• Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
Jumat, Mei 1, 2026
Harian Nasional Gareng Petruk
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
  • Berita Nasional
  • Berita Internasional
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Tekhnologi dan Sains
  • Berita Humaniora & Budaya
  • Pojok Opini
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Kebudayaan Bukan Hanya Tarian dan Batik: Ini Soal Siapa yang Menari dan Siapa yang Tak Diundang

maisput by maisput
Juni 2, 2025
in Berita Nasional, Pendidikan, Universitas Mpu Tantular Jakarta
0 0
0
Kebudayaan Bukan Hanya Tarian dan Batik: Ini Soal Siapa yang Menari dan Siapa yang Tak Diundang
0
SHARES
3
VIEWS
Bagikan Ke FacebookBagikan Ke XBagikan Ke WhatsappBagikan Ke Google

Budaya Itu Kaya, Tapi Kenapa Yang Dapat Proyek Cuma Segelintir?”

Kalau dengar kata kebudayaan, banyak yang langsung teringat wayang, reog, batik, tari-tarian, dan senyum pemuda pemudi di upacara adat. Tapi… coba lihat lebih dalam — budaya itu bukan hanya pentas. Itu soal struktur, nilai, dan siapa yang punya kuasa atas cerita.

Menurut Koentjaraningrat — (bukan nama warung bakso, tapi pakar antropologi legendaris) — ada 7 unsur budaya universal. Mari kita bedah satu per satu, bukan pakai parang, tapi pakai logika dan rasa ingin tahu.

READ ALSO

Bendahara Motong Pajak, Negara yang Kepotong Harapannya!

Presiden Prabowo Resmikan Stasiun Tanah Abang Baru: Kini Commuter Bisa Nyaman Tanpa Drama Desak-Desakan!


Unsur-Unsur Kebudayaan: Lebih dari Sekadar Pameran dan Parade

1. Religi dan Upacara

Iman boleh di hati, tapi upacaranya seringkali diunggah ke Instagram.
Mulai dari slametan, tahlilan, sampai ritual adat. Tapi mari jujur: berapa persen yang betul-betul dijalani dengan makna, bukan cuma seremonial untuk “konten lokal wisdom”?


2. Sistem Kemasyarakatan

Struktur keluarga, gotong royong, hingga hukum adat. Tapi sekarang gotong royong kadang kalah sama undangan grup WA:

“Maaf saya gak bisa bantu bersih-bersih pos ronda. Lagi Zoom meeting kerja dari rumah.”


3. Sistem Pengetahuan

Ilmu lokal yang sering dianggap remeh. Petani tahu cara membaca langit, tapi dianggap kuno oleh orang kota yang ketergantungan aplikasi cuaca (yang kadang salah juga).


4. Mata Pencaharian

Dulu berbasis alam, sekarang berbasis sinyal. Dari sawah ke Shopee, dari nelayan ke content creator.


5. Peralatan dan Teknologi

Dari sabit ke mesin, dari wayang ke YouTube. Tapi ingat: kemajuan alat tidak selalu diiringi kemajuan akal.


6. Kesenian

Inilah sektor yang paling sering difoto, tapi paling jarang dibiayai.

Seniman disuruh tampil pas festival, tapi honor cairnya bisa nunggu tiga musim panen.


7. Bahasa

Bahasa daerah pelan-pelan luntur. Yang tersisa tinggal:

  • Bahasa gaul

  • Emoji

  • Dan caption yang semua ditulis lowercase biar “esthetic”


Integrasi Budaya: Antara Kerukunan dan Keuntungan

“Integrasi budaya” terdengar indah. Tapi, kalau ditanya siapa yang mengintegrasi siapa — mulai muncul masalah.

Integrasi itu bisa:

  • Saling mengisi (akulturasi)

  • Saling mencaplok (dominasi)

  • Saling lupa (asimilasi tanpa batas)

Di Bali, budaya dijaga. Di Jakarta, budaya dijadikan acara TV.
Di desa, adat dilestarikan. Di kota, adat diunggah pas ulang tahun daerah.


Pergeseran Budaya dan Masyarakat: Evolusi atau Erosi?

Budaya itu tidak statis. Tapi pergeseran budaya hari ini sering lebih cepat dari kemampuan kita memahami dampaknya.

Bentuk Pergeseran:

  1. Inovasi

    • Bukan cuma teknologi, tapi juga nilai baru. Tapi… tidak semua nilai baru lebih baik dari yang lama.

  2. Difusi

    • Penyebaran budaya luar. Contoh: makanan Korea di warung soto, bahasa Korea di bibir anak SMA.

  3. Akulturasi

    • Perpaduan budaya. Tapi kalau tidak hati-hati, bisa jadi asimilasi diam-diam.

  4. Disintegrasi

    • Ketika budaya lama hilang, dan yang baru belum terbentuk. Inilah fase kekosongan identitas.


Kritik Sosial ala Gareng & Petruk

“Budaya bukan masalah kita ngerti apa, tapi kita peduli atau enggak.”

Kita sering ribut soal budaya asing masuk, tapi lupa menjaga budaya sendiri. Kita bangga dengan warisan budaya dunia, tapi malu ngomong bahasa daerah di depan umum.

Kita hormat sama tradisi saat difoto, tapi mencemooh orang yang masih memegang teguh adatnya sebagai “kolot”.


Penutup: Budaya Itu Cermin Kita

Budaya bukan sekadar yang dipentaskan — tapi yang diwariskan, diperdebatkan, diperjuangkan.
Ia hidup dalam cara kita makan, bicara, memilih, bahkan mencintai.

Kalau budaya itu rumah, maka pergeseran budaya adalah gempa kecil. Kadang mengguncang pelan, kadang merobohkan. Tapi tugas kita bukan sekadar menyelamatkan bangunan — tapi menjaga jiwa yang tinggal di dalamnya.


(Arfian UMT dan Redaksi Gareng Petruk – Divisi Literasi Budaya dan Teh Panas Tanpa Gula)
Tajam, Tuntas, Tapi Tetap Nggak Serem

================================================================================================================

Referensi untuk Tulisan “Budaya Itu Kaya, Tapi Kenapa Yang Dapat Proyek Cuma Segelintir?”

  1. Koentjaraningrat
    Koentjaraningrat adalah antropolog Indonesia yang sangat berpengaruh dalam kajian budaya dan kebudayaan Indonesia.

    • Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

    • Koentjaraningrat. (1985). Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Djambatan.

  2. Unsur-Unsur Kebudayaan Universal
    Penjelasan unsur budaya seperti religi, sistem kemasyarakatan, sistem pengetahuan, mata pencaharian, peralatan dan teknologi, kesenian, dan bahasa merujuk pada konsep antropologi budaya klasik.

    • Koentjaraningrat. (1985). Manusia dan Kebudayaan di Indonesia.

    • Geertz, Clifford. (1973). The Interpretation of Cultures. New York: Basic Books.

  3. Integrasi Budaya (Akulturasi, Asimilasi, Difusi, Disintegrasi)
    Konsep integrasi budaya yang melibatkan akulturasi, asimilasi, dan difusi budaya merupakan dasar teori antropologi dan sosiologi budaya.

    • Redfield, Robert, et al. (1936). “Memorandum for the Study of Acculturation.” American Anthropologist.

    • Haviland, William A. (2011). Cultural Anthropology. Cengage Learning.

  4. Pergeseran Budaya dan Masyarakat
    Fenomena perubahan budaya cepat yang mengarah pada inovasi, difusi, akulturasi, hingga disintegrasi dapat dilihat dari teori perubahan sosial.

    • Berger, Peter L. (1963). Invitation to Sociology.

    • Williams, Raymond. (1983). Keywords: A Vocabulary of Culture and Society.

  5. Kritik Sosial terhadap Perubahan Budaya
    Kritik tentang bagaimana masyarakat memandang budaya sendiri versus budaya asing, serta isu identitas budaya, sering dibahas dalam kajian sosiologi budaya dan kritik budaya.

    • Hall, Stuart. (1997). Representation: Cultural Representations and Signifying Practices.

    • Anderson, Benedict. (1983). Imagined Communities: Reflections on the Origin and Spread of Nationalism.

  6. Budaya dan Media Sosial
    Fenomena budaya yang dipertontonkan lewat media sosial, dan perubahan makna ritual ke ranah digital.

    • Miller, Daniel et al. (2016). How the World Changed Social Media. UCL Press.

    • boyd, danah. (2014). It’s Complicated: The Social Lives of Networked Teens. Yale University Press.

Post Views: 778

Related Posts

Bendahara Motong Pajak, Negara yang Kepotong Harapannya!
Berita Nasional

Bendahara Motong Pajak, Negara yang Kepotong Harapannya!

November 20, 2025
Presiden Prabowo Resmikan Stasiun Tanah Abang Baru: Kini Commuter Bisa Nyaman Tanpa Drama Desak-Desakan!
Berita Nasional

Presiden Prabowo Resmikan Stasiun Tanah Abang Baru: Kini Commuter Bisa Nyaman Tanpa Drama Desak-Desakan!

November 6, 2025
Prabowo Subianto: Putus Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan dan Pemberdayaan
Berita Nasional

Prabowo Subianto: Putus Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan dan Pemberdayaan

November 6, 2025
Program Prabowo Bukan Janji, Tapi Jalan Pulang untuk Rakyat Kecil
Berita Nasional

Program Prabowo Bukan Janji, Tapi Jalan Pulang untuk Rakyat Kecil

November 5, 2025
Polri Gelar FGD: Sinergi Antar Lembaga Lindungi Hak Anak yang “Keblinger” Hukum
Berita Nasional

Polri Gelar FGD: Sinergi Antar Lembaga Lindungi Hak Anak yang “Keblinger” Hukum

November 5, 2025
Presiden Prabowo Pulang dari KTT APEC 2025: Langit Biru Menyambut, Gareng Nyengir, Petruk Melamun
Berita Nasional

Presiden Prabowo Pulang dari KTT APEC 2025: Langit Biru Menyambut, Gareng Nyengir, Petruk Melamun

November 3, 2025
Next Post
Budaya di Era Digital: Antara “Ritual Upload” dan “Komunitas Zoom-Gotong-Royong”

Budaya di Era Digital: Antara “Ritual Upload” dan “Komunitas Zoom-Gotong-Royong”

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

7 Lokasi Wisata Di Sukamakmur Puncak Dua Bogor Yang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga

7 Lokasi Wisata Di Sukamakmur Puncak Dua Bogor Yang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga

November 29, 2024
Foto : Kolonel Laut (K) dr.R. Rukma Juslim, Sp.JP., FIHA. Wakamed RSPAL dr. Ramelan Surabaya.

RSAL Ramelan Surabaya Guncang Dunia Medis: “Thrombectomy” Jadi Jurus Pamungkas Kalahkan Penyakit Jantung Tanpa Pasang Ring!

Juli 20, 2025
Organ Tubuh: Saksi Bisu yang Mengungkap Kebenaran

Organ Tubuh: Saksi Bisu yang Mengungkap Kebenaran

April 30, 2025
Jonggol Segera Punya Jalan Tol Rp15,37 Triliun: Warga Siap-Siap!

Jonggol Segera Punya Jalan Tol Rp15,37 Triliun: Warga Siap-Siap!

Oktober 4, 2024
Keris Palembang: Senjata Khas dengan Keunikan dan Makna Mendalam

Keris Palembang: Senjata Khas dengan Keunikan dan Makna Mendalam

April 15, 2025

EDITOR'S PICK

Polantas Humanis: Jangan Hanya Ramah Saat Kamera Menyala!

Polantas Humanis: Jangan Hanya Ramah Saat Kamera Menyala!

Juni 12, 2025
Warga Desa Ponggok Dapat THR, Warga Kota Hanya Bisa Melongo

Warga Desa Ponggok Dapat THR, Warga Kota Hanya Bisa Melongo

Maret 23, 2025
MERINDING!!! Surat Mualem ke Presiden Prabowo: “Pulau Kami, Harga Diri Kami!”

MERINDING!!! Surat Mualem ke Presiden Prabowo: “Pulau Kami, Harga Diri Kami!”

Juni 24, 2025
PETRUK & GARENG PRESENT: “CINTA DITABOK, BENCI DIPANGKU”

PETRUK & GARENG PRESENT: “CINTA DITABOK, BENCI DIPANGKU”

Mei 15, 2025

Tentang GarengPetruk.com

Harian Nasional Gareng Petruk

“Harian Nasional Gareng Petruk – berita tajam, jujur, dan kritis, disampaikan dengan humor segar ala warung kopi.”

Follow us

Kategori

Recent Posts

  • Nyantri, Nyakola, Nyunda: Mahasiswa Turun Desa, Bukan Turun Gengsi
  • SITIE KEDELAK: Bukan Nama Jajanan, Tapi Cara Negara Nengok Anaknya
  • Ngopi Bukan Sekadar Seruput: Lapas Klaten Seduh Kinerja, Bukan Gosip
  • Lapas Klaten Ikut Apel Virtual: Seragam Rapi, Zoom Nyala, Integritas Diuji
  • Jurnalis Gareng Petruk
  • Redaksi Harian Nasional Gareng Petruk
  • Pedoman Media Siber

© 2023 GarengPetruk.com - Portal Berita Nasional Ahliaiti.

No Result
View All Result
  • Beranda Rakyat Jelata
  • Tentang Gareng Petruk
    • Jurnalis Gareng Petruk
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik Jurnalis Gareng Petruk
  • Merchandise
  • Indeks
  • Redaksi Harian Nasional Gareng Petruk
  • Login
    • Account
    • Dashboard
    • Edit

© 2023 GarengPetruk.com - Portal Berita Nasional Ahliaiti.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In