JEMBER – Warga Jember bersiap-siap… bukan buat demo, bukan pula rebutan BLT, tapi buat senam massal lansia yang bakal menggoyang kota dengan semangat ‘tetap muda walau rambut sudah abu-abu’!
Bu Erni Sri Winarni, Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinsos Jember, tampil ngomong syahdu dalam Rakor Forum Komunikasi Karang Werda (FKKW) se-Kabupaten Jember pada Rabu, 7 Mei 2025. Katanya, kegiatan ini bukan basa-basi, tapi bentuk penghormatan kepada para sepuh yang tetap njoget meski lutut kadang ngeklik.

> “Seperti biasa, tiap tahun kita rayakan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) dengan senam massal. Lokasinya lagi dimatangkan, bukan cuma rumputnya, tapi juga logistik dan semangatnya,” ujar Bu Erni, sambil membayangkan lansia-lansia bersenam ala TikTok.
Gareng nyeletuk sambil geleng-geleng kepala:
> “Iki piye to, anak mudane mager, simbah-simbah malah semangat! Dunia pancen wis kebalik!”
Sementara itu, H. Giman Supriatno dari Yayasan Gerontologi Abiyoso melaporkan bahwa ada 214 Karang Werda dan 25 FKKW yang siap ngibrit ke lapangan, bukan untuk tawuran, tapi untuk goyang sehat berjamaah!
> “Ini bukan hanya senam, tapi ajang pembuktian bahwa lansia bukan beban, tapi inspirasi. Apalagi yang sudah ikut Selantang—Sekolah Lansia Tangguh!” kata Pak Giman, sambil menirukan gerakan pemanasan.

Petruk tertawa sambil nyemil kacang rebus:
> “Wes wayahe anak muda diajarin disiplin sama mbah-mbah! Lha wong simbah saiki wis bisa Selantang, ngelawan pikun, ngelawan males, dan kadang ngelawan harga sembako!”
Pak Purwahjudi dari DP3AKB juga ikut dukung penuh. Katanya, lewat program Selantang, para lansia bisa tetap mandiri, aktif, dan produktif. “Jangan salah, yang tua-tua ini justru lebih aktif dari pejabat muda yang cuma aktif di grup WhatsApp!” katanya sambil ngenyek tipis-tipis.
Acara ini bakal jadi pembuktian bahwa umur cuma angka, semangat tetep membara, dan yang penting: tetap goyang tanpa kolesterol naik!
Gareng & Petruk pamit dulu, siap-siap ikut senam bareng mbah-mbah. Siapa tahu, setelah ini kita semua sadar: yang perlu dilatih bukan cuma otot, tapi juga hati dan nurani.
Karena negeri ini butuh yang waras, sehat, dan penuh canda—meski sudah sepuh, tetap tangguh!
















