KLATEN – garengpetruk.com
Bukan sinetron religi, bukan pula drama pemilu—tapi kolaborasi antara Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan BAZNAS Kabupaten Klaten ini layak jadi sorotan. Kamis (10/7/2025), dua lembaga yang sering disebut di khutbah dan proposal masjid ini bertemu, bersilaturahmi, dan bersinergi di kantor BAZNAS Klaten. Tujuannya? Kemaslahatan umat!
(Tolong dicatat, bukan kemaslahatan oknum!)
Ketua Umum MUI Klaten, KH Hartoyo, menegaskan bahwa silaturahmi ini bukan sekadar tukar senyum dan minum teh manis, tapi strategi serius memperkuat ukhuwah islamiyah dan mewujudkan program sosial keagamaan yang nyata, konkrit, dan nggak cuma di spanduk.
“MUI kasih panduan, BAZNAS eksekusi bantuan. Jangan sampai umat cuma kebagian janji, tapi nggak pernah kebagian sembako,” celetuk Gareng sambil merapikan sarungnya.
Ulama + Amil = Umat Terjamin
Menurut KH Hartoyo, MUI dan BAZNAS ini ibarat dua sisi koin kemanusiaan. MUI bagian fatwa, BAZNAS bagian dana. Kalau dua-duanya akur dan jujur, insyaAllah umat makmur. Tapi kalau salah satu ngambek atau main proyek, ya… umat bisa jadi korban PHP (Pemberi Harapan Palsu).
Silaturahmi ini juga jadi momentum untuk meningkatkan kesadaran zakat di masyarakat, sebab menurut Hartoyo, suara ulama lebih tajam dari flyer iklan mall.
“Ulama yang ngomong, insyaAllah didengerin. Apalagi kalau sambil nyolek dompet para muzaki,” ujarnya sambil tersenyum penuh harapan.
Baznas Klaten: Terima Tamu, Siap Gerak Cepat
Kedatangan MUI Klaten disambut hangat oleh jajaran petinggi BAZNAS, mulai dari Wakil Ketua H. Rantiman, SH, hingga para komisioner senior seperti H. Ahmad Aidy Sunani, S.Ag dan H. Muslich Wachid Mahdi, S.Ag.
Mereka menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi konkret, bukan hanya tukar berkas dan selfie buat laporan. Harapannya, program sosial berbasis zakat bisa tepat sasaran dan tidak tersesat di meja rapat.
Sindiran Manis dari Petruk
Menurut Petruk, “Silaturahmi ini bagus, asal jangan berhenti di ruangan ber-AC aja. Turun ke lapangan, lihat siapa yang makannya masih pakai garam doang!”
Ia menambahkan, “Zakat bukan cuma angka, tapi amanah. Kalau niatnya buat umat, jangan dipotong banyak buat seminar!”
Doa dan Harapan: Umat Tidak Cuma Jadi Objek Proposal
Dengan adanya sinergi ini, diharapkan MUI dan BAZNAS Klaten bisa bareng-bareng menjalankan fungsi sosial-keagamaan yang benar-benar terasa manfaatnya. Bukan sekadar laporan tahunan, tapi laporan kebermanfaatan.
Redaksi garengpetruk.com menutup dengan doa:
Semoga kolaborasi ini bukan hanya bertahan sampai pencairan anggaran, tapi sampai hati umat merasakan kehadiran lembaga keislaman yang benar-benar berpihak.
















