. Jangan mentang-mentang punya duit, semua ruang diisi sama billboard iklan skincare!”

 

Dan benar saja, FPKS lewat Surabaya Hari Ini bukan cuma bikin acara, tapi bikin pengingat: kota itu bukan sekadar tempat tinggal, tapi tempat berpikir dan merasa. Di kota yang terlalu cepat ini, mungkin yang kita butuh bukan jalan tol baru, tapi panggung kecil buat baca puisi tentang burung agung dan suara rakyat kecil.

 

Akhir kata dari redaksi GarengPetruk:
Kalau kesenian di kota ini mati, maka kota ini hanya akan jadi tumpukan beton dengan suara deru mesin. Tapi kalau seni hidup, maka setiap lorong, taman, dan gang bisa berubah jadi museum jiwa. Maka jaga senimanmu sebelum semua suara berubah jadi dering notifikasi iklan properti.

Suroboyo ora mung arek e sing galak, tapi budayane sing getih e ora iso ilang.
Long live seni tanding!

Tri Wulaning Purnami – Surabaya Hari Ini, dalam liputan jenaka yang penuh makna
Gareng Petruk – editor sakti mandraguna, saksi budaya di tengah gelombang digital dan gentrifikasi

Post Views: 863

Related Posts

EMPAT MAHASISWA UNESA MENYULAM KERAMIK MENJADI KISAH SENI YANG BERJIWA
Berita Jawa Timur

EMPAT MAHASISWA UNESA MENYULAM KERAMIK MENJADI KISAH SENI YANG BERJIWA

November 24, 2025
Job Fair Pasuruan: Ribuan Pelamar, Ratusan Lowongan, dan Segudang Harapan di Gedung Harmonie!
Berita Jawa Timur

Job Fair Pasuruan: Ribuan Pelamar, Ratusan Lowongan, dan Segudang Harapan di Gedung Harmonie!

November 13, 2025
Panitia “Smash Balik” Isu Hadiah Turnamen Batu Open: “Bukan Hilang, Cuma Nyangkut di Net!”
Berita Batu

Panitia “Smash Balik” Isu Hadiah Turnamen Batu Open: “Bukan Hilang, Cuma Nyangkut di Net!”

November 13, 2025
Pasuruan Gelar Apel Siaga Hadapi Bencana: Antara Kesiapan dan Doa agar Hujan Tak Baper
Berita Pasuruan

Pasuruan Gelar Apel Siaga Hadapi Bencana: Antara Kesiapan dan Doa agar Hujan Tak Baper

November 6, 2025
BMKG: Malang Siap-Siap Guyuran, Payung Jangan Cuma Jadi Aksesori!
Berita Batu

BMKG: Malang Siap-Siap Guyuran, Payung Jangan Cuma Jadi Aksesori!

November 6, 2025
BPJS Kesehatan Luncurkan “New Rehab 2.0”: Solusi Cicilan Tunggakan Iuran, Biar Sehat Nggak Harus Berat!
Berita Pasuruan

BPJS Kesehatan Luncurkan “New Rehab 2.0”: Solusi Cicilan Tunggakan Iuran, Biar Sehat Nggak Harus Berat!

November 6, 2025
Next Post
Uji Kelayakan Kader Kesehatan Desa Rambipuji: Ketika Balai Desa Berubah Jadi Kampus Rakyat Sehat

Uji Kelayakan Kader Kesehatan Desa Rambipuji: Ketika Balai Desa Berubah Jadi Kampus Rakyat Sehat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Foto : Kolonel Laut (K) dr.R. Rukma Juslim, Sp.JP., FIHA. Wakamed RSPAL dr. Ramelan Surabaya.

RSAL Ramelan Surabaya Guncang Dunia Medis: “Thrombectomy” Jadi Jurus Pamungkas Kalahkan Penyakit Jantung Tanpa Pasang Ring!

Juli 20, 2025
Organ Tubuh: Saksi Bisu yang Mengungkap Kebenaran

Organ Tubuh: Saksi Bisu yang Mengungkap Kebenaran

April 30, 2025
7 Lokasi Wisata Di Sukamakmur Puncak Dua Bogor Yang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga

7 Lokasi Wisata Di Sukamakmur Puncak Dua Bogor Yang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga

November 29, 2024
Jonggol Segera Punya Jalan Tol Rp15,37 Triliun: Warga Siap-Siap!

Jonggol Segera Punya Jalan Tol Rp15,37 Triliun: Warga Siap-Siap!

Oktober 4, 2024
Breaking News: Jalan Klaten Umurnya Cuma Seminggu — Lebih Cepat Retak dari Hubungan Anak Muda!

Breaking News: Jalan Klaten Umurnya Cuma Seminggu — Lebih Cepat Retak dari Hubungan Anak Muda!

Oktober 17, 2025

EDITOR'S PICK

PDP Kahyangan: Buruh Naik Daun, Produksi Makin Moncer!

PDP Kahyangan: Buruh Naik Daun, Produksi Makin Moncer!

Mei 2, 2025
Gowes Asik Finish di Ancol, Doorprize Segede Gaban, Keringatmu Bisa Ditukar Kulkas!

Gowes Asik Finish di Ancol, Doorprize Segede Gaban, Keringatmu Bisa Ditukar Kulkas!

Mei 14, 2025
Panitia “Smash Balik” Isu Hadiah Turnamen Batu Open: “Bukan Hilang, Cuma Nyangkut di Net!”

Panitia “Smash Balik” Isu Hadiah Turnamen Batu Open: “Bukan Hilang, Cuma Nyangkut di Net!”

November 13, 2025
Rizal Sampurno, TKI Korban Perdagangan Manusia Dipulangkan dari Kamboja: Duka, Sindiran, dan Sebungkus Harapan

Rizal Sampurno, TKI Korban Perdagangan Manusia Dipulangkan dari Kamboja: Duka, Sindiran, dan Sebungkus Harapan

Mei 12, 2025

Tentang GarengPetruk.com

Harian Nasional Gareng Petruk

“Harian Nasional Gareng Petruk – berita tajam, jujur, dan kritis, disampaikan dengan humor segar ala warung kopi.”

Follow us

Kategori

Recent Posts

  • Nyantri, Nyakola, Nyunda: Mahasiswa Turun Desa, Bukan Turun Gengsi
  • SITIE KEDELAK: Bukan Nama Jajanan, Tapi Cara Negara Nengok Anaknya
  • Ngopi Bukan Sekadar Seruput: Lapas Klaten Seduh Kinerja, Bukan Gosip
  • Lapas Klaten Ikut Apel Virtual: Seragam Rapi, Zoom Nyala, Integritas Diuji
  • Jurnalis Gareng Petruk
  • Redaksi Harian Nasional Gareng Petruk
  • Pedoman Media Siber

© 2023 GarengPetruk.com - Portal Berita Nasional Ahliaiti.

No Result
View All Result
  • Beranda Rakyat Jelata
  • Tentang Gareng Petruk
    • Jurnalis Gareng Petruk
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik Jurnalis Gareng Petruk
  • Merchandise
  • Indeks
  • Redaksi Harian Nasional Gareng Petruk
  • Login
    • Account
    • Dashboard
    • Edit

© 2023 GarengPetruk.com - Portal Berita Nasional Ahliaiti.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In