Jakarta – GarengPetruk.com Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tampaknya makin pusing bukan gara-gara demo buruh atau copet di CFD, tapi… gegara wartawan PWI belum rukun-rukun juga. Iya, organisasi Persatuan Wartawan Indonesia itu, yang katanya tua, besar, tapi sekarang kayak lemari tua: dibuka dikit, berderak isinya pecah.
Polisi Aja Galau, Masak Wartawan Nggak Mau Rujuk?
Dalam pernyataan penuh harap yang disampaikan via Kadiv Humas Polri Irjen Pol Shandi Nugroho, Kapolri bilang:
“Pak Kapolri selalu bertanya, kapan PWI bersatu lagi. Beliau sangat peduli.”
Gareng komentar:
“Lha kok Pak Kapolri aja baper liat wartawan pecah kongsi? Padahal biasanya yang bikin rame ya wartawan juga!”
Wartawan Ngumpul Bukan Bahas Liputan, Tapi Bahas Kongres
Hari Selasa (15/7), rombongan panitia SC dan OC Kongres PWI mampir ke ruang kerja Kadiv Humas Polri. Ada Zulkifli Gani Ottoh, Totok Suryanto, Marthen Susanto, Raja Parlindungan Pane, dan kawan-kawan—rombongan yang lebih rame dari press conference konser Coldplay.
Mereka menjelaskan soal rencana Kongres Persatuan PWI yang bakal digelar 29–30 Agustus 2025 di Jakarta.
“Kami bukan lagi ngeliput, Mas. Kami lagi diliput,” kata salah satu panitia sambil merapikan dasi (padahal biasanya cuma pakai kaos liputan).
Polisi & Wartawan: Hubungan Cinta Lama Bersemi Kembali?
Irjen Shandi bilang dengan jujur (dan agak puitis):
“Yang di sana teman, yang di sini juga teman.”
Gareng nyambungin:
“Kayak wartawan pas wawancara calon presiden. Semua dibilang teman, padahal di grup WA debatnya udah kayak perang bantal…”
Dan ternyata, saking ingin menjaga perdamaian, Kapolri bahkan kirim dua perwakilan ke dua versi perayaan Hari Pers Nasional — yang satu di Riau, satu di Kalimantan.
“Luar biasa. Ini bukan cuma netralitas, ini udah kayak bapak dari anak kembar yang rebutan warisan media.”
Saran Bijak Ala Gareng:
1. PWI harus segera bersatu.
Masa kalah sama boyband 90-an yang sekarang bisa reuni lagi di festival nostalgia?
2. Kongres jangan kayak debat Capres.
Jangan banyak gimmick, tapi miskin substansi. Jangan sampe ada “drama kertas suara hilang padahal cuma ketlingsut di belakang sound system.”
3. Ingat! Kalau wartawan pecah, siapa yang netralin polisi yang salah quote?”
Catatan Akhir dari Gareng:
“Di negara yang katanya demokratis, wartawan adalah penjaga gawang akal sehat rakyat. Tapi kalau yang jaga gawang malah sibuk nyundul bola sendiri, ya siap-siap deh, gawangnya jebol, rakyatnya kena prank berita hoaks.”
#PWIHarusRukun
#WartawanBukanSinetron
#KongresJanganJadiVlogDrama
#KapolriBukanMakelarDamaiTapiPemersatuBerita
#GarengPetrukBersatuDemiRakyatMelekBerita
















