MASALEMBU, SUMENEP – 1 Juni 2025.
Di tengah lautan yang biasanya hanya jadi tempat cari ikan, tiba-tiba muncul “ikan besar” dalam bentuk drum besi berisi 36 kg sabu-sabu. Untung bukan disangka tangkapan buat lebaran, karena isinya jelas bukan lauk, tapi racun sosial yang bisa ngebul-kan masa depan bangsa.
Tapi, tenang! Sebelum sempat masuk ke tangan para “juragan teler”, drum ini diselamatkan oleh nelayan jujur dan dua Babinsa Koramil 0827/22 Masalembu yang langsung pasang badan. Mereka bukan hanya jaga pulau, tapi juga jaga akhlak bangsa.
—

Kyai Imam: “Untung Sabu-nya Nggak Nyampe ke Anak-anak”
Ketua DPW Pasukan 08 Sumenep, KH. Imam Haromain, S.Ag, M.Pd alias Kyai Imam, angkat suara dengan penuh bangga dan rasa syukur. Ia menyampaikan apresiasi tinggi untuk para Babinsa yang terlibat langsung dalam pengamanan barang haram tersebut.
> “Kalau sabu itu jatuh ke orang yang salah, bisa jadi alat perusak bangsa. Tapi karena ada Babinsa yang sigap, kita semua bisa tenang. Bayangin kalau barang itu beredar, bisa-bisa generasi muda bukan belajar, tapi ngelantur di tongkrongan,” ujar Kyai Imam sambil mengelus dada, bukan utang.
Dalam nada yang khas, Kyai Imam tak hanya kasih pujian, tapi juga sindiran halus ke aparat yang kadang lupa menjaga garis pantai dan lupa membedakan antara jaring ikan dan jaring mafia.

—
Apresiasi Tak Main-main: “Ini Bukan Cuma Tugas, Ini Jihad!”
Menurut Kyai Imam, aksi dua Babinsa ini bukan sekadar tugas rutin, tapi bagian dari jihad kemanusiaan. Ia bahkan menyebut, kalau perlu Pasukan 08 bikin piagam khusus buat mereka:
> “Penghargaan untuk dua pahlawan tanpa kamera TikTok. Ini yang layak viral, bukan seleb yang pamer endorse.”

—
Gareng: “Kalau Semua Babinsa Begini, Mafia Narkoba Bisa Ganti Profesi Jual Terasi”
Petruk ikut menyahut sambil nyeruput kopi:
> “Bisa aja sabu itu nyasar. Tapi untung nyasarnya ke orang-orang waras. Kyai Imam bener, ini bukan penangkapan biasa, ini penyelematan akal sehat nasional.”
—
Penutup Kyai Imam: “Jaga Laut Bukan Cuma dari Badai, Tapi dari Barang Haram”
Kyai Imam menutup pernyataannya dengan pesan moral tajam tapi adem:
> “Laut itu anugerah, bukan jalur kirim neraka. Kalau rakyat dan aparat bisa saling jaga, insyaAllah anak cucu kita nggak hidup dalam ilusi sabu dan tipu-tipu.”
—
✍️ GarengPetruk News
Menertawakan yang gawat, mengapresiasi yang hebat. Dan Kyai Imam, hari ini Anda pahlawan pemberi semangat!
















