Banyuwangi, 29 Mei 2025 – Di tengah panasnya cuaca Banyuwangi dan dinginnya es teh di warung kopi, ada satu hal yang bikin suasana makin panas: dugaan penggelapan pajak puluhan milyar rupiah oleh salah satu oknum pengusaha. Bukan main, broh! Katanya negara rugi sampai 50 milyar—itu kalau dibeliin gorengan bisa buka cabang sampai Planet Mars.
Ketua Ormas Gerakan Persatuan Nasional 08 (GPN 08) Kabupaten Banyuwangi, Sigit Widiyanto, SE., tak tinggal diam. Dalam gaya khasnya yang kalem tapi menohok, beliau angkat suara:
> “Kami minta Kanwil DJP Jatim III di Malang jangan cuma duduk manis di balik meja. Ayo dong, turun ke Banyuwangi. Cek, sidak, dan jangan lupa bawa kalkulator!”
📜 Laporan Sudah Masuk, Tanggalnya Jelas, Nggak Pakai PHP
Laporan resmi sudah dilayangkan sejak 30 April 2025. Tapi sampai sekarang, belum ada kabar lanjutan. Ini laporan negara, bukan surat cinta yang bisa digantung tanpa kepastian.
> “Kalau rakyat kecil telat bayar pajak motor, langsung dikasih denda. Lah ini, sudah omset gede, pajaknya diduga digelapkan, malah adem-adem aja,” sindir Sigit dengan tatapan tajam yang bikin teh manis jadi tawar.

🇮🇩 GPN 08: Bukan Cuma Ormas, Tapi Obat Pusing Bangsa
Sigit juga menegaskan bahwa GPN 08 adalah ormas pendukung kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Bukan sekadar teriak-teriak di pinggir jalan, tapi juga aktif mengawal janji-janji pemerintah. Dari Asta Cita sampai urusan korupsi, semua dikawal—asal jangan minta dikawal ke toilet.
> “Ini bukan soal usaha besar atau kecil. Tapi soal niat gelap di tengah terang benderangnya negeri ini. Kalau pajak dipermainkan, rakyat jadi korban dua kali: kena harga naik, dan kena harapan palsu,” ujar Sigit sambil nunjuk laporan tebal yang lebih tebal dari skripsi mahasiswa abadi.
💼 DJP, TOLONG JANGAN NUNGGU VIRAL DULU
Masyarakat mulai bertanya-tanya, kenapa kasus ini seperti ditaruh di lemari es? Dingin, beku, dan lama baru diproses. Padahal negara butuh uang, bukan cuma dari utang, tapi dari pajak yang semestinya masuk tapi malah lenyap entah ke mana.
Catatan Redaksi Gareng Petruk:
> “Kalau pengusaha bisa enak-enakan gelapkan pajak dan nggak ditindak, nanti rakyat kecil ikut-ikutan: ‘Lha wong bos besar aja lolos, masa kita terus ditagih?’ Ini bahaya, bisa jadi budaya!”
—
📞 Untuk DJP Jatim III dan seluruh aparat pajak: Jangan cuma ngurus amplop SPT, tapi juga awasi amplop gelap yang diselundupkan. Kalau cuma narik pajak dari warung pecel dan tukang sayur, itu
namanya bukan adil—itu namanya bully!
















