Harian Nasional Gareng Petruk
Edisi: Duit Rakyat Jangan Dipake Ugal-Ugalan
Rubrik: “Berita yang Bikin Melek, Bikin Ngakak, Bikin Panik yang Ngerasa”
BANDUNG – GarengPetruk.Com
Bank BJB diduga lagi-lagi bikin jurus “bakar duit tanpa aba-aba.” Kali ini bukan buat promo kopi gratis, tapi kredit jumbo Rp 3,5 triliun ke sembilan BUMN yang katanya “strategis”—tapi ternyata “misterius”.
Anggota DPR RI Komisi VI Fraksi Partai Gerindra asal Jawa Barat, Dr. Mulyadi, sudah angkat suara keras-keras kayak toa masjid subuh. Beliau menyebut pemberian kredit ini cacat prosedural, alias gak nurut aturan main bankir. Jangankan rakyat kecil, audit internal aja bisa migren lihat datanya.

Cacat Prosedural atau Cacat Niat?
Dalam laporan resminya, kredit itu diberikan tanpa due diligence (pemeriksaan kelayakan) yang sesuai, dan dengan bunga 0% sampai 3%. Lah, ini bank atau malaikat pencatat amal? Bunganya lebih kecil dari sedekah receh di masjid. Rakyat pun geleng-geleng: “Kita aja kalau ngutang motor bisa 11% setahun, ini BUMN kok kayak minjem ke abang sendiri?”
Catat ya: Rp 3,5 triliun itu setara 3,5 juta beasiswa kuliah rakyat kecil! Tapi malah dilempar ke korporasi plat merah tanpa helm prosedur.

Bank BJB Panik, KPK Pegang Telinga, Kejaksaan Pegang Dada, Polisi Pegang Mic
Setelah berita ini naik, suasana jadi kayak sirine tengah malam.
Bank BJB langsung lempar klarifikasi setebal skripsi, tapi publik keburu nyinyir.
KPK disinyalir udah pasang mata elang.
Kejaksaan mulai buka-buka pasal penyalahgunaan wewenang.
Dan Polisi siap-siap manggil saksi, saksi bayangan, sampai CCTV.
Rakyat? Masih pegang koran sambil ngomong:
“Yang minjeman Rp 2 juta aja dikejar debt collector. Ini triliunan kok kayak ngasih pulsa ke temen kos!”
Gareng Ngomel: Ini Gak Cukup Ditegur, Harus Disikat!
Langsung dari warung kopi ke Istana Negara, Gareng ngamuk dan colek Pak Presiden:
“Pak Prabowo! Tolong kasus ini diurus tuntas! Ini bukan kredit biasa, ini skandal berjamaah model baru!”
“Segera panggil Menteri BUMN-nya! Kalau gak mampu bersihkan, GANTI SEKARANG JUGA!”
“Panggil juga Direktur Utama dari 9 BUMN yang dapet duit ini. Audit sampai kutu-kutunya ketemu!”
“Kalau terbukti ngibulin rakyat, PENJARAKAN! Dan jangan lupa: SITA semua aset pribadinya — rumahnya, mobilnya, jet pribadinya, bahkan lukisan kucingnya kalau perlu — buat balikin modal dan bunga pinjaman ke kas negara!”
“Usut tuntas juga DIRUT BANK BJB dan semua jajarannya! Jangan cuma yang duduk di lantai atas, yang nyapu di lantai dasar pun kalau ikut tanda tangan, harus ikut diperiksa!”
“Ini bukan kesalahan teknis, ini bentuk nyata Kejahatan Korporasi Perbankan yang dilakukan secara masif, sistematis, dan terstruktur. Dan itu artinya: tak bisa dimaafkan hanya dengan klarifikasi basa-basi!”
Satir Gareng & Petruk: “Kredit Gede, Prosedur Tipis, Amanahnya di Mana?”
Ini bukan sekadar kesalahan teknis. Ini soal akal sehat dan moral publik yang dilecehkan secara berjamaah.
Kalau uang rakyat sebesar itu diputar-putar tanpa akuntabilitas, maka kita sedang mempermainkan masa depan.
Kita ini bukan negara sulap. Kita negara hukum — ya setidaknya di konstitusi.
Penutup yang Ngena: Rakyat Disuruh Irit, Bank Malah Bagi-Bagi Tanpa Audit
Petruk bilang:
“Kalau bank bisa ngasih kredit triliunan tanpa prosedur, maka rakyat juga berhak minta transparansi tanpa alasan.”
Gareng nambahin:
“Atau sekalian aja bikin promo: ‘Ngutang Triliunan Bebas Bunga, Syarat: Punya BUMN dan Koneksi’. Kan adil.”
Catatan Redaksi GarengPetruk:
Kalau KPK diam, Kejaksaan ngantuk, dan OJK cuma nonton dari jendela — maka rakyat berhak teriak lebih keras:
“Kami bukan penonton sinetron kredit ugal-ugalan!”
#TriliunTanpaTanggungJawab
#BJBJadiBankJebakan
#KPKGakBolehTidurLagi
#Audit9BUMN
#GarengPetrukAwasiTriliunan
Kalau panjenengan mau artikel ini jadi poster jalanan, pamflet rakyat, atau narasi medsos yang nendang, tinggal bilang:
“Gareng, waktunya guncang meja oligarki dengan pena rakyat!”















