Guru PJOK Al Madinah Gaspol Dukung “Senam Anak Indonesia Hebat” ala Kemendikud.
JEMBER, Gareng Petruk News – Kalau biasanya berita pendidikan itu kaku kayak tiang bendera upacara, kali ini beda, Bro! Dari Jember yang penuh semangat dan sambel pecel, muncul sosok guru yang nggak cuma ngajar tapi juga ngajak gerak: Haidar Ulum Rachmad Ramadhan, guru PJOK sekaligus pembina pramuka merangkap motivator pagi hari di SD Al Madinah, Kaliwates.
Haidar—yang katanya kalau disuruh senam bisa lebih lincah dari anak kelas 1 yang baru dapet sepatu baru—siap tancap gas mengikuti arahan Kemendikud, terutama program Senam Anak Indonesia Hebat. Senam pagi bukan sekadar pemanasan, tapi perjuangan! Katanya, “Biar anak-anak nggak cuma lincah jempol doang pas main HP, tapi juga lincah badan.”
Pramuka Bukan Cuma Tepuk-Tepuk Doang
Saat ditemui oleh awak media, Haidar menyampaikan bahwa sebagai pembina Kwartir Kaliwates, dia ingin anak-anak paham bahwa pramuka bukan organisasi tepuk-tepuk doang sambil nyanyi “siaga gembira”, tapi tempat belajar hidup disiplin, punya akhlak mulia, dan cinta tanah air.
“Jangan sampai anak-anak hafal nama-nama karakter anime, tapi lupa siapa nama pahlawan nasional,” ucap Haidar sambil ngelap keringat, habis abis mimpin senam dengan soundtrack remix “Naik-naik ke Puncak Gunung” versi EDM.

Senam Bukan Sekadar Gaya
Menurut Haidar, senam itu bukan soal gaya doang. Tapi bagian dari proses pendidikan yang bikin anak-anak nggak cuma sehat jasmani, tapi juga waras rohani. Dalam bahasa Gareng: “Senam itu kayak nasi uduk, isinya banyak. Ada kekompakan, ada semangat, ada gizi mental, ada kebersamaan… tinggal sambel kacangnya aja yang belum.”
Dia juga menambahkan bahwa melalui kegiatan fisik yang rutin, anak-anak akan lebih siap dalam menghadapi tantangan zaman. Apalagi zaman sekarang, tantangan anak SD bukan cuma ulangan, tapi juga scrolling TikTok biar nggak FOMO.
Kritik Halus ala Haidar
Walau mendukung program pemerintah, Haidar juga menyindir halus:
“Semoga arahan dari pusat nggak cuma berhenti di edaran dan surat dinas. Tapi ada dukungan nyata buat guru-guru di lapangan. Karena guru itu bukan robot, butuh semangat, fasilitas, dan kadang… gaji yang nggak telat.”
Gareng berkomentar:
“Kalau semua guru kayak Haidar, anak-anak bisa hafal Pancasila sambil ngedance. Negara aman, TikTok pun jalan!”
Petruk menambahkan:
“Yang penting bukan cuma senamnya, tapi nilai hidup yang disisipin di setiap gerakan.”
Catatan Redaksi:
Semoga makin banyak guru kayak Haidar—yang bukan hanya siap gerak, tapi juga siap mendidik. Karena masa depan bangsa nggak ditentukan dari seberapa tinggi nilai UN, tapi seberapa kuat karakter dan mental anak-anaknya.
(Taufik – Gareng Petruk News, edisi khusus: Ngajar dengan Gaya, Nggak Bikin Ngantuk Kepala Sekolah)
















