BATU – Minggu pagi (15/6/2025), udara segar Kota Batu disusupi deru roda, peluh para pesepeda, dan tawa warga yang menepi demi menyaksikan pemandangan langka: polisi dan masyarakat guyub rukun tanpa tilang, tanpa sirine.
Dalam rangka Hari Bhayangkara ke-79, Dinas Pariwisata Kota Batu bareng Polres Batu menggelar Gowes Wisata, ajang olahraga, wisata, promosi UMKM, sekaligus ajang “pamer betis sehat” dari berbagai kalangan. Pesertanya? Lebih dari 700, dari yang betisnya masih mulus sampai yang sudah berbulu perjuangan.
Wali Kota Batu, Cak Nurochman, dengan wajah semringah setingkat pengantin baru, bilang bahwa ini bukan sekadar event gowes, tapi upaya cerdas mengangkat pariwisata dan perekonomian lokal.
> “Kota Batu ini indah, Mas. Dari ujung apel sampai ujung stroberi, semua bisa dinikmati sambil nggowes,” ujar Cak Nur, sambil memastikan helm-nya miring artistik, khas pejabat sporty.

—
Sepedaan Yes, UMKM Gas!
Jangan kira ini cuma ajang sepedaan yang finish-nya langsung pulang makan mie instan. Oh tidak! Di sinilah bedanya: peserta disuguhi produk UMKM, dari stroberi segar hingga olahan unik yang tak ditemukan di minimarket kota.
Lumbung Stroberi di Desa Pandanrejo jadi tempat wajib cicip. Di sana, peserta tidak cuma makan stroberi, tapi juga menanam semangat agar UMKM lokal tidak hanya tumbuh, tapi berbuah manis.
> “Ini bukan sekadar wisata, ini gowes ideologi lokal. Dari stroberi menuju ekonomi mandiri!” kata Petruk sambil ngunyah pie stroberi, lupa kalorinya melebihi gowes-nya.
—
Rute Wisata: Dari Alun-Alun Sampai Petik Mawar, Bukan Petik Masalah
Rute gowes dirancang ala paket combo wisata: perkotaan, pertanian, dan pedesaan. Mulai dari Alun-Alun Kota Batu, peserta menyusuri Sendratari Arjuna Wiwaha—semacam etalase budaya yang diam-diam lebih Instagramable dari feed selebgram—and then, masuk ke Lumbung Stroberi yang sejuk dan penuh vitamin C, bukan vitamin politik.
Setelah itu, peserta disambut lereng Panderman dan mampir ke Desa Wisata Bumiaji, Gunungsari, dan Punten. Di situ mereka bisa melihat jeruk, apel, hingga bunga mawar—bukan mawar yang bikin baper, tapi mawar yang bisa dipetik tanpa risiko gagal move on.
> “Ini bukan hanya olahraga, ini perjalanan spiritual menyusuri wajah-wajah Indonesia yang sesungguhnya,” tutur Gareng, yang hampir kesurupan waktu liat tanjakan Rungkat.
—
Challenge Tanjakan Rungkat: Siapa Tak Kuat, Siap-Siap Ngos-ngosan
Nah, ini bagian favorit para pesepeda yang betisnya kayak shockbreaker motor trail: Challenge Tanjakan Rungkat. Ada tiga kelas, bukan kelas sosial tapi kelas stamina. Yang kuat dapat uang pembinaan, piala, dan… kehormatan betis abadi.
Katanya sih, “Yang menang itu bukan yang paling cepat, tapi yang gak turun sambil dorong sepeda.”
—
Hadiah: Dari Motor Sampai Mesin Cuci – Lengkap Kayak Nikahan Massal
Selain sehat dan kenyang stroberi, peserta juga berkesempatan membawa pulang hadiah, dari sepeda motor hingga kulkas dan mesin cuci. Bahkan ada peserta yang pulang dengan TV baru, tapi wajahnya tetap nonton channel “kenangan mantan”—alias belum move on meski menang undian.
> “Gowes dapet motor, ini namanya ganti oli nasib,” ucap Bagong, yang sayangnya cuma dapat gantungan kunci tapi tetap bahagia karena gratis makan es stroberi.
—
Bhayangkara dan Wisata: Kolaborasi Anti Garing
Kapolres Batu, AKBP Andi Yudha Pranata, menyampaikan apresiasi setinggi puncak Gunung Banyak atas sinergi indah ini. Katanya, ini bentuk nyata bahwa polisi bisa ramah tanpa razia, bisa merakyat tanpa seragam seram.
> “Kami siap mendukung semua kegiatan positif. Jangan cuma demo yang ramai, tapi event gembira seperti ini harus lebih semarak!” tegasnya.
—
Pariwisata Maju, Kriminalitas Lesu
Menurut Kepala Dinas Pariwisata, Onny Ardianto, event ini bukan hanya soal wisata, tapi juga strategi pengurangan kejahatan:
> “Kalau rakyat sibuk nanjak sepeda, mana sempat mikir maling?” ujarnya sambil menyiapkan rute tahun depan yang katanya “lebih mancur bikin ngos-ngosan.”

—
Penutup: Gowes Sekali, Manfaat Berkali-Kali
Gowes Wisata Batu telah membuktikan bahwa dengan sepeda, stroberi, dan sinergi, kita bisa menyentuh banyak aspek: wisata, ekonomi, budaya, bahkan psikologi sosial. Ini adalah contoh bahwa kerja sama yang sehat bisa menghasilkan event sehat pula, bukan cuma hasil survei.
> Kata Gareng sambil istirahat di bawah pohon apel,
“Daripada demo nyari sensasi, mending nggowes nyari inspirasi. Badan sehat, UMKM naik, dan aparat tersenyum. Barangkali… ini yang disebut Indonesia asli.”
—
Harian Nasional Gareng Petruk
Rubrik: Gowes Ngakak Nasional
Edisi: Betis Nasional Bersatu Tak Bisa Dikalahkan Tanjakan
















