Banyuwangi, garengpetruk.com – Edisi Minggu (22/6/2025)
Taman Blambangan Banyuwangi —
Pagi ini, Taman Blambangan bukan sedang jadi lokasi senam sehat, apalagi lomba makan kerupuk. Tapi sedang jadi panggung serius: apel gelar pasukan pengamanan VVIP menyambut kedatangan Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka.
Sebanyak 4.000 personel TNI, Polri, dan instansi lainnya diturunkan. Jumlahnya hampir setara penonton konser dangdut di alun-alun pas malam tahun baru. Bahkan, ada warga yang nyeletuk, “Ini apel pasukan atau gladi resik film action nasional?”
Apel dipimpin langsung oleh Danrem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Kohir, dengan gaya yang tegas dan berwibawa. Beliau berkata:
“Pengamanan VVIP ini adalah tugas mulia. Harus dilakukan penuh tanggung jawab dan profesionalisme.”
Sementara itu, Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra, yang tampil rapi dengan seragam kinclong, menyatakan:
“Kami siap mendukung kelancaran pengamanan selama kunjungan berlangsung. Semua sudah disiapkan.”
Ketika VVIP Mau Datang, Warung Kopi Diminta Tutup dan Tukang Pecel Mundur Teratur
Begitulah, demi menyambut tamu agung, warung kopi di pinggir taman mendadak disterilkan. Ibu-ibu penjual sarapan minggir perlahan, sambil berharap dagangannya nggak diminta ikut apel juga.
Sterilnya lokasi tentu demi keamanan. Tapi, warga kecil bertanya-tanya:
“Kalau 4.000 orang dikerahkan untuk jaga satu Wapres, lalu siapa yang jaga harga beras agar tak naik?”
Pertanyaan yang sederhana, tapi lebih pedas dari sambal ulekan emak-emak pasar.

Negeri Seribu Pasukan, Tapi Masih Bingung Urus Harga Cabai
Warga menyambut baik kedatangan pejabat negara. Tapi kalau boleh jujur, mereka lebih ingin disambangi solusi, bukan hanya disalami selfie.
Pak Wapres datang, jalan dibersihkan, rumput dipotong, pot bunga dipoles. Tapi begitu rombongan lewat, lubang jalan kembali menganga seperti hati mantan yang tak bisa move on.
Petani di Bondowoso masih mengeluh soal pupuk langka. Nelayan di Muncar masih harus ngutang beli solar. Tapi yang disambangi cuma panggung dan podium.
Gareng Berkata: “Negara ini kadang lebih suka mendandani ruang tamu, meski dapurnya masih kebakaran.”
Sambut Pejabat, Jangan Lupa Sambut Keadilan
Petruk geleng-geleng sambil nyengir:
“Gibran boleh datang, pasukan boleh disiagakan. Tapi tolong jangan sampai rakyat cuma jadi penonton di rumah sendiri.”
Dan yang lebih penting dari semua itu:
Kalau sandal rakyat hilang di parkiran saat kunjungan, siapa yang bertanggung jawab?
Salam ngopi tanpa pengamanan,
Tim Gareng Petruk Biro Jatim
#LucuTapiNyentil #PejabatLewatRakyatMelihat #GarengPetrukBanyuMili















