Sumenep, GarengPetruk.com – Innalillahi wa innalillah..! Calon jemaah umrah dari Masjid Al-Falah, Sumenep, harus menelan pil pahit dan bukan air zam-zam—setelah niat suci ke Tanah Suci berubah jadi tragedi kerugian Rp 2,1 miliar. Ya, dua miliar, sob! Bukan dua juta perak.
Tersangka AMB, yang konon katanya lebih licin dari belut diplester, kini sudah resmi dibekuk Polres Sumenep. Modusnya? Klasik, tapi tetap laris manis: ngaku-ngaku punya biro travel umrah resmi, kasih harga promo 16 hari umrah Ramadan full berkah, cuma Rp 30 juta! Bonusnya? Tertipu rame-rame.
“Ini bukan travel syariah, tapi travel syirik—karena korbannya mendadak merasa dikutuk gak jadi berangkat,” ujar Pakde Gareng sambil mengurut dada yang baru saja lunas dari koperasi.
Dari Masjid ke Mabes, Tapi Bukan Mabes Haji
Kejadian bermula dari harapan. Seperti biasa, rakyat Indonesia memang mudah percaya kalau sudah diselipi embel-embel “KH”, “ustadz”, dan “dulu pernah berangkatin orang juga loh”. Ya, katanya dulu sempat sukses berangkatin jemaah di 2019. Tapi 2023? Yang berangkat malah uangnya.
Sosialisasi dilakukan dengan penuh gaya—lengkap dengan pidato religius dan janji keberangkatan Ramadan. Jemaah pun tertarik. Dana dikumpulkan. Ada uang muka, pelunasan, bahkan tambahan Rp7,5 juta yang katanya untuk pelengkap administrasi langit.
Tapi pas tanggal 4 April 2023, subuh-subuh—yang datang bukan bus ke bandara, melainkan kabar pembatalan. Alasannya: “Tiket belum dilunasi.” Lah, Rp 2,1 M itu buat beli sate?
Refund: Antara Janji Manis dan PHP
Besoknya, sang ustadz bawa temannya bernama Sabar. Cocok, karena memang jemaah butuh banyak sabar untuk mendengar pilihan yang ditawarkan: “Mau berangkat (entah kapan) atau refund di akhir bulan, asal jangan lapor polisi.”
Jemaah pun menunggu, sampai rambut ubanan dan rekening makin bolong. Tapi refund cuma ada di angan-angan, seperti janji kampanye yang tertiup angin pantai Madura.
Akhirnya, amarah pun meledak dan laporan masuk ke Polres Sumenep. Polisi dengan sigap menyita barang bukti, mulai dari kwitansi, e-visa, rekening koran, sampai flashdisk yang lebih panas dari berita infotainment.
Hukumannya Nyesek, Tapi Duit Tetep Hilang
AMB kini ditahan, dijerat Pasal 124 Jo Pasal 117 subsider Pasal 122 Jo Pasal 115 UU Haji dan Umrah. Ancaman? Enam tahun penjara dan denda Rp 6 miliar. Tapi tetap saja: “Enam tahun itu cepet, Pak. Duit kami kapan baliknya?”
Masalahnya, kasus seperti ini bukan sekali dua. Umat yang polos dan niat ibadah dijadikan ATM berjalan. Negara? Kadang baru turun tangan setelah korban berteriak—dan bukan teriak talbiyah.

—
Gareng Menyindur
🗣️ “Kalau niat umrah saja bisa jadi lahan penipuan, jangan salahkan kalau rakyat jadi skeptis. Tersangka bisa tipu jemaah, tapi tak bisa tipu Tuhan. Semoga setelah ini, biro-biro ‘ngaku syariah’ yang kerjanya kayak mafia juga ikut disikat!”
💡 Catatan Redaksi: Jika Anda ingin umrah, cek dulu izin resminya. Jangan percaya hanya karena yang nawarin bersorban dan berbahasa Arab fasih. Ingat, banyak juga yang fasih berbohong.















