• Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
Senin, April 20, 2026
Harian Nasional Gareng Petruk
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
  • Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

RUU KEDAI NASIONAL: Barang Kita Kalah di Pasar, Karena Negara Belum Hadir di Algoritma

maisput by maisput
Juli 15, 2025
in Serial Gareng Petruk, Kolom Analisis Ringan, Pojok Opini
0 0
0
Algoritma Gareng Petruk

Algoritma Gareng Petruk

0
SHARES
5
VIEWS
Bagikan Ke FacebookBagikan Ke XBagikan Ke WhatsappBagikan Ke Google

Dagangan Kita Mati Bukan Karena Gagal Produksi, Tapi Gagal Tampil

Seorang Ibu di Bogor bikin selimut handmade sejak zaman kasur kapuk masih primadona. Seorang Bapak di Bekasi sudah turun-temurun bikin kerajinan bambu, sejak bambu masih dianggap sakral bukan sekadar properti kafe. Tapi sekarang?
Produk mereka kalah saing di marketplace, bahkan tidak muncul di algoritma TikTok Shop. Kenapa? Karena produk mereka nggak bisa nari joget-joget, nggak dibungkus lighting RGB, dan nggak dipoles filter Korea.

READ ALSO

Risiko dan Perlindungan Pejabat Pemerintah: Pelajaran dari Kasus Bu Ari Sego Liwet

Antara Dunia yang Sepi dan Dunia Transaksional

Padahal kualitasnya bagus, harganya bersaing, dan pakai bahan lokal. Tapi, ya sudahlah, kalah juga. Lha gimana, orang sekarang belanja pakai jempol, bukan pakai akal.

 

Fakta Lapangan: Produk Lokal Digencet Algoritma

Menurut data, kita punya realita pahit:

80% produk yang laris di marketplace besar adalah produk impor.

Produk lokal hanya menguasai 15-20% etalase teratas di berbagai e-commerce besar, dan itu pun karena “dibantu” subsidi platform luar negeri.

UMKM digital yang mampu naik kelas hanya sekitar 5% dari total 60 juta pelaku usaha di Indonesia.

Sebagian besar produk lokal tidak muncul di hasil pencarian utama, karena kalah ads, kalah promo, kalah settingan, dan kalah koneksi.

Alias, kita kalah sebelum bertanding.
Dan lebih sial lagi, algoritma-nya bukan kita yang punya.

 

Arfian CEO Harian Nasional Gareng Petruk yang menggunakan Kemeja Batik Berwarna Hitam
Arfian CEO Harian Nasional Gareng Petruk yang menggunakan Kemeja Batik Berwarna Hitam

Usulan Kritis: RUU Kedaulatan Ekonomi Digital Nasional (KEDAI NASIONAL)

Dalam kekacauan itu, muncullah Arfian D. Septiandri, CEO Harian Nasional Gareng Petruk, bukan hanya menyindir, tapi mengusulkan solusi. RUU KEDAI NASIONAL—sebuah rancangan undang-undang untuk melindungi ekonomi digital rakyat kecil dari invasi algoritma asing.

“Masalah kita bukan kualitas barang, tapi kualitas sistem. Produk kita bukan jelek, tapi tidak diberi panggung. Jadi kita perlu RUU yang bikin negara punya panggung sendiri, punya algoritma sendiri, punya pasar sendiri, yang memihak pada rakyatnya.”
— Arfian D. Septiandri, Tokoh Muda, Inisiator Konsep Medsokratis

Isi Singkat Usulan RUU KEDAI NASIONAL:

Platform asing wajib mengutamakan produk lokal minimal 51% di algoritma dan pencarian.

Dibentuk Market Lokal Nasional dengan algoritma yang dikendalikan negara.

Influencer dan buzzer yang mempromosikan barang luar tanpa transparansi, wajib dicatat dan diawasi.

Kurikulum sekolah: literasi algoritma dan perdagangan digital untuk generasi muda.

Dr.H.Mulyadi, MMA, Anggota DPR RI Komisi VI Partai Gerindra
Dr.H.Mulyadi, MMA, Anggota DPR RI Komisi VI Partai Gerindra

Disambut oleh Anggota DPR RI Komisi VI – Fraksi Partai Gerindra, Dr. Mulyadi, M.M.A.

Dalam diskusi Virtual, Arfian menyampaikan ide ini ke Dr. Mulyadi, M.M.A., yang menyambut dengan sangat antusias.

“Ini ide orisinal dan relevan. Kita tidak bisa lagi biarkan algoritma menentukan nasib pedagang kecil kita. RUU ini sangat layak dikaji lebih dalam di Komisi VI. Negara harus hadir bukan hanya di pasar tradisional, tapi juga di halaman depan Aplikasi Marketplace dan scroll pertama Media Sosial yang ada di Indonesia.”
— Dr. Mulyadi, Anggota Komisi VI DPR RI, Partai Gerindra

Mengapa Ini Penting?

Jika tidak dikawal, algoritma luar akan terus mengarahkan selera pasar pada produk luar.

Produk lokal akan jadi figuran di negeri sendiri.

Pabrik-pabrik kecil akan tutup, karena kalah promosi.

Brand lokal akan mati, karena tidak viral.

Singkatnya: Bangsa kita akan jadi pembeli abadi, bukan produsen mandiri.

 

Kritik Sosial ala Gareng Petruk:

Kalau dulu kita dijajah dengan bedil, sekarang dijajah dengan flash sale dan ads bertarget.

Kalau dulu anak muda bercita-cita jadi pengusaha, sekarang bercita-cita jadi resseler barang luar negeri.

Pemerintah kampanye “Bangga Buatan Indonesia”, tapi marketplace kita isinya produk Impor semua.

Kementerian sibuk seminar digitalisasi UMKM, tapi pelatihan hanya ngajarin bikin akun, bukan ngajarin cara menang dari algoritma.

 

Menuju Indonesia Emas 2045? Tanpa Ekonomi Digital yang Berdaulat? Lewat Mimpi!

Indonesia Emas 2045 tak akan dicapai jika produk lokal tetap jadi korban algoritma. RUU KEDAI NASIONAL adalah senjata hukum untuk memperjuangkan ekonomi digital yang adil, merdeka, dan memihak pada rakyat kecil.

Negara Jangan Jadi Penonton, Apalagi Jadi Penjaga Panggung Negara Lain

Sudah saatnya negara tidak hanya melindungi batas wilayah darat dan laut, tapi juga melindungi batas-batas algoritma pasar digital.

“Kalau kita tidak punya undang-undang soal algoritma pasar, maka pasar akan dikendalikan mereka yang punya server, bukan yang punya sawah.” — Redaksi Gareng Petruk

#RUUKedaiNasional #Medsokratis #BanggaBuatanIndonesia #KomisiVI #Pasukan08 #IndonesiaEmas2045

Salam dari Warung Digital Gareng Petruk, tempat ngobrol dan mikir pakai otak kiri dan kanan. Bukan cuma jempol.

Post Views: 365

Related Posts

Risiko dan Perlindungan Pejabat Pemerintah: Pelajaran dari Kasus Bu Ari Sego Liwet
Kolom Tokoh Fiktif

Risiko dan Perlindungan Pejabat Pemerintah: Pelajaran dari Kasus Bu Ari Sego Liwet

November 24, 2025
Antara Dunia yang Sepi dan Dunia Transaksional
Pojok Opini

Antara Dunia yang Sepi dan Dunia Transaksional

Oktober 31, 2025
Pemuda, Kopi, dan Revolusi yang Masih di Cicil di Warung
Kolom Tokoh Fiktif

Pemuda, Kopi, dan Revolusi yang Masih di Cicil di Warung

Oktober 29, 2025
JANGAN PANGGIL AKU AYAH
Pojok Opini

JANGAN PANGGIL AKU AYAH

Oktober 27, 2025
Ketum DPP Pasukan 08: Reshuffle Prabowo Sesuai Prediksi, Tapi Menteri Keuangan Bikin Shock!
Pojok Opini

Dari Relawan Jadi Jutawan — Dari Kader Menuju Miliarder: Kisah Sunyi Perjalanan Pasukan 08

Oktober 19, 2025
Pasukan 08: Sufistik, Sunyi, dan Satu Komando di Antara Rakyat
Pojok Opini

Pasukan 08: Sufistik, Sunyi, dan Satu Komando di Antara Rakyat

Oktober 17, 2025
Next Post
Ilustrasi Gareng Petruk

Kredit BJB Rp 3,5 Triliun: Uangnya Terbang, Prosedurnya Nyungsep, Rakyatnya Bengong!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

7 Lokasi Wisata Di Sukamakmur Puncak Dua Bogor Yang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga

7 Lokasi Wisata Di Sukamakmur Puncak Dua Bogor Yang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga

November 29, 2024
Foto : Kolonel Laut (K) dr.R. Rukma Juslim, Sp.JP., FIHA. Wakamed RSPAL dr. Ramelan Surabaya.

RSAL Ramelan Surabaya Guncang Dunia Medis: “Thrombectomy” Jadi Jurus Pamungkas Kalahkan Penyakit Jantung Tanpa Pasang Ring!

Juli 20, 2025
Organ Tubuh: Saksi Bisu yang Mengungkap Kebenaran

Organ Tubuh: Saksi Bisu yang Mengungkap Kebenaran

April 30, 2025
Jonggol Segera Punya Jalan Tol Rp15,37 Triliun: Warga Siap-Siap!

Jonggol Segera Punya Jalan Tol Rp15,37 Triliun: Warga Siap-Siap!

Oktober 4, 2024
Keris Palembang: Senjata Khas dengan Keunikan dan Makna Mendalam

Keris Palembang: Senjata Khas dengan Keunikan dan Makna Mendalam

April 15, 2025

EDITOR'S PICK

Peserta MPLS SMA Negeri 1 Manado

Kolaborasi Gokil: KPID Sulut dan SMA N.1 Manado Gandeng Siswa Jadi “Polisi Siaran” Sejak Dini!

Juli 9, 2025
Air Setinggi 1 Meter Akibat Hujan Deras Warga mengungsi meninggalkan Rumah,Tambun Utara Bekasi, Perumahan Bumi Eka Srijaya

Air Setinggi 1 Meter Akibat Hujan Deras Warga mengungsi meninggalkan Rumah,Tambun Utara Bekasi, Perumahan Bumi Eka Srijaya

Maret 22, 2025
Doc.Ilustrasi Gareng Petruk

Pers Ramah Anak: Wartawan Juga Bisa Jadi Kakak Baik, Bukan Kakak Serem!

Juni 29, 2025
ANTROPOLOGI YURISPRIDENSI: Kalau Hukum Bukan Cuma Soal Pasal-Pasalan

ANTROPOLOGI YURISPRIDENSI: Kalau Hukum Bukan Cuma Soal Pasal-Pasalan

April 30, 2025

Tentang GarengPetruk.com

Harian Nasional Gareng Petruk

“Harian Nasional Gareng Petruk – berita tajam, jujur, dan kritis, disampaikan dengan humor segar ala warung kopi.”

Follow us

Kategori

Recent Posts

  • Nyantri, Nyakola, Nyunda: Mahasiswa Turun Desa, Bukan Turun Gengsi
  • SITIE KEDELAK: Bukan Nama Jajanan, Tapi Cara Negara Nengok Anaknya
  • Ngopi Bukan Sekadar Seruput: Lapas Klaten Seduh Kinerja, Bukan Gosip
  • Lapas Klaten Ikut Apel Virtual: Seragam Rapi, Zoom Nyala, Integritas Diuji
  • Jurnalis Gareng Petruk
  • Redaksi Harian Nasional Gareng Petruk
  • Pedoman Media Siber

© 2023 GarengPetruk.com - Portal Berita Nasional Ahliaiti.

No Result
View All Result
  • Beranda Rakyat Jelata
  • Tentang Gareng Petruk
    • Jurnalis Gareng Petruk
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik Jurnalis Gareng Petruk
  • Merchandise
  • Indeks
  • Redaksi Harian Nasional Gareng Petruk
  • Login
    • Account
    • Dashboard
    • Edit

© 2023 GarengPetruk.com - Portal Berita Nasional Ahliaiti.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In