Pekanbaru, 23 Maret 2025 – Ramadan selalu datang membawa keberkahan, sekaligus mengingatkan kita semua: apakah sudah cukup berbagi, atau masih sibuk menghitung saldo dompet? Nah, DPD Pasukan 08 Riau tampaknya memilih yang pertama!
Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, Pasukan 08 Riau menggelar acara buka puasa bersama, memberikan santunan kepada anak yatim, dan berbagi makanan berbuka ke Panti Asuhan Annisa di Pekanbaru. Bertempat di Rumah Makan Rajawali, Jalan Arifin Ahmad, acara ini bukan sekadar ajang kumpul-kumpul sambil menunggu adzan magrib, tapi juga ajang untuk mengasah kepedulian sosial.

Ketua DPD Pasukan 08 Riau, Moh. Rouf Azizi, S.Pd.I., M.Pd., CPHR., CH., CHt., MHt. (judulnya banyak, jadi kalau dipanggil cukup “Pak Ketua” saja, ya), menegaskan bahwa acara ini adalah bagian dari misi organisasi untuk membangun kebersamaan dan berbagi dengan mereka yang membutuhkan.

“Kami ingin mengingatkan bahwa berbagi bukan hanya tentang seberapa banyak yang kita miliki, tapi seberapa tulus kita memberi,” ujar Pak Ketua dengan penuh semangat. Pesan yang sederhana, tapi dalam. Mungkin ini juga sindiran halus buat yang suka hitung-hitungan kalau urusan sedekah.
Dari Santunan hingga Kultum yang Bikin Mikir
Acara ini tak hanya diisi dengan buka puasa dan santunan, tapi juga diiringi kultum oleh Ustadz Eko Wibowo, S.Pd.I., M.Pd., yang mengingatkan pentingnya Ramadan sebagai bulan pengampunan. “Kalau dosa sudah menumpuk, jangan lupa bertobat. Ramadan ini kesempatan, jangan hanya dijadikan ajang koleksi foto menu berbuka di media sosial!” Begitu kira-kira pesan beliau yang bikin sebagian hadirin tersenyum kecut, mungkin karena merasa kena sentil.

Setelah kultum, tibalah saat berbuka. Momen ini seperti lomba balap sendok tercepat—semua fokus ke piring masing-masing. Tapi di tengah lahapnya makan, ada kehangatan tersendiri dalam kebersamaan ini. Anak-anak yatim terlihat ceria, dan para anggota Pasukan 08 menikmati momen berbagi dengan mereka.
Pasukan 08: Antara Literasi, Teknologi, dan Ekonomi!
Tak hanya soal santunan dan buka puasa, Pasukan 08 Riau juga punya visi besar. Mereka fokus di tiga bidang utama: pendidikan, teknologi, dan ekonomi.
- Di bidang pendidikan, mereka ingin meningkatkan literasi dan keterampilan generasi muda. Karena jujur saja, kalau baca caption Instagram bisa sampai 10 baris tapi baca buku satu halaman sudah ngantuk, ini tanda-tanda darurat literasi!
- Di bidang teknologi, Pasukan 08 mendorong digitalisasi UMKM. Supaya yang jualan online nggak hanya sekadar tahu cara bikin akun di marketplace, tapi juga bisa bersaing di era digital.
- Di bidang ekonomi, mereka berusaha memperkuat ekonomi kerakyatan. Karena kalau rakyat kuat, negara nggak perlu pusing mikirin bansos tiap bulan.
Sebagai tambahan tenaga, Pasukan 08 juga punya holding perusahaan, PT Tumbuh Tinggi Indonesia, yang berbasis di Jakarta. Artinya, mereka tidak hanya bicara visi, tapi juga punya mesin penggerak nyata.
Ramadan, Saatnya Menghitung Amal, Bukan Cuma THR!
Di penghujung acara, Wakil Ketua Pasukan 08 Riau, Andrigo Indra Kurniawan, S.Sos., menyampaikan harapan agar kegiatan sosial seperti ini terus berlanjut. Ia juga menegaskan bahwa kebersamaan dan kepedulian adalah kunci membangun masyarakat yang lebih baik.
Dengan penuh rasa syukur, Ketua Pasukan 08 menutup acara dengan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi. “Semoga kebaikan ini menjadi ladang pahala. Dan semoga kita semua ingat bahwa Ramadan bukan cuma soal THR dan baju baru, tapi juga soal seberapa banyak kita memberi kepada sesama,” ujarnya.
Begitulah, Pasukan 08 Riau mengajarkan kita bahwa berbagi itu bukan soal kaya atau miskin, tapi soal mau atau tidak. Semoga makin banyak yang terinspirasi, karena Ramadan bukan hanya bulan untuk memperbaiki ibadah, tapi juga memperbaiki kepedulian kita pada sesama.
Selamat berbagi, selamat beramal, dan semoga dompet tetap tebal sampai Lebaran!
Rouf/GarengPetruk
















